<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780</id><updated>2011-09-12T20:14:09.426+07:00</updated><category term='belajar internet'/><category term='video tindakan keperawatan'/><category term='KOMUNITAS'/><category term='Askep'/><category term='Cara mencari Uang Di Internet'/><title type='text'>Kumpulan Askep Untuk Anda</title><subtitle type='html'>askep asuhan keperawatan dari berbagai klasifikasi, askep maternitas,askep sistem pernafasan,askep sistem syaraf, askep medical bedah dll</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-8242685498913250579</id><published>2010-10-31T20:34:00.002+07:00</published><updated>2010-10-31T20:40:14.635+07:00</updated><title type='text'>What Is Urosepsis?</title><content type='html'>Urosepsis is a serious secondary infection which occurs when an infection in the urinary tract spreads to the bloodstream. People with urosepsis have bacteria in their blood. Left untreated, this can potentially be fatal. Due to the risk of urosepsis, people are usually advised to receive prompt treatment for urinary tract infections, especially if they are members of a population which is at increased risk of secondary infections which arise from urinary tract infections. If urosepsis is suspected, treatment should be aggressive and timely to minimize complications.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--&lt;br /&gt;google_ad_client = "pub-0585506194204927";&lt;br /&gt;/* 300x250, dibuat 09/04/09 */&lt;br /&gt;google_ad_slot = "7494543140";&lt;br /&gt;google_ad_width = 300;&lt;br /&gt;google_ad_height = 250;&lt;br /&gt;//--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&lt;br /&gt;src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;A urinary tract infection involves bacteria in the urinary tract which can cause symptoms like difficulty urinating or painful urination. Sometimes, the infection travels into the kidneys, causing lower back pain and fever. If the infection enters the bloodstream, people can develop a rapid heart rate and a high fever as their bodies attempt to fight off the bacteria in the blood. Other symptoms include chills and confusion. Urosepsis can ultimately cause severe damage to the heart, which can in turn damage the brain because the brain may not be supplied with the oxygen it needs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Older adults, especially women, are at increased risk of a secondary infection after the development of a urinary tract infection. People with indwelling catheters can also be more prone to infections of the bloodstream and they are more generally at risk of urinary infections. Kidney stones can also be a risk factor. People who have kidney stones may undergo screening for urosepsis if a doctor suspects that a secondary infection may be occurring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patient history and symptoms are often enough for a diagnosis, especially paired with a high white cell count in the blood which indicates the presence of an ongoing infection. Blood can also be cultured to determine which bacteria are responsible. The treatment for urosepsis is antibiotics to kill the bacteria in the bloodstream. Supportive care may also be provided if the patient is experiencing a high fever or other symptoms which could cause complications.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-8242685498913250579?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/8242685498913250579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=8242685498913250579' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8242685498913250579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8242685498913250579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2010/10/what-is-urosepsis.html' title='What Is Urosepsis?'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-8670101838497260461</id><published>2009-08-20T07:50:00.000+07:00</published><updated>2009-08-20T07:53:02.840+07:00</updated><title type='text'>Asuhan Keperawatan Sindroma Hiperaktivitas</title><content type='html'>Asuhan Keperawatan Sindroma Hiperaktivitas &lt;br /&gt;(HIPERAKTIF)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Sindroma hiperaktivitas merupakan istilah gangguan kekurangan perhatian menandakan gangguan-gangguan sentral yang terdapat pada anak-anak, yang sampai saat ini dicap sebagai menderita hiperaktivitas, hiperkinesis, kerusakan otak minimal atau disfungsi serebral minimal. (Nelson, 1994)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Etiologi&lt;br /&gt;Pandangan-pandangan serta pendapat–pendapat mengenai asal usul, gambaran–gambaran, bahkan mengenai realitas daripada gangguan ini masih berbeda–beda serta dipertentangkan satu sama lainnya. Beberapa orang berkeyakinan bahwa gangguan tersebut mungkin sekali timbul sebagai akibat dari gangguan–gangguan di dalam neurokimia atau neurofisiologi susunan syaraf pusat. Istilah gangguan kekurangan perhatian merujuk kepada apa yang oleh banyak orang diyakini sebagai gangguan yang utamanya. Sindroma tersebut diduga disebabkan oleh faktor genetik, pembuahan ataupun racun, bahaya–bahaya yang diakibatkan terjadinya prematuritas atau immaturitas, maupun rudapaksa, anoksia atau penyulit kelahiran lainnya.&lt;br /&gt; Telah dilakukan pula pemeriksaan tentang temperamen sebagai kemungkinan merupakan faktor yang  mempermudah timbulnya gangguan tersebut, sebagaimana halnya dengan praktek pendidikan serta perawatan anak dan kesulitan emosional di dalam interaksi orang tua anak yang bersangkutan. Sampai sekarang tidak ada satu atau beberapa faktor penyebab pasti yang tidak dapat diperlihatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Patofisiologi &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kurang konsentrasi/gangguan hiperaktivitas ditandai dengan gangguan konsentrasi, sifat impulsif, dan hiperaktivitas. Tidak terdapat bukti yang meyakinkan tentang sesuatu mekanisme patofisiologi ataupun gangguan biokimiawi. Anak pria yang hiperaktiv, yang berusia antara 6 – 9 tahun serta yang mempunyai IQ yang sedang, yang telah memberikan tanggapan yang baik terhadap pengobatan–pengobatan stimulan, memperlihatkan derajat perangsangan yang rendah (a low level of arousal) di dalam susunan syaraf pusat mereka, sebelum pengobatan tersebut dilaksanakan, sebagaimana yang berhasil diukur dengan mempergunakan elektroensefalografi, potensial–potensial yang diakibatkan secara auditorik serta sifat penghantaran kulit. Anak pria ini mempunyai skor tinggi untuk kegelisahan, mudahnya perhatian mereka dialihkan, lingkup perhatian mereka yang buruk serta impulsivitas. Dengan 3 minggu pengobatan serta perawatan, maka angka–angka laboratorik menjadi lebih mendekati normal serta penilaian yang diberikan oleh para guru mereka memperlihatkan tingkah laku yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Manifestasi Klinik&lt;br /&gt;Ukuran objektif tidak memperlihatkan bahwa anak yang terkena gangguan ini memperlihatkan aktifitas fisik yang lebih banyak, jika dibandingkan dengan anak–anak kontrol yang normal, tetapi gerakan–gerakan yang mereka lakukan kelihatan lebih kurang bertujuan serta mereka selalu gelisah dan resah. Mereka mempunyai rentang perhatian yang pendek, mudah dialihkan serta bersifat impulsif dan mereka cenderung untuk bertindak tanpa mempertimbangkan atau merenungkan akibat tindakan tersebut. Mereka mempunyai toleransi yang rendah terhadap perasaan frustasi dan secara emosional mereka adalah orang–orang yang labil serta mudah terangsang. Suasana perasaan hati mereka cenderung untuk bersifat netral atau pertenangan, mereka kerap kali berkelompok, tetapi secara sosial mereka bersikap kaku. Beberapa orang di antara mereka bersikap bermusuhan dan negatif, tetapi ciri ini sering terjadi secara sekunder terhadap permasalahan–permasalahan psikososial yang mereka alami. Beberapa orang lainnya sangat bergantung secara berlebih–lebihan, namun yang lain lagi bersikap begitu bebas dan merdeka, sehingga kelihatan sembrono.&lt;br /&gt;Kesulitan-kesulitan emosional dan tingkah laku lazim ditemukan dan biasanya sekunder terhadap pengaruh sosial  yang negatif dari tingkah laku mereka. Anak-anak ini akan menerima celaan dan hukuman dari orang tua serta guru dan pengasingan sosial oleh orang-orang yang sebaya dengan mereka. Secara kronik mereka mengalami kegagalan di dalam tugas-tugas akademik mereka dan banyak diantara mereka tidak cukup terkoordinasi serta cukup mampu mengendalikan diri sendiri untuk dapat berhasil di dalam bidang olah raga. Mereka mempunyai gambaran mengenai diri mereka sendiri yang buruk serta mempunyai rasa harga diri yang rendah dan kerap kali mengalami depresi. Terdapat angka kejadian tinggi mengenai ketidakmampuan belajar membaca matematika, mengeja serta tulis tangan. Prestasi akademik mereka dapat tertinggal 1 – 2 tahun dan lebih sedikit daripada yang sesunguhnya diharapkan dari kecerdasan mereka yang diukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang akan menegakkan diagnosis gangguan kekurangan perhatian. Anak yang mengalami hiperaktivitas dilaporkan memperlihatkan jumlah gelombang-gelombang lambat yang bertambah banyak pada elektorensefalogram mereka, tanpa disertai dengan adanya bukti tentang penyakit neurologik atau epilepsi yang progresif, tetapi penemuan ini mempunyai makna yang tidak pasti. Suatu EEG yang dianalisis oleh komputer akan dapat membantu di dalam melakukan penilaian tentang ketidakmampuan belajar pada anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Komplikasi&lt;br /&gt;1. Diagnosis sekunder- gangguan konduksi, depresi dan penyakit ansietas.&lt;br /&gt;2. Pencapaian akademik kurang, gagal di sekolah, sulit membaca dan mengerjakan aritmatika (sering kali akibat abnormalitas konsentrasi).&lt;br /&gt;3. Hubungan dengan teman sebaya buruk (sering kali akibat perilaku agresif dan kata-kata yang diungkapkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penatalaksanaan Medis&lt;br /&gt;Rencana pengobatan bagi anak dengan gangguan ini terdiri atas penggunaan psikostimulan, modifikasi perilaku, pendidikan orang tua, dan konseling keluarga. Orang tua mungkin mengutarakan kekhawatirannya tentang penggunaan obat. Resiko dan keuntungan dari obat harus dijelaskan pada orang tua, termasuk pencegahan skolastik dan gangguan sosial  yang terus menerus karena pengunaan obat-obat psikostimulan. Rating scale Conners dapat digunakan sebagai dasar pengobatan dan untuk memantau efektifitas dari pengobatan.&lt;br /&gt;Psikostimulan- metilfenidat (Ritalin), amfetamin sulfat (Benzedrine), dan dekstroamfetamin sulfat (Dexedrine)- dapat memperbaiki rentang perhatian dan konsentrasi anak dengan meningkatkan efek paradoksikal pada kebanyakan anak dan sebagian orang dewasa yang menderita gangguan ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengkajian&lt;br /&gt;1. Kaji riwayat keluarga melalui wawancara atau genogram.&lt;br /&gt;Data yang dapat diperoleh apakah anak tersebut lahir premature, berat badan lahir rendah, anoksia, penyulit kehamilan lainnyan atau ada faktor genetik yang diduga sebagai penyebab dari gangguan hiperaktivitas pada anak.&lt;br /&gt;2. Kaji riwayat perilaku anak.&lt;br /&gt; Riwayat perkembangan, dimana dulu seorang bayi yang gesit, aktif dan banyak menuntut, yang mempunyai tanggapan – tanggapan yang mendalam dan kuat, dengan disertai kesulitan – kesulitan makan dan tidur, kerap kali pada bulan – bulan pertama kehidupannya, sukar untuk menjadi tenang pada waktu akan tidur serta lambat untuk membentuk irama diurnal. Kolik dilaporkan agak umum terjadi pada mereka.&lt;br /&gt; Laporan guru tentang permasalahan – permasalahan akademis serta tingkah laku di dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt; Kerusakan interaksi sosial&lt;br /&gt; Gangguan konsep diri&lt;br /&gt; Resiko tinggi penatalaksanaan program terapeutik tidak efektif&lt;br /&gt; Resiko tinggi perubahan peran menjadi orang tua&lt;br /&gt; Resiko tinggi kekerasan&lt;br /&gt; Resiko tinggi mencederai diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Perencanaan&lt;br /&gt;Intervensi keperawatan umumnya diimplementasikan pada pasien rawat jalan dan komunitas.&lt;br /&gt;1. Bantu orang tua dalam mengimplementasikan program perilaku agar mencakup penguatan yang positif. &lt;br /&gt; Latih kefokusan anak &lt;br /&gt;Jangan tekan anak, terima keadaannya. Perlakukan anak dengan hangat dan sabar, tapi konsisten dan tegas dalam menerapkan norma dan tugas. Kalau anak tidak bisa diam di satu tempat, coba pegang kedua tangannya dengan lembut, kemudian ajak untuk duduk dan diam. Mintalah agar anak menatap mata anda ketika bicara atau diajak berbicara. Berilah arahan dengan nada lembut.&lt;br /&gt; Telatenlah&lt;br /&gt;Jika anak telah betah untuk duduklebih lama, bimbinglah anak untuk melatih koordinasi mata dan tangan dengan cara menghubungkan titik – titik yang membentuk angka atau huruf. Selanjutnya anak diberi latihan menggambar bentuk sederhana dan mewarnai. Bisa pula mulai diberikan latihan berhitung dengan berbagai variasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Mulailah dengan penjumlahan atau pengurangan dengan angka-angka di bawah 10. Setelah itu baru diperkenalkan konsep angka 0 dengan benar.&lt;br /&gt; Bangkitkan kepercayaan diri anak&lt;br /&gt;Gunakan teknik pengelolaan perilaku, seperti menggunakan penguat positif. Misalnya memberikan pujian bila anak makan dengan tertib. Tujuannya untuk meningkatkan rasa percaya diri anak.&lt;br /&gt; Kenali arah minatnya&lt;br /&gt;Jika anak bergerak terus jangan panik, ikutkan saja dan catat baik-baik, kemana sebenarnya tujuan keaktifan dari anak. Yang paling penting adalah mengenali bakat anak secara dini.&lt;br /&gt; Minta anak bicara&lt;br /&gt;Anak hiperaktif cenderung susah berkomunikasi dan bersosialisasi. Karena itu Bantu anak dalam bersosialisasi agar ia mempelajari nilai – nilai apa saja yang diterima di kelompoknya.&lt;br /&gt;2. Sediakan struktur kegiatan harian&lt;br /&gt;Anak hendaknya mempunyai daftar kegiatan harian yang berjalan dengan teratur menurut jadwal yang ditetapkan dan hendaknya segera mengikuti serta melaksanakan kegiatan rutinnya itu, sebagaimana iharkn dari dirinya dan untuk itu anak dihadiahi kata – kata pujian.&lt;br /&gt;Perangsangan yang berlebihan serta kelelahan yang sangat hebat hendaknya dihindarkan. Anak membutuhkan saat santai setelah bermain, terutama setelah ia melakukan kegiatan fisik yang kuat dan keras. Periode sebelum tidur harus merupakan masa tenang, dengan cara menghindarkan acara televisi yang merangsang, permainan yang keras dan jungkir balik.&lt;br /&gt;3. Beri obat stimulans sesuai instruksi.&lt;br /&gt;a. Stimulans dapat dihentikan sementara pada akhir pekan dan hari libur. Di mana untuk menentukan apakah kemampuan pengendalian yang dimiliki oleh anak itu sendiri telah mengalami suatu kemajuan.&lt;br /&gt;b. Stimulans tidak diberikan sesudah pukul 3 atau 4 sore, dimana efek samping stimulans adalah insomnia. Insomnia dapat dicegah dengan tidak lagi memberikan pengobatan perangsang setelah jam 3 sore serta mengatur sedemikian rupa, sehingga periode sebelum tidur itu merupakan saat yang tenang serta tidak merangsang.&lt;br /&gt;D. Perencanaan Pemulangan (Discharge Planning) dan Perawatan di Rumah&lt;br /&gt;1. Didik dan bantu orang tua dan anggota keluarganya.&lt;br /&gt;2. Berkolaborasi dengan guru dan libatkan orang tua. Dorong orang tua untuk menjamin bahwa guru dan perawat sekolah mengetahui tentang nama, dosis dan waktu minum obat.&lt;br /&gt;3. Pastikan bahwa anak mendapatkan evalusi dan bimbingan akademik yang diperlukan. Memasukkan anak dalam kelas pendidikan khusus sering kali diperlukan.&lt;br /&gt;4. Pantau kemajuan dan respons anak terhadap pengobatan.&lt;br /&gt;5. Rujuk ke spesialis perilaku dan orang tua untuk mengembangkan dan mengimplementasikan rencana perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Hasil yang Diharapkan&lt;br /&gt;1. Prestasi di sekolah meningkat, dibuktikan oleh nilai dan tugas-tugas yang diselesaikan anak.&lt;br /&gt;2. Perilaku anak semakin baik menurut penilaian guru dan orang tua.&lt;br /&gt;3. Anak menunjukkan hubungan yang positif dengan teman sebaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-8670101838497260461?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/8670101838497260461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=8670101838497260461' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8670101838497260461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8670101838497260461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-sindroma.html' title='Asuhan Keperawatan Sindroma Hiperaktivitas'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-1600604784685744850</id><published>2009-08-20T06:47:00.001+07:00</published><updated>2009-08-20T06:48:44.843+07:00</updated><title type='text'>ASKEP ANAK DENGAN HIDROCEPHALUS</title><content type='html'>ASKEP ANAK DENGAN HIDROCEPHALUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt; Hidrocephalus merupakan sindrom, tanda yang muncul karena gangguan pergerakan CSS&lt;br /&gt; Dapat disebabkan dari berbagai macam penyakit atau kongenital&lt;br /&gt; Tidak mudah mendeteksi/mendiagnosis sejak prenatal&lt;br /&gt; 5,8 per 10.000 kelahiran (1990)&lt;br /&gt; Dihubungkan dengan Gg. Perkembangan saat janin atau infeksi intra uterine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. REVIEW&lt;br /&gt;Sirkulasi ventrikular&lt;br /&gt;• Cairan dari ventrikel lateral melalui Foramen of Monro ke V. III &amp; bercampur dgn cairan dari V. III&lt;br /&gt;• Dari sana bergerak mll aqueductus of Sylvius masuk ke V. IV (dimana cairan yang lebih banyak terbentuk)&lt;br /&gt;• Bergerak lagi mll foramen of Luschka dan pertengahan dr foramen of Magendie menuju cicterna magna. &lt;br /&gt;• Dari sana CSS mengalir  ke serebral dan cerebellar subarachnoid space, dimana cairan ini diabsorbsi&lt;br /&gt;• Sebagian besar diabsorbsi oleh villi arachnoid juga dibantu oleh : sinus, substansi otak, dan dura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. ETIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Infeksi pada masa didalam kandungan&lt;br /&gt;2. Gangguan perkembangan janin&lt;br /&gt;3. Neoplasma                                                      sirkulasi CSS dalam&lt;br /&gt;4. Cedera kepala                                                 ventrikel terganggu&lt;br /&gt;5. Infeksi (mis : meningitis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PATOLOGI&lt;br /&gt; Mekanisme keseimbangan cairan&lt;br /&gt; Penyebab hidrosefalus :&lt;br /&gt;• Gg. Absorbsi CSS dalam ruang subarachnoid (communicating H)&lt;br /&gt;• Obstruksi dr aliran CSS dalam sist. Ventrikuler (noncommunicating H)&lt;br /&gt;• Tidak jarang pula tumor pada pleksus koroid à á sekresi CSS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. MANIFESTASI KLINIK&lt;br /&gt;1. Infant&lt;br /&gt; Perkembangan lingkar kepala &lt;br /&gt; Fontanel : tegang, bulging/menonjol, nadi tidak teraba&lt;br /&gt; Vena pd tengkorak berdilatasi, dan terlihat jelas&lt;br /&gt; Tlg tengkorak tipis, sutura teraba terpisah à crecked-pot&lt;br /&gt; Penekanan pd frontal à mata berotasi kebawah (setting sun signs), &lt;br /&gt; Irritable, lethargic, &lt;br /&gt; malas makan, &lt;br /&gt; perubahan kesadaran, &lt;br /&gt; opistiotonus, &lt;br /&gt; spatis pd otot ekstremitas bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anak-anak&lt;br /&gt; peningkatan TIK&lt;br /&gt; irritable&lt;br /&gt; lethargic&lt;br /&gt; apatis&lt;br /&gt; confused&lt;br /&gt; inkoheren&lt;br /&gt; manifestasi klinik, sesuai dengan lokasi lesi pada otak&lt;br /&gt; kelumpuhan nervus kranialis&lt;br /&gt; strabismus konvergen&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK&lt;br /&gt;  Pengukuran Lingkar kepala setiap hari&lt;br /&gt;  Pertumbuhan/pembesaran kepala yang cepat&lt;br /&gt;  CT Scan&lt;br /&gt;  MRI&lt;br /&gt;  EEG&lt;br /&gt;  Isotope Ventriculograms &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. PRINSIP TERAPI DAN PENATALAKSANAAN&lt;br /&gt;Prinsip Terapi :&lt;br /&gt;• Memperbaiki Hidrosefalus&lt;br /&gt;• Mengobati komplikasi&lt;br /&gt;• Managemen penanganan gg psikomotor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam :&lt;br /&gt;• Ventrikulostomi : ventricullar bypass&lt;br /&gt;• Radiografi&lt;br /&gt;• Pemakaian sistem drainase :&lt;br /&gt; Ventrikuloperitoneal shunt&lt;br /&gt; Ventrikuloatrial shunt&lt;br /&gt; Ventriculopleural shunt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. PENGKAJIAN&lt;br /&gt;• Riwayat kesehatan : trauma kepala, infeksi serebral&lt;br /&gt;• Pemeriksaan Fisik : LK&lt;br /&gt;• Manifestasi Hidrosefalus&lt;br /&gt; -  Infant (early, later, general)&lt;br /&gt; -  Anak besar&lt;br /&gt;• Kaji hasil Test diagnostik&lt;br /&gt;I. DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Risiko injury b.d P/ TIK&lt;br /&gt;2. Risiko infeksi b.d terpasangnya drainase mekanis&lt;br /&gt;3. Risiko GG Integrutas Kulit b.d penekanan pd area …, paralisis dll&lt;br /&gt;4. Gg proses keluarga b.d krisis situasional (anak dgn kelainan fisik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-1600604784685744850?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/1600604784685744850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=1600604784685744850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/1600604784685744850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/1600604784685744850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/08/askep-anak-dengan-hidrocephalus.html' title='ASKEP ANAK DENGAN HIDROCEPHALUS'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-4477766507550993094</id><published>2009-04-28T07:28:00.002+07:00</published><updated>2009-06-23T11:17:08.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KOMUNITAS'/><title type='text'>KONSEP KELUARGA</title><content type='html'>KONSEP KELUARGA &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DEFINISI KELUARGA&lt;br /&gt;1. Duvall dan Logan ( 1986 ) :&lt;br /&gt;Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.&lt;br /&gt;2. Bailon dan Maglaya ( 1978 ) :&lt;br /&gt;Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.&lt;br /&gt;3. Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) :&lt;br /&gt;Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah :&lt;br /&gt;1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain&lt;br /&gt;3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik&lt;br /&gt;4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.&lt;br /&gt;STRUKTUR KELUARGA&lt;br /&gt;1. Patrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur ayah&lt;br /&gt;2. Matrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu&lt;br /&gt;3. Matrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah ibu&lt;br /&gt;4. Patrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami&lt;br /&gt;5. Keluarga kawinan : hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.&lt;br /&gt;CIRI-CIRI STRUKTUR KELUARGA&lt;br /&gt;1. Terorganisasi : saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga&lt;br /&gt;2. Ada keterbatasan : setiap anggota memiliki kebebasan, tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam mejalankan fungsi dan tugasnya masing-masing&lt;br /&gt;3. Ada perbedaan dan kekhususan : setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.&lt;br /&gt;CIRI-CIRI KELUARGA INDONESIA &lt;br /&gt;1. Suami sebagai pengambil keputusan&lt;br /&gt;2. Merupakan suatu kesatuan yang utuh&lt;br /&gt;3. Berbentuk monogram&lt;br /&gt;4. Bertanggung jawab&lt;br /&gt;5. Pengambil keputusan&lt;br /&gt;6. Meneruskan nilai-nilai budaya bangsa&lt;br /&gt;7. Ikatan kekeluargaan sangat erat&lt;br /&gt;8. Mempunyai semangat gotong-royong&lt;br /&gt;MACAM-MACAM STRUKTUR / TIPE / BENTUK KELUARGA&lt;br /&gt;1. TRADISIONAL :&lt;br /&gt;a. The nuclear family (keluarga inti)&lt;br /&gt;Keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak.&lt;br /&gt;b. The dyad family&lt;br /&gt;Keluarga yang terdiri dari suami dan istri (tanpa anak) yang hidup bersama dalam satu rumah&lt;br /&gt;c. Keluarga usila&lt;br /&gt;Keluarga yang terdiri dari suami istri yang sudah tua dengan anak sudah memisahkan diri&lt;br /&gt;d. The childless family&lt;br /&gt;Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk mendapatkan anak terlambat waktunya, yang disebabkan karena mengejar karir/pendidikan yang terjadi pada wanita&lt;br /&gt;e. The extended family (keluarga luas/besar)&lt;br /&gt;Keluarga yang terdiri dari tiga generasi yang hidup bersama dalam satu rumah seperti nuclear family disertai : paman, tante, orang tua (kakak-nenek), keponakan, dll)&lt;br /&gt;f. The single-parent family (keluarga duda/janda)&lt;br /&gt;Keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah dan ibu) dengan anak, hal ini terjadi biasanya melalui proses perceraian, kematian dan ditinggalkan (menyalahi hukum pernikahan)&lt;br /&gt;g. Commuter family&lt;br /&gt;Kedua orang tua bekerja di kota yang berbeda, tetapi salah satu kota tersebut sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja diluar kota bisa berkumpul pada anggota keluarga pada saat akhir pekan (week-end)&lt;br /&gt;h. Multigenerational family&lt;br /&gt;Keluarga dengan beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama dalam satu rumah&lt;br /&gt;i. Kin-network family&lt;br /&gt;Beberapa keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah atau saling berdekatan dan saling menggunakan barang-barang dan pelayanan yang sama. Misalnya : dapur, kamar mandi, televisi, telpon, dll)&lt;br /&gt;j. Blended family&lt;br /&gt;Keluarga yang dibentuk oleh duda atau janda yang menikah kembali dan membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya&lt;br /&gt;k. The single adult living alone / single-adult family&lt;br /&gt;Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang hidup sendiri karena pilihannya atau perpisahan (separasi), seperti : perceraian atau ditinggal mati&lt;br /&gt;2. NON-TRADISIONAL :&lt;br /&gt;a. The unmarried teenage mother&lt;br /&gt;Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari hubungan tanpa nikah&lt;br /&gt;b. The stepparent family&lt;br /&gt;Keluarga dengan orangtua tiri&lt;br /&gt;c. Commune family&lt;br /&gt;Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan saudara, yang hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang sama, pengalaman yang sama, sosialisasi anak dengan melalui aktivitas kelompok / membesarkan anak bersama&lt;br /&gt;d. The nonmarital heterosexual cohabiting family&lt;br /&gt;Keluarga yang hidup bersama berganti-ganti pasangan tanpa melalui pernikahan&lt;br /&gt;e. Gay and lesbian families&lt;br /&gt;Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagaimana pasangan suami-istri (marital partners)&lt;br /&gt;f. Cohabitating couple&lt;br /&gt;Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena beberapa alasan tertentu&lt;br /&gt;g. Group-marriage family&lt;br /&gt;Beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat rumah tangga bersama, yang merasa telah saling menikah satu dengan yang lainnya, berbagi sesuatu, termasuk sexual dan membesarkan anaknya&lt;br /&gt;h. Group network family&lt;br /&gt;Keluarga inti yang dibatasi oleh set aturan/nilai-nilai, hidup berdekatan satu sama lain dan saling menggunakan barang-barang rumah tangga bersama, pelayanan dan bertanggung jawab membesarkan anaknya&lt;br /&gt;i. Foster family&lt;br /&gt;Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga/saudara dalam waktu sementara, pada saat orangtua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya&lt;br /&gt;j. Homeless family&lt;br /&gt;Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanen karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem kesehatan mental&lt;br /&gt;k. Gang&lt;br /&gt;Sebuah bentuk keluarga yang destruktif, dari orang-orang muda yang mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian, tetapi berkembang dalam kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;PERANAN KELUARGA&lt;br /&gt;Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan, yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.&lt;br /&gt;Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Peranan ayah :&lt;br /&gt;Ayah sebagai suami dari istri, berperanan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya, serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya&lt;br /&gt;2. Peranan ibu :&lt;br /&gt;Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya, serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.&lt;br /&gt;3. Peranan anak :&lt;br /&gt;Anak-anak melaksanakan peranan psiko-sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya, baik fisik, mental, sosial dan spiritual.&lt;br /&gt;FUNGSI KELUARGA&lt;br /&gt;1. Fungsi biologis :&lt;br /&gt;a. Meneruskan keturunan&lt;br /&gt;b. Memelihara dan membesarkan anak&lt;br /&gt;c. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga&lt;br /&gt;d. Memelihara dan merawat anggota keluarga&lt;br /&gt;2. Fungsi Psikologis :&lt;br /&gt;a. Memberikan kasih sayang dan rasa aman&lt;br /&gt;b. Memberikan perhatian di antara anggota keluarga&lt;br /&gt;c. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga&lt;br /&gt;d. Memberikan identitas keluarga&lt;br /&gt;3. Fungsi sosialisasi :&lt;br /&gt;a. Membina sosialisasi pada anak&lt;br /&gt;b. Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak&lt;br /&gt;c. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga&lt;br /&gt;4. Fungsi ekonomi :&lt;br /&gt;a. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga&lt;br /&gt;b. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga&lt;br /&gt;c. Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang (pendidikan, jaminan hari tua)&lt;br /&gt;5. Fungsi pendidikan :&lt;br /&gt;a. Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya&lt;br /&gt;b. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa&lt;br /&gt;c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.&lt;br /&gt;TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN / PERKEMBANGAN KELUARGA&lt;br /&gt;Meskipun setiap keluarga melalui tahapan perkembangannya secara unik, namun secara umum seluruh keluarga mengikuti pola yang sama (Rodgers cit Friedman, 199  :&lt;br /&gt;1. Pasangan baru (keluarga baru)&lt;br /&gt;Keluarga baru dimulai saat masing-masing individu laki-laki dan perempuan membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan (psikologis) keluarga masing-masing :&lt;br /&gt;a. Membina hubungan intim yang memuaskan&lt;br /&gt;b. Membina hubungan dengan keluarga lain, teman, kelompok sosial&lt;br /&gt;c. Mendiskusikan rencana memiliki anak&lt;br /&gt;2. Keluarga child-bearing (kelahiran anak pertama)&lt;br /&gt;Keluarga yang menantikan kelahiran, dimulai dari kehamilan samapi kelahiran anak pertama dan berlanjut damapi anak pertama berusia 30 bulan :&lt;br /&gt;a. Persiapan menjadi orang tua&lt;br /&gt;b. Adaptasi dengan perubahan anggota keluarga, peran, interaksi, hubungan sexual dan kegiatan keluarga&lt;br /&gt;c. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan&lt;br /&gt;3. Keluarga dengan anak pra-sekolah&lt;br /&gt;Tahap ini dimulai saat kelahiran anak pertama (2,5 bulan) dan berakhir saat anak berusia 5 tahun :&lt;br /&gt;a. Memenuhi kebutuhan anggota keluarga, seperti kebutuhan tempat tinggal, privasi dan rasa aman&lt;br /&gt;b. Membantu anak untuk bersosialisasi&lt;br /&gt;c. Beradaptasi dengan anak yang baru lahir, sementara kebutuhan anak yang lain juga harus terpenuhi&lt;br /&gt;d. Mempertahankan hubungan yang sehat, baik di dalam maupun di luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar)&lt;br /&gt;e. Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak (tahap yang paling repot)&lt;br /&gt;f. Pembagian tanggung jawab anggota keluarga&lt;br /&gt;g. Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh dan kembang anak&lt;br /&gt;4. Keluarga dengan anak sekolah&lt;br /&gt;Tahap ini dimulai saat anak masuk sekolah pada usia enam tahun dan berakhir pada usia 12 tahun. Umumnya keluarga sudah mencapai jumlah anggota keluarga maksimal, sehingga keluarga sangat sibuk :&lt;br /&gt;a. Membantu sosialisasi anak : tetangga, sekolah dan lingkungan&lt;br /&gt;b. Mempertahankan keintiman pasangan&lt;br /&gt;c. Memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga&lt;br /&gt;5. Keluarga dengan anak remaja&lt;br /&gt;Dimulai pada saat anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya berakhir sampai 6-7 tahun kemudian, yaitu pada saat anak meninggalkan rumah orangtuanya. Tujuan keluarga ini adalah melepas anak remaja dan memberi tanggung jawab serta kebebasan yang lebih besar untuk mempersiapkan diri menjadi lebih dewasa :&lt;br /&gt;a. Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab, mengingat remaja sudah bertambah dewasa dan meningkat otonominya&lt;br /&gt;b. Mempertahankan hubungan yang intim dalam keluarga&lt;br /&gt;c. Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orangtua. Hindari perdebatan, kecurigaan dan permusuhan&lt;br /&gt;d. Perubahan sistem peran dan peraturan untuk tumbuh kembang keluarga&lt;br /&gt;6. Keluarga dengan anak dewasa (pelepasan)&lt;br /&gt;Tahap ini dimulai pada saat anak pertama meninggalkan rumah dan berakhir pada saat anak terakhir meninggalkan rumah. Lamanya tahap ini tergantung dari jumlah anak dalam keluarga, atau jika ada anak yang belum berkeluarga dan tetap tinggal bersama orang tua :&lt;br /&gt;a. Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar&lt;br /&gt;b. Mempertahankan keintiman pasangan&lt;br /&gt;c. Membantu orangtua suami/istri yang sedang sakit dan memasuki masa tua&lt;br /&gt;d. Membantu anak untuk mandiri di masyarakat&lt;br /&gt;e. Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga&lt;br /&gt;7. Keluarga usia pertengahan&lt;br /&gt;Tahap ini dimulai pada saat anak yang terakhir meninggalkan rumah dan berakhir saat pensiun atau salah satu pasangan meninggal :&lt;br /&gt;a. Mempertahankan kesehatan&lt;br /&gt;b. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan teman sebaya dan anak-anak&lt;br /&gt;c. Meningkatkan keakraban pasangan&lt;br /&gt;8. Keluarga usia lanjut&lt;br /&gt;Tahap terakhir perkembangan keluarga ini dimulai pada saat salah satu pasangan pensiun, berlanjut saat salah satu pasangan meninggal damapi keduanya meninggal :&lt;br /&gt;a. Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan&lt;br /&gt;b. Adaptasi dengan peruabahan kehilangan pasangan, teman, kekuatan fisik dan pendapatan&lt;br /&gt;c. Mempertahankan keakraban suami istri dan saling merawat&lt;br /&gt;d. Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat&lt;br /&gt;e. Melakukan life review (merenungkan hidupnya).&lt;br /&gt;PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA&lt;br /&gt;Perawatan kesehatan keluarga adalah tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau kesatuan yang dirawat, dengan sehat sebagai tujuan melalui perawatan sebagai saran/penyalur.&lt;br /&gt;Alasan Keluarga sebagai Unit Pelayanan :&lt;br /&gt;1. Keluarga sebagai unit utama masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat&lt;br /&gt;2. Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah, mengabaikan atau memperbaiki masalah-masalah kesehatan dalam kelompoknya&lt;br /&gt;3. Masalah-masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan, dan apabila salah satu angota keluarga mempunyai masalah kesehatan akan berpengaruh terhadap anggota keluarga lainnya&lt;br /&gt;4. Dalam memelihara kesehatan anggota keluarga sebagai individu (pasien), keluarga tetap berperan sebagai pengambil keputusan dalam memelihara kesehatan para anggotanya&lt;br /&gt;5. Keluarga merupakan perantara yang efektif dan mudah untuk berbagai upaya kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;Tujuan Perawatan Kesehatan Keluarga&lt;br /&gt;1. Tujuan umum :&lt;br /&gt;Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memelihara kesehatan keluarga mereka, sehingga dapat meningkatkan status kesehatan keluarganya&lt;br /&gt;2. Tujuan khusus :&lt;br /&gt;a. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi oleh keluarga&lt;br /&gt;b. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam menanggulangi masalah-masalah kesehatan dasar dalam keluarga&lt;br /&gt;c. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah kesehatan para anggotanya&lt;br /&gt;d. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap anggota keluarga yang sakit dan dalam mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya&lt;br /&gt;e. Meningkatkan produktivitas keluarga dalam meningkatkan mutu hidupnya&lt;br /&gt;Tugas-tugas Keluarga dalam Bidang Kesehatan&lt;br /&gt;Untuk dapat mencapai tujuan asuhan keperawatan kesehatan keluarga, keluarga mempunyai tugas dalam pemeliharaan kesehatan para anggotanya dan saling memelihara. Freeman (1981) :&lt;br /&gt;1. Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota keluarga&lt;br /&gt;2. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat&lt;br /&gt;3.Memberikan keperawatan kepada anggota keluarganya yang sakit, dan yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usaianya yang terlalu muda&lt;br /&gt;4. Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga&lt;br /&gt;5. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan lembaga-lembaga kesehatan, yang menunjukkan pemanfaatan dengan baik fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada.&lt;br /&gt;Peran Perawat Keluarga :&lt;br /&gt;1. Pendidik&lt;br /&gt;Perawat perlu memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga agar :&lt;br /&gt;a. Keluarga dapat melakukan program asuhan kesehatan keluarga secara mandiri&lt;br /&gt;b. Bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan keluarga&lt;br /&gt;2. Koordinator&lt;br /&gt;Diperlukan pada perawatan berkelanjutan agar pelayanan yang komprehensif dapat tercapai. Koordinasi juga sangat diperlukan untuk mengatur program kegiatan atau terapi dari berbagai disiplin ilmu agar tidak terjadi tumpang tindih dan pengulangan&lt;br /&gt;3. Pelaksana&lt;br /&gt;Perawat yang bekerja dengan klien dan keluarga baik di rumah, klinik maupun di rumah sakit bertanggung jawab dalam memberikan perawatan langsung. Kontak pertama perawat kepada keluarga melalui anggota keluarga yang sakit. Perawat dapat mendemonstrasikan kepada keluarga asuhan keperawatan yang diberikan dengan harapan keluarga nanti dapat melakukan asuhan langsung kepada anggota keluarga yang sakit&lt;br /&gt;4. Pengawas kesehatan&lt;br /&gt;Sebagai pengawas kesehatan, perawat harus melakukan home visite atau kunjungan rumah yang teratur untuk mengidentifikasi atau melakukan pengkajian tentang kesehatan keluarga&lt;br /&gt;5. Konsultan&lt;br /&gt;Perawat sebagai narasumber bagi keluarga di dalam mengatasi masalah kesehatan. Agar keluarga mau meminta nasehat kepada perawat, maka hubungan perawat-keluarga harus dibina dengan baik, perawat harus bersikap terbuka dan dapat dipercaya&lt;br /&gt;6. Kolaborasi&lt;br /&gt;Perawat komunitas juga harus bekerja dama dengan pelayanan rumah sakit atau anggota tim kesehatan yang lain untuk mencapai tahap kesehatan keluarga yang optimal&lt;br /&gt;7. Fasilitator&lt;br /&gt;Membantu keluarga dalam menghadapi kendala untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Agar dapat melaksanakan peran fasilitator dengan baik, maka perawat komunitas harus mengetahui sistem pelayanan kesehatan (sistem rujukan, dana sehat, dll)&lt;br /&gt;8. Penemu kasus&lt;br /&gt;Mengidentifikasi masalah kesehatan secara dini, sehingga tidak terjadi ledakan atau wabah&lt;br /&gt;9. Modifikasi lingkungan&lt;br /&gt;Perawat komunitas juga harus dapat mamodifikasi lingkungan, baik lingkungan rumah maupun lingkungan masyarakat, agar dapat tercipta lingkungan yang sehat.&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip Perawatan Keluarga :&lt;br /&gt;1. Keluarga sebagai unit atau satu kesatuan dalam pelayanan kesehatan &lt;br /&gt;2. Dalam memberikan asuhan perawatan kesehatan keluarga, sehat sebagai tujuan utama &lt;br /&gt;3. Asuhan keperawatan yang diberikan sebagai sarana dalam mencapai peningkatan kesehatan keluarga &lt;br /&gt;4. Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga, perawat melibatkan peran serta keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya &lt;br /&gt;5. Lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan yang bersifat promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif &lt;br /&gt;6. Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga memanfaatkan sumber daya keluarga semaksimal mungkin untuk kepentingan kesehatan keluarga &lt;br /&gt;7. Sasaran asuhan perawatan kesehatan keluarga adalah keluarga secara keseluruhan &lt;br /&gt;8. Pendekatan yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga adalah pendekatan pemecahan masalah dengan menggunakan proses keperawatan &lt;br /&gt;9. Kegiatan utama dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga adalah penyuluhan kesehatan dan asuhan perawatan kesehatan dasar/perawatan di rumah &lt;br /&gt;10. Diutamakan terhadap keluarga yang termasuk resiko tinggi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Daftar pustaka&lt;br /&gt;Smeltzer, Suzanne; Suzanne; and Benda G Bare. (2001), Buku Saku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8. Jakarta: EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakata: EGC.&lt;br /&gt;Carpenito, L. J. Handbook of Nursing Diagnosa. Edisi 8, Alih Bahasa Monica Ester. (2001). Jakarta: EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carpenito, L. J. (1999) Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 7, Alih Bahasa Monica Ester. Jakarta: EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friedman, M. M. (1998). Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek, Edisi 3. Jakarta: EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effendy. N (1998). Dasar- dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Edisi 2. Jakarta; EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500203/konsepkel.rar.html"&gt;DOWNLOAD KONSEP KELUARGA KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-4477766507550993094?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/4477766507550993094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=4477766507550993094' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4477766507550993094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4477766507550993094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/konsep-keluarga.html' title='KONSEP KELUARGA'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-851416522409546322</id><published>2009-04-28T07:26:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:29:51.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ANSIETAS / GELISAH</title><content type='html'>Ansietas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi :&lt;br /&gt;Keadaan dimana individu/kelompok mengalami perasaan gelisah (penilaian atau opini) dan aktivasi system syaraf autonom dalam berespons terhadap ancaman tidak jelas, non spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;Setiap faktor yang mengganggu kebutuhan dasar manusia akan makanan, air, kenyamanan, dan keamanan.&lt;br /&gt;Situasional&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ancaman aktual atau yang dirasakan terhadap konsep diri :&lt;br /&gt;  Kehilangan benda-benda yang dimiliki&lt;br /&gt;  Kegagalan (atau keberhasilan)&lt;br /&gt;  Perubahan dalam status atau prestise&lt;br /&gt;  Kurang penghargaan dari orang lain&lt;br /&gt;  Dilema etik&lt;br /&gt;Berhubungan dengan kehilangan orang terdekat (aktual atau risti) :&lt;br /&gt;  Kematian&lt;br /&gt;  Perceraian&lt;br /&gt;  Tekanan budaya&lt;br /&gt;  Perpindahan&lt;br /&gt;  Perpisahan sementara atau permanen&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ancaman integritas biologis (aktual atau risti) :&lt;br /&gt;  Menjelang kematian&lt;br /&gt;  Serangan&lt;br /&gt;  Penyakit&lt;br /&gt;  Prosedur invasif&lt;br /&gt;Berhubungan dengan perubahan dalam lingkungan (aktual atau risti) :&lt;br /&gt;  Perawatan rumah sakit&lt;br /&gt;  Perpindahan&lt;br /&gt;  Pensiun&lt;br /&gt;  Bahaya terhadap keamanan&lt;br /&gt;  Polutan lingkungan&lt;br /&gt;Berhubungan dengan perubahan status sosioekonomi (aktual atau risti) :&lt;br /&gt;  Pengangguran&lt;br /&gt;  Pekerjaan baru&lt;br /&gt;  Promosi&lt;br /&gt;Berhubungan dengan transmisi ansietas orang lain terhadap individu.&lt;br /&gt;Maturasional&lt;br /&gt;Bayi/anak&lt;br /&gt; Berhubungan dengan perpisahan&lt;br /&gt; Berhubungan dengan lingkungan atau orang asing&lt;br /&gt; Berhubungan dengan perubahan hubungan sebaya&lt;br /&gt;Remaja&lt;br /&gt; Berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri :&lt;br /&gt;  Perkembangan seksual&lt;br /&gt;  Perubahan hubungan dengan teman sebaya&lt;br /&gt;Dewasa&lt;br /&gt; Berhubungan dengan konsep diri :&lt;br /&gt;  Kehamilan&lt;br /&gt;  Menjadi orang tua&lt;br /&gt;  Perubahan karir&lt;br /&gt;  Efek penuaan&lt;br /&gt;Lansia&lt;br /&gt; Berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri :&lt;br /&gt;  Kehilangan sensori&lt;br /&gt;  Kehilangan motorik&lt;br /&gt;  Masalah finansial&lt;br /&gt;  Perubahan pensiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang harus ada :&lt;br /&gt;Fisiologi&lt;br /&gt; Peningkatan frekwensi denyut jantung&lt;br /&gt; Insomnia&lt;br /&gt; Kenaikan tekanan darah&lt;br /&gt; Keletihan dan kelamahan&lt;br /&gt; Peningkatan frekwensi pernapasan&lt;br /&gt; Semburat merah atau pucat&lt;br /&gt; Diaforesis &lt;br /&gt;Mulut kering&lt;br /&gt;Dilatasi pupil&lt;br /&gt;Pegal-pegal dan nyeri&lt;br /&gt;Perubahan tinggi suara/suara tremor&lt;br /&gt;Gemetar&lt;br /&gt;Kegelisahan&lt;br /&gt;Palpitasi&lt;br /&gt;Pingsan/pusing&lt;br /&gt;Mual-mual atau muntah&lt;br /&gt;Parestesia&lt;br /&gt;Sering berkemih&lt;br /&gt;Bercak kemerahan&lt;br /&gt;Diare&lt;br /&gt;Emosional&lt;br /&gt; Klien mengaku tentang&lt;br /&gt;Keprihatinan&lt;br /&gt;Ketidak-berdayaan&lt;br /&gt;Kehilangan kontrol&lt;br /&gt;Kegelisahan&lt;br /&gt;Ketegangan atau menjadi sangat gembira&lt;br /&gt;Ketidakmampuan untuk rileks&lt;br /&gt;Ketidakberuntungan yang diantisipasi&lt;br /&gt;Klien memperlihatkan&lt;br /&gt;Peka rangsang/tidak sabar&lt;br /&gt;Mengkritik diri sendiri dan orang lain&lt;br /&gt;Marah meledak-ledak&lt;br /&gt;Menarik diri&lt;br /&gt;Menangis&lt;br /&gt;Kurang inisiatif&lt;br /&gt;Kecenderungan menyalahkan orang lain&lt;br /&gt;Mencela diri sendiri&lt;br /&gt;Reaksi terkejut&lt;br /&gt;Kognitif&lt;br /&gt;Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi&lt;br /&gt;Kurang waspada terhadap lingkungan sekitar&lt;br /&gt;Pelupa&lt;br /&gt;Melamun&lt;br /&gt;Berorientasi pada masa lalu&lt;br /&gt;Pikiran buntu&lt;br /&gt;Terlalu perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil&lt;br /&gt;Seseorang akan :&lt;br /&gt;1. Menggambarkan ansietas dan pola kopingnya&lt;br /&gt;2. Menghubungkan peningkatan psikologi dan kenyamanan fisiologis&lt;br /&gt;3. Menggunakan mekanisme koping yang efektif dalam menangani ansietas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt;1. Kaji ansietas : ringan, sedang, berat&lt;br /&gt;2. Memberikan ketentraman dan kenyamanan hati&lt;br /&gt;a. Tinggal bersama klien&lt;br /&gt;b. Jangan atau meminta klien untuk membuat keputusan&lt;br /&gt;c. Berbicara dengan tenang dan perlahan, menggunakan kalimat yang pendak dan sederhana&lt;br /&gt;d. Waspada terhadap perhatian anda sendiri dan hindari ansietas yang timbal balik&lt;br /&gt;e. Perlihatkan rasa empati (mis ; datang dengan tenang, menyentuh, membiarkan menangis, berbicara)&lt;br /&gt;3. Singkirkan stimulasi yang berlebih (mis; tempatkan klien di ruangan yang lebih tenang); batasi kontak dengan orang lain&lt;br /&gt;4. Apabila ansietas telah berkurang, bantu klien untuk mengenali ansietas dengan tujuan untuk mulai memahami atau memecahkan masalah&lt;br /&gt;a. Berikan dorongan klien untuk mengingat dan menganalisa peristiwa ansietas serupa.&lt;br /&gt;b. Gali perilaku alternatif apa yang mungkin telah digunakan jika kopingnya maladaptif.&lt;br /&gt;5. Bantu klien yang sedang marah&lt;br /&gt;a. identifikasi adanya marah (mis; perasaan frustasi, ansietas, ketidakberdayaan, adanya peka rangsang, berbicara meledak-ledak)&lt;br /&gt;b. Kenali reaksi anda terhadap perilaku klien; waspadai perasaan anda sendiri dalam bekerja dengan individu yang sedang marah.&lt;br /&gt;c. Bantu dalam membuat hubungan antara frustasi dengan perasaan selanjutnya.&lt;br /&gt;d. Sebutkan batasan-batasan dengan jelas; katakan pada individu apa yang benar-benar diharapkan (mis; ”Saya tidak dapat membiarkan anda berteriak”[melempar benda-benda, dsb]).&lt;br /&gt;e. Ketika menyebutkan perilaku yang tidak dapat diterima, berikan suatu alternatif (mis; beri ruangan yang tenang, aktifitas fisik, kesempatan untuk berkomunikasi dari hati ke hati)&lt;br /&gt;f. Kembangkan strategi modifikasi perilaku; bicarakan dengan seluruh personil yang terlibat agar konsisten&lt;br /&gt;g. Lakukan interaksi dengan klien apabila dia tidak banyak menuntut atau manipulatif&lt;br /&gt;6. Bila berkenan, berikan aktifitas yang dapat mengurangi ketegangan (mis; aktivitas fisik, permainan-permainan)&lt;br /&gt;7. Bantu anak yang sedang marah&lt;br /&gt;a. Berikan dorongan pada anak untuk mengungkapkan kemarahannya (mis; ”Apa yang kamu rasakan ketika disuntik?”, ” Bagaimana perasaanmu jika Mimin tidak mau bermain denganmu?”)&lt;br /&gt;b. Katakan pada anak bahwa marah adalah hal yang biasa (mis;”Saya kadang-kadang marah jika saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan.”)&lt;br /&gt;c. Berikan dorongan dan biarkan anak untuk mengekspresikan marah dalam cara yang dapat diterima (mis; berbicara keras-keras, memukul mainan, berlari keluar mengelilingi rumah)&lt;br /&gt;8. Untuk orang-orang yang diidentifikasi mengalami ansietas kronis dan mekanisme koping maladaptif, rujuk untuk penanganan psikiatrik berkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500228/Ansietas.rar.html"&gt;DOWNLOAD MATERI DIATAS, KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-851416522409546322?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/851416522409546322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=851416522409546322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/851416522409546322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/851416522409546322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/ansietas-gelisah.html' title='ANSIETAS / GELISAH'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-7937238354991479127</id><published>2009-04-28T07:25:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:29:51.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN FRAKTUR</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN FRAKTUR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Fraktur cruris adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya, terjadi pada tulang tibia dan fibula. Fraktur terjadi jika tulang dikenao stress yang lebih besar dari yang dapat diabsorbsinya. (Brunner &amp; Suddart, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. JENIS FRAKTUR&lt;br /&gt;a. Fraktur komplet : patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanya mengalami pergeseran.&lt;br /&gt;b. Fraktur tidak komplet: patah hanya pada sebagian dari garis tengah tulang&lt;br /&gt;c. Fraktur tertutup:  fraktur tapi tidak menyebabkan robeknya kulit&lt;br /&gt;d. Fraktur terbuka: fraktur dengan luka pada kulit atau membran mukosa sampai ke patahan tulang.&lt;br /&gt;e. Greenstick: fraktur dimana salah satu sisi tulang patah,sedang sisi lainnya membengkak.&lt;br /&gt;f. Transversal: fraktur sepanjang garis tengah tulang&lt;br /&gt;g. Kominutif: fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa frakmen&lt;br /&gt;h. Depresi: fraktur dengan fragmen patahan terdorong ke dalam&lt;br /&gt;i. Kompresi: Fraktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang belakang)&lt;br /&gt;j. Patologik: fraktur yang terjadi pada daerah tulang  oleh ligamen atau tendo pada daerah perlekatannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. ETIOLOGI&lt;br /&gt;a. Trauma&lt;br /&gt;b. Gerakan pintir  mendadak&lt;br /&gt;c. Kontraksi otot ekstem&lt;br /&gt;d. Keadaan patologis : osteoporosis, neoplasma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PATYWAYS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma langsung   trauma tidak langsung   kondisi patologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          FRAKTUR&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Diskontinuitas tulang        pergeseran frakmen tulang             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perub jaringan sekitar     kerusakan frakmen tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran frag  Tlg laserasi kulit: spasme otot                tek. Ssm tlg &gt; tinggi dr kapiler&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                       putus vena/arteri       peningk tek kapiler reaksi stres klien&lt;br /&gt;deformitas&lt;br /&gt; perdarahan pelepasan histamin         melepaskan katekolamin&lt;br /&gt;gg. fungsi  &lt;br /&gt;                                                        protein plasma hilang               memobilisai asam lemak&lt;br /&gt;                          kehilangan volume cairan&lt;br /&gt; edema                   bergab dg trombosit&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                                                                                                     emboli&lt;br /&gt;        penekn pem. drh&lt;br /&gt;                                                                                          menyumbat pemb drh&lt;br /&gt;           penurunan perfusi jar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. MANIFESTASI KLINIS&lt;br /&gt;a. Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya samapi fragmen tulang diimobilisasi, hematoma, dan edema&lt;br /&gt;b. Deformitas karena adanya pergeseran fragmen tulang yang patah&lt;br /&gt;c. Terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena kontraksi otot yang melekat  diatas dan dibawah tempat fraktur&lt;br /&gt;d. Krepitasi akibat gesekan antara fragmen satu dengan lainnya&lt;br /&gt;e. Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. PEMERIKSAAN PENUNJANG&lt;br /&gt;a. Pemeriksaan foto radiologi dari fraktur : menentukan lokasi, luasnya&lt;br /&gt;b. Pemeriksaan jumlah darah lengkap&lt;br /&gt;c. Arteriografi : dilakukan bila kerusakan vaskuler dicurigai&lt;br /&gt;d. Kreatinin : trauma otot meningkatkanbeban kreatinin untuk klirens ginjal&lt;br /&gt;VII. PENATALAKSANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Reduksi fraktur terbuka atau tertutup : tindakan manipulasi fragmen-fragmen tulang yang patah sedapat mungkin  untuk kembali seperti letak semula.&lt;br /&gt;b. Imobilisasi fraktur&lt;br /&gt; Dapat dilakukan dengan fiksasi eksterna atau interna&lt;br /&gt;c. Mempertahankan dan mengembalikan fungsi&lt;br /&gt; Reduksi dan imobilisasi harus dipertahankan sesuai kebutuhan&lt;br /&gt; Pemberian analgetik untuk mengerangi nyeri&lt;br /&gt; Status neurovaskuler (misal: peredarandarah, nyeri, perabaan gerakan) dipantau&lt;br /&gt; Latihan isometrik dan setting otot diusahakan untuk meminimalakan atrofi disuse dan meningkatkan peredaran darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. KOMPLIKASI&lt;br /&gt;a. Malunion : tulang patah telahsembuh dalam posisi yang tidak seharusnya.&lt;br /&gt;b. Delayed union : proses penyembuhan yang terus berjlan tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat dari keadaan normal.&lt;br /&gt;c. Non union : tulang yang tidak menyambung kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX. PENGKAJIAN &lt;br /&gt;1. Pengkajian primer&lt;br /&gt;- Airway&lt;br /&gt;Adanya sumbatan/obstruksi jalan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan reflek batuk&lt;br /&gt;- Breathing&lt;br /&gt;Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas, timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur, suara nafas terdengar ronchi /aspirasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Circulation&lt;br /&gt;TD dapat normal atau meningkat , hipotensi terjadi pada tahap lanjut, takikardi, bunyi jantung normal pada tahap dini, disritmia, kulit dan membran mukosa pucat, dingin, sianosis pada tahap lanjut&lt;br /&gt;2. Pengkajian sekunder&lt;br /&gt;a.Aktivitas/istirahat&lt;br /&gt; kehilangan fungsi pada bagian yangterkena&lt;br /&gt; Keterbatasan mobilitas&lt;br /&gt;b. Sirkulasi&lt;br /&gt; Hipertensi ( kadang terlihat sebagai respon nyeri/ansietas)&lt;br /&gt; Hipotensi ( respon terhadap kehilangan darah)&lt;br /&gt; Tachikardi&lt;br /&gt; Penurunan nadi pada bagiian distal yang cidera&lt;br /&gt; Cailary refil melambat&lt;br /&gt; Pucat pada bagian yang terkena&lt;br /&gt; Masa hematoma pada sisi cedera&lt;br /&gt;c. Neurosensori&lt;br /&gt; Kesemutan&lt;br /&gt; Deformitas, krepitasi, pemendekan&lt;br /&gt; kelemahan&lt;br /&gt;d. Kenyamanan&lt;br /&gt; nyeri tiba-tiba saat cidera&lt;br /&gt; spasme/ kram otot&lt;br /&gt;e. Keamanan&lt;br /&gt; laserasi kulit&lt;br /&gt; perdarahan&lt;br /&gt; perubahan warna&lt;br /&gt; pembengkakan lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI &lt;br /&gt;a. Kerusakan mobilitas fisik b.d cedera jaringan sekitasr fraktur, kerusakan rangka neuromuskuler&lt;br /&gt;Tujuan : kerusakn mobilitas fisik dapat berkurang setelah dilakukan tindakan keperaawatan&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt; Meningkatkan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin&lt;br /&gt; Mempertahankan posisi fungsinal&lt;br /&gt; Meningkaatkan kekuatan /fungsi yang sakit&lt;br /&gt; Menunjukkan tehnik mampu melakukan aktivitas&lt;br /&gt; Intervensi:&lt;br /&gt;            a. Pertahankan tirah baring dalam posisi yang diprogramkan&lt;br /&gt;b. Tinggikan ekstrimutas yang sakit&lt;br /&gt;c. Instruksikan klien/bantu dalam latian rentanng gerak pada ekstrimitas yang sakit dan tak sakit&lt;br /&gt;d. Beri penyangga pada ekstrimit yang sakit diatas dandibawah fraktur ketika bergerak&lt;br /&gt;e. Jelaskan pandangan dan keterbatasan dalam aktivitas&lt;br /&gt;f. Berikan dorongan ada pasien untuk melakukan AKS dalam lngkup keterbatasan dan beri bantuan sesuai kebutuhan’Awasi teanan daraaah, nadi dengan melakukan aktivitas&lt;br /&gt;g. Ubah psisi secara periodik&lt;br /&gt;h. Kolabirasi fisioterai/okuasi terapi&lt;br /&gt;b.Nyeri b.d spasme tot , pergeseran fragmen tulang&lt;br /&gt; Tujuan ; nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan perawatan&lt;br /&gt; Kriteria hasil:&lt;br /&gt; Klien menyatajkan nyei berkurang&lt;br /&gt; Tampak rileks, mampu berpartisipasi dalam aktivitas/tidur/istirahat dengan tepat&lt;br /&gt; Tekanan darahnormal&lt;br /&gt; Tidak ada eningkatan nadi dan RR&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a. Kaji ulang lokasi, intensitas dan tpe nyeri&lt;br /&gt;b. Pertahankan imobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring&lt;br /&gt;c. Berikan lingkungan yang tenang dan berikan dorongan untuk melakukan aktivitas hiburan&lt;br /&gt;d. Ganti posisi dengan bantuan bila ditoleransi&lt;br /&gt;e. Jelaskanprosedu sebelum memulai&lt;br /&gt;f. Akukan danawasi latihan rentang gerak pasif/aktif&lt;br /&gt;g. Drong  menggunakan tehnik manajemen stress, contoh : relasksasi, latihan nafas dalam, imajinasi visualisasi, sentuhan&lt;br /&gt;h. Observasi tanda-tanda vital&lt;br /&gt;i. Kolaborasi : pemberian analgetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kerusakan integritas jaringan b.d fraktur terbuka , bedah perbaikan&lt;br /&gt;Tujuan: kerusakan integritas jaringan dapat diatasi setelah tindakan perawatan&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt; Penyembuhan luka sesuai waktu&lt;br /&gt; Tidak ada laserasi, integritas kulit baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a. Kaji ulang integritas luka dan observasi terhadap tanda infeksi atau drainae&lt;br /&gt;b. Monitor suhu tubuh&lt;br /&gt;c. Lakukan perawatan kulit, dengan sering pada patah tulang yang menonjol&lt;br /&gt;d. Lakukan alihposisi dengan sering, pertahankan kesejajaran tubuh&lt;br /&gt;e. Pertahankan sprei tempat tidur tetap kering dan bebas kerutan&lt;br /&gt;f. Masage kulit ssekitar akhir gips dengan alkohol&lt;br /&gt;g. Gunakan tenaat tidur busa atau kasur udara sesuai indikasi&lt;br /&gt;h. Kolaborasi emberian antibiotik.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tucker,Susan Martin (1993). Standar Perawatan Pasien, Edisi V, Vol 3. Jakarta. EGC&lt;br /&gt;2. Donges Marilynn, E. (1993). Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta. EGC&lt;br /&gt;3. Smeltzer Suzanne, C (1997). Buku Ajar Medikal Bedah, Brunner &amp; Suddart.  Edisi 8. Vol  3. Jakarta. EGC&lt;br /&gt;4. Price Sylvia, A (1994), Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jilid 2 . Edisi 4. Jakarta. EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500231/ASKEPfraktur.zip.html"&gt;DOWNLOAD ASKEP DIATAS, KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-7937238354991479127?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/7937238354991479127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=7937238354991479127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7937238354991479127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7937238354991479127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/asuhan-keperawatan-klien-dengan-fraktur.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN FRAKTUR'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-4266507539097994072</id><published>2009-04-28T07:23:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:29:51.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASKEP ARDS</title><content type='html'>Asuhan Keperawatan KLIEN dengan &lt;br /&gt;ARDS (Adult Respiratory Distress Syndrome)&lt;br /&gt;Pre Acut / Post Acut Care&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI&lt;br /&gt; Gangguan paru yang progresif dan tiba-tiba ditandai dengan sesak napas yang berat, hipoksemia dan infiltrat yang menyebar dikedua belah paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETIOLOGI&lt;br /&gt;ARDS berkembang sebagai akibat kondisi atau kejadian berbahaya berupa trauma jaringan paru baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR RESIKO&lt;br /&gt;1. Trauma langsung pada paru&lt;br /&gt;• Pneumoni virus,bakteri,fungal&lt;br /&gt;• Contusio paru&lt;br /&gt;• Aspirasi cairan lambung&lt;br /&gt;• Inhalasi asap berlebih&lt;br /&gt;• Inhalasi toksin&lt;br /&gt;• Menghisap O2 konsentrasi tinggi dalam waktu lama&lt;br /&gt;2. Trauma tidak langsung&lt;br /&gt;• Sepsis&lt;br /&gt;• Shock&lt;br /&gt;• DIC (Dissemineted Intravaskuler Coagulation)&lt;br /&gt;• Pankreatitis&lt;br /&gt;• Uremia&lt;br /&gt;• Overdosis Obat&lt;br /&gt;• Idiophatic (tidak diketahui)&lt;br /&gt;•    Bedah Cardiobaypass yang lama&lt;br /&gt;• Transfusi darah yang banyak&lt;br /&gt;• PIH (Pregnand Induced Hipertension)&lt;br /&gt;• Peningkatan TIK&lt;br /&gt;• Terapi radiasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANIFESTASI KLINIK&lt;br /&gt;1. Peningkatan jumlah pernapasan&lt;br /&gt;2. Klien mengeluh sulit bernapas, retraksi dan sianosis&lt;br /&gt;3. Pada Auskultasi mungkin terdapat suara napas tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;Timbul serangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma endotelium paru          Kerusakan Jaringan Paru          Trauma type II&lt;br /&gt;dan epitelium alveolar          Pneumocytes&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Peningkatan permeabilitas     Penurunan surfactan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Edema pulmonal Penurunan pengembangan        Atelektasis&lt;br /&gt;paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alveoli terendam             Hipoksemia             Abnormalitas &lt;br /&gt;                 ventilasi-perfusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Proses penyembuhan        Fibrosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sembuh ?         Kematian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENATA LAKSANAAN MEDIS&lt;br /&gt;Tujuan Terapi :&lt;br /&gt;• Support pernapasan&lt;br /&gt;• Mengobati penyebab jika mungkin&lt;br /&gt;• Mencegah komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERAPI :&lt;br /&gt;• Intubasi untuk pemasangan ETT&lt;br /&gt;• Pemasangan Ventilator mekanik (Positive end expiratory pressure) untuk mempertahankan keadekuatan level O2 darah.&lt;br /&gt;• Sedasi untuk mengurangi kecemasan dan kelelahan akibat pemasangan ventilator&lt;br /&gt;• Pengobatan tergantung klien dan proses penyakitnya : &lt;br /&gt; Inotropik agent (Dopamine ) untuk meningkatkan curah jantung &amp; tekanan darah.&lt;br /&gt; Antibiotik untuk mengatasi infeksi&lt;br /&gt; Kortikosteroid dosis besar (kontroversial) untuk mengurangi respon inflamasi dan mempertahankan stabilitas membran paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA DASAR PENGKAJIAN&lt;br /&gt; Keadaan-keadaan berikut biasanya terjadi  saat periode latent saat fungsi paru relatif masih terlihat normal (misalnya 12 – 24 jam setelah trauma/shock atau 5 – 10 hari setelah terjadinya sepsis) tapi secara berangsur-angsur memburuk sampai tahapan kegagalan pernafasan. Gejala fisik yang ditemukan amat bervariasi, tergantung daripada pada tahapan mana diagnosis dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKTIVITAS &amp; ISTIRAHAT&lt;br /&gt;Subyektif :  Menurunnya tenaga/kelelahan&lt;br /&gt;    Insomnia&lt;br /&gt;SIRKULASI&lt;br /&gt;Subyektif :  Riwayat pembedahan jantung/bypass cardiopulmonary, fenomena embolik (darah, udara, lemak)&lt;br /&gt;Obyektif :  Tekanan darah bisa normal atau meningkat (terjadinya hipoksemia), hipotensi terjadi pada stadium lanjut (shock).&lt;br /&gt;  Heart rate : takikardi biasa terjadi&lt;br /&gt;  Bunyi jantung : normal pada fase awal, S2 (komponen pulmonic) dapat terjadi&lt;br /&gt;  Disritmia dapat terjadi, tetapi ECG sering menunjukkan normal&lt;br /&gt;  Kulit dan membran mukosa : mungkin pucat, dingin. Cyanosis biasa terjadi (stadium lanjut)&lt;br /&gt;INTEGRITAS EGO&lt;br /&gt;Subyektif : Keprihatinan/ketakutan, perasaan dekat dengan kematian&lt;br /&gt;Obyektif : Restlessness, agitasi,  gemetar, iritabel, perubahan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKANAN/CAIRAN&lt;br /&gt;Subyektif : Kehilangan selera makan, nausea&lt;br /&gt;Obyektif : Formasi edema/perubahan berat badan&lt;br /&gt;  Hilang/melemahnya bowel sounds&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEUROSENSORI&lt;br /&gt;Suby./Oby. : Gejala truma kepala&lt;br /&gt;  Kelambanan mental, disfungsi motorik&lt;br /&gt;RESPIRASI&lt;br /&gt;Subyektif : Riwayat aspirasi, merokok/inhalasi gas, infeksi pulmolal diffuse&lt;br /&gt;  Kesulitan bernafas akut atau khronis, “air hunger”&lt;br /&gt;Obyektif :  Respirasi : rapid, swallow, grunting&lt;br /&gt; Peningkatan kerja nafas ; penggunaan otot bantu pernafasan seperti retraksi intercostal atau substernal, nasal flaring, meskipun kadar oksigen tinggi.&lt;br /&gt; Suara nafas : biasanya normal, mungkin pula terjadi crakles, ronchi, dan suara nafas bronkhial&lt;br /&gt;  Perkusi dada :  Dull diatas area konsolidasi&lt;br /&gt; Penurunan dan tidak seimbangnya ekpansi dada&lt;br /&gt; Peningkatan fremitus (tremor vibrator pada dada yang ditemukan dengan cara palpasi.&lt;br /&gt;  Sputum encer, berbusa&lt;br /&gt;  Pallor atau cyanosis&lt;br /&gt;  Penurunan kesadaran, confusion&lt;br /&gt;RASA AMAN&lt;br /&gt;Subyektif : Adanya riwayat trauma tulang/fraktur, sepsis, transfusi darah, episode anaplastik&lt;br /&gt;SEKSUALITAS&lt;br /&gt;Suby./Oby. : Riwayat kehamilan dengan komplikasi eklampsia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBUTUHAN BELAJAR&lt;br /&gt;Subyektif : Riwayat ingesti obat/overdosis&lt;br /&gt;Discharge Plan : Ketergantungan sebagai efek dari kerusakan pulmonal, mungkin membutuhkan asisten saat bepergian, shopping, self-care.&lt;br /&gt;STUDY DIAGNOSTIK &lt;br /&gt;- Chest X-Ray&lt;br /&gt;- ABGs/Analisa gas darah&lt;br /&gt;- Pulmonary Function Test&lt;br /&gt;- Shunt Measurement (Qs/Qt)&lt;br /&gt;- Alveolar-Arterial Gradient (A-a gradient)&lt;br /&gt;- Lactic Acid Level&lt;br /&gt;PRIORITAS KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Memperbaiki/mempertahankan fungsi respirasi optimal dan oksigenasi&lt;br /&gt;2. Meminimalkan/mencegah komplikasi&lt;br /&gt;3. Mempertahankan nutrisi adekuat untuk penyembuhan/membantu fungsi pernafasan&lt;br /&gt;4. Memberikan support emosi kepada pasien dan keluarga&lt;br /&gt;5. Memberikan informasi tentang proses penyakit, prognose, dan kebutuhan pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Bernafas spontan dengan tidal volume adekuat&lt;br /&gt;2. Suara nafas bersih/membaik&lt;br /&gt;3. Bebas sari terjadinya komplikasi&lt;br /&gt;4. Memandang secara realistis terhadap situasi&lt;br /&gt;5. Proses penyakit, prognosis dan therapi dapat dimengerti&lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan hilangnya fungsi jalan nafas, peningkatan sekret pulmonal, peningkatan resistensi jalan nafas ditandai dengan : dispneu, perubahan pola nafas, penggunaan otot pernafasan, batuk dengan atau tanpa sputum, cyanosis.&lt;br /&gt;2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan alveolar hipoventilasi, penumpukan cairan di permukaan alveoli, hilangnya surfaktan pada permukaan alveoli ditandai dengan : takipneu, penggunaan otot-otot bantu pernafasan, cyanosis, perubahan ABGs, dan A-a Gradient.&lt;br /&gt;3. Resiko tinggi defisit volume cairan berhubungan dengan penggunaan deuritik, ke-luaran cairan kompartemental&lt;br /&gt;4. Resiko tinggi kelebihan volome cairan berhubungan dengan edema pulmonal non Kardia.&lt;br /&gt;5. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran balik vena dan penurunan curah jantung,edema,hipotensi.&lt;br /&gt;6. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan pertukaran gas tidak adekuat,pening katan sekresi,penurunan kemampuan untuk oksigenasi dengan adekuat atau kelelahan.&lt;br /&gt;7. Cemas/takut berhubungan dengan krisis situasi, pengobatan , perubahan status kesehatan, takut mati, faktor fisiologi (efek hipoksemia) ditandai oleh mengekspresikan masalah yang sedang dialami, tensi meningkat, dan merasa tidak berdaya, ketakutan, gelisah.&lt;br /&gt;8. Defisit pengetahuan , mengenai kondisi , terafi yang dibutuhkan  berhubungan dengan kurang informasi, salah presepsi dari informasi yang ditandai dengan mengajukan pertanyaan , menyatakan masalahnya.&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional&lt;br /&gt;1. Tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan hilangnya fungsi jalan nafas, peningkatan sekret pulmonal, peningkatan resistensi jalan nafas ditandai dengan : dispneu, perubahan pola nafas, penggunaan otot pernafasan, batuk dengan atau tanpa sputum, cyanosis.&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;- Pasien dapat mempertahankan jalan nafas dengan bunyi nafas yang jernih dan ronchi (-)&lt;br /&gt;- Pasien bebas dari dispneu&lt;br /&gt;- Mengeluarkan sekret tanpa kesulitan&lt;br /&gt;- Memperlihatkan tingkah laku mempertahankan jalan nafas&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;Independen &lt;br /&gt;- Catat perubahan dalam bernafas dan pola nafasnya&lt;br /&gt;Penggunaan otot-otot interkostal/abdominal/leher dapat meningkatkan usaha dalam bernafas&lt;br /&gt;- Observasi dari penurunan pengembangan dada dan peningkatan fremitus&lt;br /&gt;Pengembangan dada dapat menjadi batas dari akumulasi cairan dan adanya cairan dapat meningkatkan fremitus&lt;br /&gt;- Catat karakteristik dari suara nafas&lt;br /&gt;Suara nafas terjadi karena adanya aliran udara melewati batang tracheo branchial dan juga karena adanya cairan, mukus atau sumbatan lain dari saluran nafas&lt;br /&gt;- Catat karakteristik dari batuk &lt;br /&gt;Karakteristik batuk dapat merubah ketergantungan pada penyebab dan etiologi dari jalan nafas. Adanya sputum dapat dalam jumlah yang banyak, tebal dan purulent&lt;br /&gt;- Pertahankan posisi tubuh/posisi kepala dan gunakan jalan nafas tambahan bila perlu&lt;br /&gt;Pemeliharaan jalan nafas bagian nafas dengan paten&lt;br /&gt;- Kaji kemampuan batuk, latihan nafas dalam, perubahan posisi dan lakukan suction bila ada indikasi&lt;br /&gt;Penimbunan sekret mengganggu ventilasi dan predisposisi perkembangan atelektasis dan infeksi paru&lt;br /&gt;- Peningkatan oral intake jika memungkinkan&lt;br /&gt;Peningkatan cairan per oral dapat mengencerkan sputum&lt;br /&gt;Kolaboratif&lt;br /&gt;- Berikan oksigen, cairan IV ; tempatkan di kamar humidifier sesuai indikasi&lt;br /&gt;Mengeluarkan sekret dan meningkatkan transport oksigen&lt;br /&gt;- Berikan therapi aerosol, ultrasonik nabulasasi&lt;br /&gt;Dapat berfungsi sebagai bronchodilatasi dan mengeluarkan sekret&lt;br /&gt;- Berikan fisiotherapi dada misalnya : postural drainase, perkusi dada/vibrasi jika ada indikasi&lt;br /&gt;Meningkatkan drainase sekret paru, peningkatan efisiensi penggunaan otot-otot pernafasan&lt;br /&gt;- Berikan bronchodilator misalnya : aminofilin, albuteal dan mukolitik&lt;br /&gt;Diberikan untuk mengurangi bronchospasme, menurunkan viskositas sekret dan meningkatkan ventilasi&lt;br /&gt;2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan alveolar hipoventilasi, penumpukan cairan di permukaan alveoli, hilangnya surfaktan pada permukaan alveoli ditandai dengan : takipneu, penggunaan otot-otot bantu pernafasan, cyanosis, perubahan ABGs, dan A-a Gradient.&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;- Pasien dapat memperlihatkan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat dengan nilai ABGs normal&lt;br /&gt;- Bebas dari gejala distress pernafasan&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;Independen&lt;br /&gt;- Kaji status pernafasan, catat peningkatan respirasi atau perubahan pola nafas&lt;br /&gt;Takipneu adalah mekanisme kompensasi untuk hipoksemia dan peningkatan usaha nafas&lt;br /&gt;- Catat ada tidaknya suara nafas dan adanya bunyi nafas tambahan seperti crakles, dan wheezing&lt;br /&gt;Suara nafas mungkin tidak sama atau tidak ada ditemukan. Crakles terjadi karena peningkatan cairan di permukaan jaringan yang disebabkan oleh peningkatan permeabilitas membran alveoli – kapiler. Wheezing terjadi karena bronchokontriksi atau adanya mukus pada jalan nafas&lt;br /&gt;- Kaji adanya cyanosis&lt;br /&gt;Selalu berarti bila diberikan oksigen (desaturasi 5 gr dari Hb) sebelum cyanosis muncul. Tanda cyanosis dapat dinilai pada mulut, bibir yang indikasi adanya hipoksemia sistemik, cyanosis perifer seperti pada kuku dan ekstremitas adalah vasokontriksi.&lt;br /&gt;- Observasi adanya somnolen, confusion, apatis, dan ketidakmampuan beristirahat&lt;br /&gt;Hipoksemia dapat menyebabkan iritabilitas dari miokardium&lt;br /&gt;- Berikan istirahat yang cukup dan nyaman&lt;br /&gt;Menyimpan tenaga pasien, mengurangi penggunaan oksigen&lt;br /&gt;Kolaboratif&lt;br /&gt;- Berikan humidifier oksigen dengan masker CPAP jika ada indikasi&lt;br /&gt;Memaksimalkan pertukaran oksigen secara terus menerus dengan tekanan yang sesuai&lt;br /&gt;- Berikan pencegahan IPPB &lt;br /&gt;Peningkatan ekspansi paru meningkatkan oksigenasi&lt;br /&gt;- Review X-ray dada&lt;br /&gt;Memperlihatkan kongesti paru yang progresif&lt;br /&gt;- Berikan obat-obat jika ada indikasi seperti steroids, antibiotik, bronchodilator dan ekspektorant&lt;br /&gt;Untuk mencegah ARDS&lt;br /&gt;3. Resiko tinggi defisit volume cairan &lt;br /&gt;Faktor resiko : penggunaan deuritik, keluaran cairan kompartemental&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;pasien dapat menunjukkan keadaan volume cairan normal dengan tanda tekanan darah, berat badan, urine output pada batas normal.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;Independen&lt;br /&gt;- Monitor vital signs seperti tekanan darah, heart rate, denyut nadi (jumlah dan volume)&lt;br /&gt;Berkurangnya volume/keluarnya cairan dapat meningkatkan heart rate, menurunkan tekanan darah, dan volume denyut nadi menurun.&lt;br /&gt;- Amati perubahan kesadaran, turgor kulit, kelembaban membran mukosa dan karakter sputum&lt;br /&gt;Penurunan cardiac output mempengaruhi perfusi/fungsi cerebral. Deficit cairan dapat diidentifikasi dengan penurunan turgor kulit, membran mukosa kering, sekret kental.&lt;br /&gt;- Hitung intake, output dan balance cairan. Amati “insesible loss”&lt;br /&gt;Memberikan informasi tentang status cairan. Keseimbangan cairan negatif merupakan indikasi terjadinya deficit cairan.&lt;br /&gt;- Timbang berat badan setiap hari&lt;br /&gt;Perubahan yang drastis merupakan tanda penurunan total body water&lt;br /&gt;Kolaboratif&lt;br /&gt;- Berikan cairan IV dengan observasi ketat&lt;br /&gt;Mempertahankan/memperbaiki volume sirkulasi dan tekanan osmotik. Meskipun cairan mengalami deficit, pemberian cairan IV dapat meningkatkan kongesti paru yang dapat merusak fungsi respirasi&lt;br /&gt;- Monitor/berikan penggantian elektrolit sesuai indikasi&lt;br /&gt;Elektrolit khususnya pottasium dan sodium dapat berkurang sebagai efek therapi deuritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cemas/takut berhubungan dengan krisis situasi, pengobatan , perubahan status kesehatan, takut mati, faktor fisiologi (efek hipoksemia) ditandai oleh mengekspresikan masalah yang sedang dialami, tensi meningkat, dan merasa tidak berdaya, ketakutan, gelisah.&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;- Pasien dapat mengungkapkan perasaan cemasnya secara verbal&lt;br /&gt;- Mengakui dan mau mendiskusikan ketakutannya, rileks dan rasa cemasnya mulai berkurang &lt;br /&gt;- Mampu menanggulangi, mampu menggunakan sumber-sumber pendukung untuk memecahkan masalah yang dialaminya.&lt;br /&gt;Tindakan &lt;br /&gt;Independen:&lt;br /&gt;- Observasi peningkatan pernafasan, agitasi, kegelisahan dan kestabilan emosi.&lt;br /&gt;Hipoksemia dapat menyebabkan kecemasan.&lt;br /&gt;- Pertahankan lingkungan yang tenang dengan meminimalkan stimulasi. Usahakan perawatan dan prosedur tidak menggaggu waktu istirahat.&lt;br /&gt;Cemas berkurang oleh meningkatkan relaksasi dan pengawetan energi yang digunakan.&lt;br /&gt;- Bantu dengan teknik relaksasi, meditasi. &lt;br /&gt;Memberi kesempatan untuk pasien untuk mengendalikan kecemasannya dan merasakan sendiri dari pengontrolannya.&lt;br /&gt;- Identifikasi persepsi pasien dari pengobatan yang dilakukan &lt;br /&gt;Menolong mengenali asal kecemasan/ketakutan yang dialami&lt;br /&gt;- Dorong pasien untuk mengekspresikan kecemasannya.&lt;br /&gt;Langkah awal dalam mengendalikan perasaan-perasaan yang teridentifikasi dan terekspresi. &lt;br /&gt;- Membantu menerima situsi dan hal tersebut harus ditanggulanginya.&lt;br /&gt;Menerima stress yang sedang dialami tanpa denial, bahwa segalanya akan menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;- Sediakan informasi tentang keadaan yang sedang dialaminya.&lt;br /&gt;Menolong pasien untuk menerima apa yang sedang  terjadi dan dapat mengurangi kecemasan/ketakutan apa yang tidak diketahuinya. Penentraman hati yang palsu tidak menolong sebab tidak ada perawat maupun pasien tahu hasil akhir dari permasalahan itu.&lt;br /&gt;- Identifikasi tehnik pasien yang digunakan sebelumnya untuk menanggulangi rasa cemas.&lt;br /&gt;Kemampuan yang dimiliki pasien akan meningkatkan sistem pengontrolan terhadap kecemasannya&lt;br /&gt;Kolaboratif&lt;br /&gt;- Memberikan sedative sesuai indikasi dan monitor efek yang merugikan.&lt;br /&gt;Mungkin dibutuhkan untuk menolong dalam mengontrol kecemasan dan meningkatkan istirahat. Bagaimanapun juga efek samping seperti depresi pernafasan mungkin batas atau kontraindikasi penggunaan.&lt;br /&gt;5. Defisit pengetahuan , mengenai kondisi , terafi yang dibutuhkan  berhubungan dengan kurang informasi, salah presepsi dari informasi yang ditandai dengan mengajukan pertanyaan , menyatakan masalahnya.&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;- Pasien dapat menerangkan hubungan antara proses penyakit dan terafi&lt;br /&gt;- Menjelaskan secara verbal diet, pengobatan dan cara beraktivitas&lt;br /&gt;- Mengidentifikasi  dengan benar tanda dan gejala yang membutuhkan perhatian medis&lt;br /&gt;- Memformulasikan rencana untuk follow –up&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;Independen &lt;br /&gt;- Berikan pembelajaran dari apa yang dibutuhkan pasien. Berikan informasi dengan jelas dan dimengerti. Kaji potensial untuk kerjasama dengan cara pengobatan di rumah. Meliputi hal yang dianjurkan.&lt;br /&gt;Penyembuhan dari gagal nafas mungkin memerlukan perhatian, konsentrasi dan energi untuk menerima informasi baru. Ini meliputi tentang proses penyakit yang akan menjadi berat atau yang sedang mengalami penyembuhan.&lt;br /&gt;- Sediakan informasi masalah penyebab dari penyakit yang sedang dialami pasien.&lt;br /&gt;ARDS adalah sebuah komplikasi dari penyakit lain, bukan merupakan diagnosa primer. Pasien sering bingung oleh perkembangan itu, dalam k esehatan sistem respirasi sebelumnya.&lt;br /&gt;- Instruksikan tindakan pencegahan, jika dibutuhkan. Diskusikan cara menghindari overexertion dan perlunya mempertahankan pola istirahat yang periodik. Hindari lingkungan yang dingin dan orang-orang terinfeksi.&lt;br /&gt;Pencegahan perlu dilakukan selama tahap penyembuhan. Hindari faktor yang disebabkan oleh lingkungan seperti merokok. Reaksi alergi atau infeksi yang mungkin terjadi untuk mencegah komplikasi berikutnya.&lt;br /&gt;- Sediakan informasi baik secara verbal atau tulisan mengenai pengobatan misalnya: tujuan, efek samping, cara pemberian , dosis dan kapan diberikan&lt;br /&gt;Merupakan instruksi bagi pasien untuk keamanan pengobatan dan cara-cara pengobatan dapat diikutinya.&lt;br /&gt;- Kaji kembali konseling tentang nutrisi ; kebutuhan makanan tinggi kalori &lt;br /&gt;Pasien dengan masalah respirasi yang berat biasanya kehilangan berat-badan dan anoreksia sehingga kebutuhan nutrisi meningkat untuk penyembuhan.&lt;br /&gt;- Bimbing dalam melakukan aktivitas.&lt;br /&gt;Pasien harus menghindari kelelahan dan menyelingi waktu istirahat dengan aktivitas dengan tujuan meningkatkan stamina dan cegah hal yang membutuhkan oksigen yang  banyak&lt;br /&gt;- Demonstrasikan teknik adaptasi pernafasan dan cara untuk menghemat energi   selama aktivitas.&lt;br /&gt;Kondisi yang lemah mungkin membuat kesulitan untuk pasien mengatur aktivitas yang sederhana.&lt;br /&gt;- Diskusikan follow-up care misalnya kunjungan dokter, test fungsi sistem pernafasan dan tanda/gejala yang membutuhkan evaluasi/intervensi.&lt;br /&gt;Alasan mengerti dan butuh untuk follow up care sebaik dengan apa yang merupakan kebutuhan untuk meningkatkan partisipasi pasien dalam hal medis dan mungkin mempertinggi kerjasama dengan medis.&lt;br /&gt;- Kaji rencana untuk mengunjungi pasien seperti kunjungan perawat&lt;br /&gt;Mendukung selama periode penyembuhan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carpenito,Lynda Juall. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan.EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doengoes, M.E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan  dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudak, Gall0. 1997. Keperawatan Kritis. Pendekatan Holistik.Ed.VI. Vol.I. EGC.  Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……… 2000. Diktat Kuliah Gawat Darurat. PSIK FK.Unair. TA: 2000/2001.  Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500237/ASKEP_ARDS.rar.html"&gt;DOWNLOAD ASKEP DIATAS, KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-4266507539097994072?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/4266507539097994072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=4266507539097994072' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4266507539097994072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4266507539097994072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/askep-ards.html' title='ASKEP ARDS'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-246032284319470984</id><published>2009-04-28T07:21:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:29:51.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIABETES MELLITUS</title><content type='html'>DIABETES MELLITUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).&lt;br /&gt;Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Klasifikasi&lt;br /&gt;Klasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM)&lt;br /&gt;2. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (NIDDM)&lt;br /&gt;3. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya&lt;br /&gt;4. Diabetes mellitus gestasional (GDM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Etiologi&lt;br /&gt;1. Diabetes tipe I:&lt;br /&gt;a. Faktor genetik&lt;br /&gt;Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri; tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah terjadinya DM tipe I. Kecenderungan genetik ini ditemukan pada individu yang memiliki tipe antigen HLA.&lt;br /&gt;b. Faktor-faktor imunologi&lt;br /&gt;Adanya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing. Yaitu otoantibodi terhadap sel-sel pulau Langerhans dan insulin endogen.&lt;br /&gt;c. Faktor lingkungan&lt;br /&gt;Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi selbeta.&lt;br /&gt;2. Diabetes Tipe II&lt;br /&gt;Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui. Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin.&lt;br /&gt;Faktor-faktor resiko :&lt;br /&gt;a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 th)&lt;br /&gt;b. Obesitas&lt;br /&gt;c. Riwayat keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Patofisiologi/Pathways&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defisiensi Insulin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                   glukagon↑    penurunan pemakaian &lt;br /&gt;glukosa oleh sel&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;           glukoneogenesis    hiperglikemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       lemak           protein      glycosuria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   ketogenesis              BUN↑   Osmotic Diuresis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     ketonemia     Nitrogen urine ↑     Dehidrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         ↓ pH      Hemokonsentrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Asidosis       Trombosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Aterosklerosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tanda dan Gejala&lt;br /&gt;Keluhan umum pasien DM seperti poliuria, polidipsia, polifagia pada DM umumnya tidak ada. Sebaliknya yang sering mengganggu pasien adalah keluhan akibat komplikasi degeneratif kronik pada pembuluh darah dan saraf. Pada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua, sehingga gambaran klinisnya bervariasi dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi yang luas. Keluhan yang sering muncul adalah adanya gangguan penglihatan karena katarak, rasa kesemutan pada tungkai serta kelemahan otot (neuropati perifer) dan luka pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan lazim.&lt;br /&gt;Menurut Supartondo, gejala-gejala akibat DM pada usia lanjut yang sering ditemukan adalah :&lt;br /&gt;1. Katarak    &lt;br /&gt;2. Glaukoma&lt;br /&gt;3. Retinopati&lt;br /&gt;4. Gatal seluruh badan&lt;br /&gt;5. Pruritus Vulvae&lt;br /&gt;6. Infeksi bakteri kulit&lt;br /&gt;7. Infeksi jamur di kulit&lt;br /&gt;8. Dermatopati&lt;br /&gt;9. Neuropati perifer&lt;br /&gt;10. Neuropati viseral&lt;br /&gt;11. Amiotropi&lt;br /&gt;12. Ulkus Neurotropik&lt;br /&gt;13. Penyakit ginjal&lt;br /&gt;14. Penyakit pembuluh darah perifer&lt;br /&gt;15. Penyakit koroner&lt;br /&gt;16. Penyakit pembuluh darah otak&lt;br /&gt;17. Hipertensi &lt;br /&gt;Osmotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal yang tinggi, dan dapat muncul keluhan nokturia disertai gangguan tidur, atau bahkan inkontinensia urin. Perasaan haus pada pasien DM lansia kurang dirasakan, akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi. Karena itu tidak terjadi polidipsia atau baru terjadi pada stadium lanjut.&lt;br /&gt;Penyakit yang mula-mula ringan dan sedang saja yang biasa terdapat pada pasien DM usia lanjut dapat berubah tiba-tiba, apabila pasien mengalami infeksi akut. Defisiensi insulin yang tadinya bersifat relatif sekarang menjadi absolut dan timbul keadaan ketoasidosis dengan gejala khas hiperventilasi dan dehidrasi, kesadaran menurun dengan hiperglikemia, dehidrasi dan ketonemia. Gejala yang biasa terjadi pada hipoglikemia seperti rasa lapar, menguap dan berkeringat banyak umumnya tidak ada pada DM usia lanjut. Biasanya tampak bermanifestasi sebagai sakit kepala dan kebingungan mendadak.&lt;br /&gt;Pada usia lanjut reaksi vegetatif dapat menghilang. Sedangkan gejala kebingungan dan koma yang merupakan gangguan metabolisme serebral tampak lebih jelas.&lt;br /&gt;F. Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;1. Glukosa darah sewaktu&lt;br /&gt;2. Kadar glukosa darah puasa&lt;br /&gt;3. Tes toleransi glukosa&lt;br /&gt;Kadar darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring diagnosis DM (mg/dl)&lt;br /&gt; Bukan DM Belum pasti DM DM&lt;br /&gt;Kadar glukosa darah sewaktu &lt;br /&gt;- Plasma vena&lt;br /&gt;- Darah kapiler&lt;br /&gt;Kadar glukosa darah puasa&lt;br /&gt;- Plasma vena&lt;br /&gt;- Darah kapiler &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt; 100&lt;br /&gt;&lt;80&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;110&lt;br /&gt;&lt;90 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100-200&lt;br /&gt;80-200&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;110-120&lt;br /&gt;90-110 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;200&lt;br /&gt;&gt;200&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;126&lt;br /&gt;&gt;110&lt;br /&gt;Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus pada sedikitnya 2 kali pemeriksaan :&lt;br /&gt;1. Glukosa plasma sewaktu &gt;200 mg/dl (11,1 mmol/L)&lt;br /&gt;2. Glukosa plasma puasa &gt;140 mg/dl (7,8 mmol/L)&lt;br /&gt;3. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) &gt; 200 mg/dl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Tujuan utama terapi diabetes mellitus adalah mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya untuk mengurangi komplikasi vaskuler serta neuropati. Tujuan terapeutik pada setiap tipe diabetes adalah mencapai kadar glukosa darah normal.&lt;br /&gt;Ada 5 komponen dalam penatalaksanaan diabetes :&lt;br /&gt;1. Diet&lt;br /&gt;2. Latihan&lt;br /&gt;3. Pemantauan&lt;br /&gt;4. Terapi (jika diperlukan)&lt;br /&gt;5. Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Pengkajian&lt;br /&gt; Riwayat Kesehatan Keluarga&lt;br /&gt;Adakah keluarga yang menderita penyakit seperti klien ?&lt;br /&gt; Riwayat Kesehatan Pasien dan Pengobatan Sebelumnya&lt;br /&gt;Berapa lama klien menderita DM, bagaimana penanganannya, mendapat terapi insulin jenis apa, bagaimana cara minum obatnya apakah teratur atau tidak, apa saja yang dilakukan klien untuk menanggulangi penyakitnya.&lt;br /&gt; Aktivitas/ Istirahat :&lt;br /&gt;Letih, Lemah, Sulit Bergerak / berjalan, kram otot, tonus otot menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sirkulasi&lt;br /&gt;Adakah riwayat hipertensi,AMI, klaudikasi, kebas, kesemutan pada ekstremitas, ulkus pada kaki yang penyembuhannya lama, takikardi, perubahan tekanan darah&lt;br /&gt; Integritas Ego&lt;br /&gt;Stress, ansietas&lt;br /&gt; Eliminasi&lt;br /&gt;Perubahan pola berkemih ( poliuria, nokturia, anuria ), diare&lt;br /&gt; Makanan / Cairan&lt;br /&gt;Anoreksia, mual muntah, tidak mengikuti diet, penurunan berat badan, haus, penggunaan diuretik.&lt;br /&gt; Neurosensori&lt;br /&gt;Pusing, sakit kepala, kesemutan, kebas kelemahan pada otot, parestesia,gangguan penglihatan.&lt;br /&gt; Nyeri / Kenyamanan&lt;br /&gt;Abdomen tegang, nyeri (sedang / berat)&lt;br /&gt; Pernapasan&lt;br /&gt;Batuk dengan/tanpa sputum purulen (tergangung adanya infeksi / tidak)&lt;br /&gt; Keamanan&lt;br /&gt;Kulit kering, gatal, ulkus kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Masalah Keperawatan&lt;br /&gt;1. Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan&lt;br /&gt;2. Kekurangan volume cairan &lt;br /&gt;3. Gangguan integritas kulit&lt;br /&gt;4. Resiko terjadi injury&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Intervensi&lt;br /&gt;1. Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan masukan oral, anoreksia, mual, peningkatan metabolisme protein, lemak.&lt;br /&gt;      Tujuan : kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi&lt;br /&gt;Kriteria Hasil :&lt;br /&gt; Pasien dapat mencerna jumlah kalori atau nutrien yang tepat&lt;br /&gt; Berat badan stabil atau penambahan ke arah rentang biasanya&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt; Timbang berat badan setiap hari atau sesuai dengan indikasi.&lt;br /&gt; Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan pasien.&lt;br /&gt; Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri abdomen / perut kembung, mual, muntahan makanan yang belum sempat dicerna, pertahankan keadaan puasa sesuai dengan indikasi.&lt;br /&gt; Berikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrien) dan elektrolit dengan segera jika pasien sudah dapat mentoleransinya melalui oral.&lt;br /&gt; Libatkan keluarga pasien pada pencernaan makan ini sesuai dengan indikasi.&lt;br /&gt; Observasi tanda-tanda hipoglikemia seperti perubahan tingkat kesadaran, kulit lembab/dingin, denyut nadi cepat, lapar, peka rangsang, cemas, sakit kepala.&lt;br /&gt; Kolaborasi melakukan pemeriksaan gula darah.&lt;br /&gt; Kolaborasi pemberian pengobatan insulin.&lt;br /&gt; Kolaborasi dengan ahli diet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik.&lt;br /&gt;Tujuan : kebutuhan cairan atau hidrasi pasien terpenuhi&lt;br /&gt;Kriteria Hasil :&lt;br /&gt;Pasien menunjukkan hidrasi yang adekuat dibuktikan oleh tanda vital stabil, nadi perifer dapat diraba, turgor kulit dan pengisian kapiler baik, haluaran urin tepat secara individu dan kadar elektrolit dalam batas normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt; Pantau tanda-tanda vital, catat adanya perubahan TD ortostatik&lt;br /&gt; Pantau pola nafas seperti adanya pernafasan kusmaul&lt;br /&gt; Kaji frekuensi dan kualitas pernafasan, penggunaan otot bantu nafas&lt;br /&gt; Kaji nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa&lt;br /&gt; Pantau masukan dan pengeluaran&lt;br /&gt; Pertahankan untuk memberikan cairan paling sedikit 2500 ml/hari dalam batas yang dapat ditoleransi jantung&lt;br /&gt; Catat hal-hal  seperti mual, muntah dan distensi lambung.&lt;br /&gt; Observasi adanya kelelahan yang meningkat, edema, peningkatan BB, nadi tidak teratur&lt;br /&gt; Kolaborasi : berikan terapi cairan normal salin dengan atau tanpa dextrosa, pantau pemeriksaan laboratorium (Ht, BUN, Na, K)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik (neuropati perifer).&lt;br /&gt;      Tujuan : gangguan integritas kulit dapat berkurang atau menunjukkan    penyembuhan.&lt;br /&gt;Kriteria Hasil :&lt;br /&gt;Kondisi luka menunjukkan adanya perbaikan jaringan dan tidak terinfeksi&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt; Kaji luka, adanya epitelisasi, perubahan warna, edema, dan discharge, frekuensi ganti balut.&lt;br /&gt; Kaji tanda vital&lt;br /&gt; Kaji adanya nyeri&lt;br /&gt; Lakukan perawatan luka&lt;br /&gt; Kolaborasi pemberian insulin dan medikasi.&lt;br /&gt; Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Resiko terjadi injury berhubungan dengan  penurunan fungsi penglihatan&lt;br /&gt;Tujuan : pasien tidak mengalami injury&lt;br /&gt;Kriteria Hasil : pasien dapat memenuhi kebutuhannya tanpa mengalami injury&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt; Hindarkan lantai yang licin.&lt;br /&gt; Gunakan bed yang rendah.&lt;br /&gt; Orientasikan klien dengan ruangan.&lt;br /&gt; Bantu klien dalam melakukan aktivitas sehari-hari&lt;br /&gt; Bantu pasien dalam ambulasi atau perubahan posisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luecknote, Annette Geisler, Pengkajian Gerontologi alih bahasa Aniek Maryunani, Jakarta:EGC, 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doenges, Marilyn E, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3 alih bahasa I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati, Jakarta : EGC, 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carpenito, Lynda Juall, Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6 alih bahasa YasminAsih, Jakarta : EGC, 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &amp; Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih, Jakarta : EGC, 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikram, Ainal,  Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Diabetes Mellitus Pada Usia Lanjut jilid I Edisi ketiga, Jakarta : FKUI, 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjatmo Tjokronegoro. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Cet 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500238/ASKEP_DM.zip.html"&gt;DOWNLOAD ASKEP DIATAS, KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-246032284319470984?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/246032284319470984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=246032284319470984' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/246032284319470984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/246032284319470984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/asuhan-keperawatan-pada-klien-dengan.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIABETES MELLITUS'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-4990146453286168181</id><published>2009-04-28T07:20:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:29:51.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN CEDERA KEPALA</title><content type='html'>CIDERA KEPALA&lt;br /&gt;PENGERTIAN&lt;br /&gt;Cidera kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstiil dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;Cidera kepala TIK  - oedem&lt;br /&gt;         - hematom&lt;br /&gt; Respon biologi  Hypoxemia&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Kelainan metabolisme&lt;br /&gt;Cidera otak primer Cidera otak sekunder&lt;br /&gt;Kontusio&lt;br /&gt;Laserasi  Kerusakan Sel  otak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan autoregulasi  rangsangan simpatis Stress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran darah keotak   tahanan vaskuler   katekolamin&lt;br /&gt; Sistemik &amp; TD                sekresi asam lambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O2   ggan metabolisme  tek. Pemb.darah Mual, muntah&lt;br /&gt; Pulmonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam laktat   tek. Hidrostatik               Asupan nutrisi kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oedem otak kebocoran cairan kapiler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ggan perfusi jaringan oedema paru  cardiac out put  &lt;br /&gt;Cerebral&lt;br /&gt;Difusi O2 terhambat             Ggan perfusi jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pola napas  hipoksemia, hiperkapnea&lt;br /&gt;Cidera otak primer:&lt;br /&gt;Adalah kelainan patologi otak yang timbul segera akibat langsung dari trauma. Pada cidera primer dapat terjadi: memar otak, laserasi.&lt;br /&gt;Cidera otak sekunder:&lt;br /&gt;Adalah kelainan patologi otak disebabkan kelainan biokimia, metabolisme, fisiologi yang timbul setelah trauma.&lt;br /&gt;Proses-proses fisiologi yang abnormal:&lt;br /&gt;- Kejang-kejang&lt;br /&gt;- Gangguan saluran nafas&lt;br /&gt;- Tekanan intrakranial meningkat yang dapat disebabkan oleh karena:&lt;br /&gt;• edema fokal atau difusi&lt;br /&gt;• hematoma epidural&lt;br /&gt;• hematoma subdural&lt;br /&gt;• hematoma intraserebral&lt;br /&gt;• over hidrasi&lt;br /&gt;- Sepsis/septik syok&lt;br /&gt;- Anemia&lt;br /&gt;- Shock&lt;br /&gt;Proses fisiologis yang abnormal ini lebih memperberat kerusakan cidera otak dan sangat mempengaruhi morbiditas dan mortalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan yang sering ditemukan:&lt;br /&gt;• Epidural hematom:&lt;br /&gt;Terdapat pengumpulan darah diantara tulang tengkorak dan duramater akibat pecahnya pembuluh darah/cabang-cabang arteri meningeal media yang terdapat di duramater, pembuluh darah ini tidak dapat menutup sendiri karena itu sangat berbahaya. Dapat terjadi dalam beberapa jam sampai 1 – 2 hari. Lokasi yang paling sering yaitu dilobus temporalis dan parietalis.&lt;br /&gt;Tanda dan gejala: &lt;br /&gt;penurunan tingkat kesadaran, nyeri kepala, muntah, hemiparesa. Dilatasi pupil ipsilateral, pernapasan dalam dan cepat kemudian dangkal, irreguler, penurunan nadi, peningkatan suhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Subdural hematoma&lt;br /&gt;Terkumpulnya darah antara duramater dan jaringan otak, dapat terjadi akut dan kronik. Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah vena/jembatan vena yang biasanya terdapat diantara duramater, perdarahan lambat dan sedikit. Periode akut terjadi dalam 48 jam – 2 hari atau 2 minggu dan kronik dapat terjadi dalam 2 minggu atau beberapa bulan. &lt;br /&gt;Tanda dan gejala: &lt;br /&gt;Nyeri kepala, bingung, mengantuk, menarik diri, berfikir lambat, kejang dan edema pupil.&lt;br /&gt;• Perdarahan intraserebral &lt;br /&gt;Perdarahan di jaringan otak karena pecahnya pembuluh darah arteri, kapiler, vena.&lt;br /&gt;Tanda dan gejala: &lt;br /&gt;Nyeri kepala, penurunan kesadaran, komplikasi pernapasan, hemiplegi kontralateral, dilatasi pupil, perubahan tanda-tanda vital.&lt;br /&gt;• Perdarahan subarachnoid:&lt;br /&gt;Perdarahan didalam rongga subarachnoid akibat robeknya pembuluh darah dan permukaan otak, hampir selalu ada pada cedera kepala yang hebat.&lt;br /&gt;Tanda dan gejala:&lt;br /&gt;Nyeri kepala, penurunan kesadaran, hemiparese, dilatasi pupil ipsilateral dan kaku kuduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan: &lt;br /&gt;Konservatif&lt;br /&gt;• Bedrest total &lt;br /&gt;• Pemberian obat-obatan&lt;br /&gt;• Observasi tanda-tanda vital dan tingkat kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500252/ASKEPCederaKepala.rar.html"&gt;selengkapnya download saja yah...klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-4990146453286168181?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/4990146453286168181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=4990146453286168181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4990146453286168181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4990146453286168181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/asuhan-keperawatan-cedera-kepala.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN CEDERA KEPALA'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-9087652206352450353</id><published>2009-04-28T07:18:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:20:15.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA ALL ACUTE LIMPHOSYT LEUKEMIA</title><content type='html'>ACUT LIMPHOSITYC LEUCEMIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN  ACUT LIMPHOSITYC LEUCEMIA&lt;br /&gt;Acut limphosityc leukemia adalah proliferasi maligna / ganas limphoblast dalam sumsum tulang yang disebabkan oleh sel inti tunggal yang dapat bersifat sistemik. (Ngastiyah, 1997; Smeltzer &amp; Bare, 2002; Tucker, 1997; Reeves &amp; Lockart, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PENYEBAB ACUT LIMPHOSITYC LEUCEMIA&lt;br /&gt;Penyebab acut limphosityc leukemia sampai saat ini belum jelas, diduga kemungkinan karena virus (virus onkogenik) dan faktor lain yang mungkin berperan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Faktor eksogen &lt;br /&gt;a. Sinar x, sinar radioaktif.&lt;br /&gt;b. Hormon.&lt;br /&gt;c. Bahan kimia seperti: bensol, arsen, preparat sulfat, chloramphinecol, anti neoplastic agent).&lt;br /&gt;2. Faktor endogen&lt;br /&gt;a. Ras (orang Yahudi lebih mudah terkena dibanding orang kulit hitam)&lt;br /&gt;b. Kongenital (kelainan kromosom, terutama pada anak dengan Sindrom Down).&lt;br /&gt;c. Herediter (kakak beradik atau kembar satu telur).&lt;br /&gt;(Ngastiyah, 1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PATOFISIOLOGI ACUT LIMPHOSITYC LEUCEMIA&lt;br /&gt;Sel kanker menghasilkan leukosit yang imatur / abnormal dalam jumlah yang berlebihan. Leukosit imatur ini menyusup ke berbagai organ, termasuk sumsum tulang dan menggantikan unsur-unsur sel yang normal. Limfosit imatur berproliferasi dalam sumsum tulang dan jaringan perifer sehingga mengganggu perkembangan sel normal. Hal ini menyebabkan haemopoesis normal terhambat, akibatnya terjadi penurunan jumlah leucosit, sel darah merah dan trombosit. Infiltrasi sel kanker ke berbagai organ menyebabkan pembersaran hati, limpa, limfodenopati, sakit kepala, muntah, dan nyeri tulang serta persendian. Penurunan jumlah eritrosit menimbulkan anemia, penurunan jumlah trombosit mempermudah terjadinya perdarahan (echimosis, perdarahan gusi, epistaksis dll.). Adanya sel kanker juga mempengaruhi sistem retikuloendotelial yang dapat menyebabkan gangguan sistem pertahanan tubuh, sehingga mudah mengalami infeksi. Adanya sel kaker juga mengganggu metabolisme sehingga sel kekurangan makanan. (Ngastiyah, 1997; Smeltzer &amp; Bare, 2002; Suriadi dan Rita Yuliani, 2001, Betz &amp; Sowden, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. TANDA DAN GEJALA ACUT LIMPHOSITYC LEUCEMIA&lt;br /&gt;Manifestasi klinik dari acut limphosityc leukemia antara lain:&lt;br /&gt;1. Pilek tak sembuh-sembuh&lt;br /&gt;2. Pucat, lesu, mudah terstimulasi&lt;br /&gt;3. Demam, anoreksia, mual, muntah&lt;br /&gt;4. Berat badan menurun&lt;br /&gt;5. Ptechiae, epistaksis, perdarahan gusi, memar tanpa sebab&lt;br /&gt;6. Nyeri tulang dan persendian &lt;br /&gt;7. Nyeri abdomen&lt;br /&gt;8. Hepatosplenomegali, limfadenopati&lt;br /&gt;9. Abnormalitas WBC&lt;br /&gt;10. Nyeri kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PADA ACUT LIMPHOSITYC LEUCEMIA&lt;br /&gt;Pemeriksaan diagnostik yang lazim dilakukan pada anak dengan acut limphosityc leukemia adalah:&lt;br /&gt;1. Pemeriksaan sumsum tulang (BMP / Bone Marrow Punction):&lt;br /&gt;a. Ditemukan sel blast yang berlebihan&lt;br /&gt;b. Peningkatan protein&lt;br /&gt;2. Pemeriksaan darah tepi&lt;br /&gt;a. Pansitopenia (anemia, lekopenia, trombositopneia)&lt;br /&gt;b. Peningkatan asam urat serum&lt;br /&gt;c. Peningkatan tembaga (Cu) serum&lt;br /&gt;d. Penurunan kadar Zink (Zn)&lt;br /&gt;e. Peningkatan leukosit dapat terjadi (20.000 – 200.000 / µl) tetapi dalam bentuk sel blast / sel primitif&lt;br /&gt;3. Biopsi hati, limpa, ginjal, tulang untuk mengkaji keterlibatan / infiltrasi sel kanker ke organ tersebut&lt;br /&gt;4. Fotothorax untuk mengkaji keterlibatan mediastinum&lt;br /&gt;5. Sitogenik:&lt;br /&gt;50-60% dari pasien ALL dan AML mempunyai kelainan berupa:&lt;br /&gt;a. Kelainan jumlah kromosom, seperti diploid (2n), haploid (2n-a), hiperploid (2n+a)&lt;br /&gt;b. Bertambah atau hilangnya bagian kromosom (partial delection)&lt;br /&gt;c. Terdapat marker kromosom, yaitu elemen yang secara morfologis bukan komponen kromosom normal dari bentuk yang sangat besar sampai yang sangat  kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. PENGOBATAN PADA ALL&lt;br /&gt;1. Transfusi darah, biasanya diberikan bila kadar Hb kurang dari 6 g%. Pada trombositopenia yang berat dan perdarahan masif, dapat diberikan transfusi trombosit dan bila terdapat tanda tanda DIC dapat diberikan heparin.&lt;br /&gt;2. Kortikosteroid (prednison, kortison, deksametason dan sebagainya). Setelah dicapai remisi dosis dikurangi sedikit demi sedikit dan akhirnya dihentikan.&lt;br /&gt;3. Sitostatika. Selain sitostatika yang lama (6 merkaptopurin atau 6 mp, metotreksat atau MTX) pada waktu ini dipakai pula yang baru dan lebih poten seperti vinkristin (oncovin), rubidomisin (daunorubycine), sitosin, arabinosid, L asparaginase, siklofosfamid atau CPA, adriamisin dan sebagainya. Umumnya sitostatika diberikan dalam kombinasi bersama sama dengan prednison. Pada pemberian obat obatan ini sering terdapat akibat samping berupa alopesia, stomatitis, leukopenia, infeksi sekunder atau kandidiagis. Hendaknya lebih berhziti hati bila jumiah leukosit kurang dari 2.000/mm3.&lt;br /&gt;4. Infeksi sekunder dihindarkan (bila mungkin penderita diisolasi dalam kamar yang suci hama).&lt;br /&gt;5. Imunoterapi, merupakan cara pengobatan yang terbaru. Setelah tercapai remisi dan jumlah sel leukemia cukup rendah (105   106), imunoterapi mulai diberikan. Pengobatan yang aspesifik dilakukan dengan pemberian imunisasi BCG atau dengan Corynae bacterium dan dimaksudkan agar terbentuk antibodi yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Pengobatan spesifik dikerjakan dengan penyuntikan sel leukemia yang telah diradiasi. Dengan cara ini diharapkan akan terbentuk antibodi yang spesifik terhadap sel leukemia, sehingga semua sel patologis akan dihancurkan sehingga diharapkan penderita leukemia dapat sembuh sempurna.&lt;br /&gt;6. Cara pengobatan.&lt;br /&gt;Setiap klinik mempunyai cara tersendiri bergantung pada pengalamannya. Umumnya pengobatan ditujukan terhadap pencegahan kambuh dan mendapatkan masa remisi yang lebih lama. Untuk mencapai keadaan tersebut, pada prinsipnya dipakai pola dasar pengobatan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Induksi&lt;br /&gt;Dimaksudkan untuk mencapai remisi, yaitu dengan pemberian berbagai obat tersebut di atas, baik secara sistemik maupun intratekal sampai sel blast dalam sumsum tulang kurang dari 5%.&lt;br /&gt;b. Konsolidasi&lt;br /&gt;Yaitu agar sel yang tersisa tidak cepat memperbanyak diri lagi.&lt;br /&gt;c. Rumat (maintenance)&lt;br /&gt;Untuk mempertahankan masa remisi, sedapat dapatnya suatu masa remisi yang lama. Biasanya dilakukan dengan pemberian sitostatika separuh dosis biasa.&lt;br /&gt;d. Reinduksi&lt;br /&gt;Dimaksudkan untuk mencegah relaps. Reinduksi biasanya dilakukan setiap 3 6 bulan dengan pemberian obat obat seperti pada induksi selama 10 14 hari.&lt;br /&gt;e. Mencegah terjadinya leukemia susunan saraf pusat.&lt;br /&gt;Untuk hal ini diberikan MTX intratekal pada waktu induksi untuk mencegah leukemia meningeal dan radiasi kranial sebanyak 2.4002.500 rad. untuk mencegah leukemia meningeal dan leukemia serebral. Radiasi ini tidak diulang pada reinduksi.&lt;br /&gt;f. Pengobatan imunologik&lt;br /&gt;Diharapkan semua sel leukemia dalam tubuh akan hilang sama sekali dan dengan demikian diharapkan penderita dapat sembuh sempurna.&lt;br /&gt;(FKUI, 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. PATHWAYS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proliferasi sel kanker&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Sel kanker bersaing dengan sel normal&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan nutrisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Infiltrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sel normal digantikan dengan &lt;br /&gt; Sel kanker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depresi sumsum      metabolisme      infiltrasi         infiltrasi&lt;br /&gt;    Tulang                                        S S P        ekstra medular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   Sel kekurangan   meningitis     pembesaran limpa,&lt;br /&gt;             makanan        leukemia       liver,nodus limfe,                  tulang &lt;br /&gt;Eritrosit leukosit      faktor     tekanan &lt;br /&gt;      Pembekuan      jaringan nyeri tulang  tulang&lt;br /&gt;       &amp; persendian  mengecil&amp;&lt;br /&gt;Anemia infeksi     perdarahan      lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Demam    trombositopeni     fraktur&lt;br /&gt;          fisiologis       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. MASALAH KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL PADA ANAK DENGAN ACUT LIMPHOSITYC LEUCEMIA&lt;br /&gt;Adanya keganasan menimbulkan masalah keperawatan, antara lain:&lt;br /&gt;1. Intoleransi aktivitas&lt;br /&gt;2. Resiko tinggi infeksi&lt;br /&gt;3. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuahn&lt;br /&gt;4. Resiko cedera (perdarahan)&lt;br /&gt;5. Resiko kerusakan integritas kulit&lt;br /&gt;6. Nyeri&lt;br /&gt;7. Resiko kekurangan volume cairan&lt;br /&gt;8. Berduka&lt;br /&gt;9. Kurang pengetahuan&lt;br /&gt;10. Perubahan proses keluarga&lt;br /&gt;11. Gangguan citra diri / gambaran diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PERAWATAN PADA ANAK DENGAN ACUT LIMPHOSITYC LEUCEMIA&lt;br /&gt;1. Mengatasi keletihan / intoleransi aktivitas:&lt;br /&gt;a. Kaji adanya tanda-tanda anemia: pucat, peka rangsang, cepat lelah, kadar Hb rendah.&lt;br /&gt;b. Pantau hitung darah lengkap dan hitung jenis&lt;br /&gt;c. Berikan cukup istirahat dan tidur tanpa gangguan&lt;br /&gt;d. Minimalkan kegelisahan dan anjurkan bermain yang tenang&lt;br /&gt;e. Bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari&lt;br /&gt;f. Pantau frekuensi nadi, prnafasan, sebelum dan selama aktivitas&lt;br /&gt;g. Ketika kondisi membaik, dorong aktivitas sesuai toleransi&lt;br /&gt;h. Jika diprogramkan, berikan packed RBC&lt;br /&gt;2. Mencegah terjadinya infeksi&lt;br /&gt;a. Observasi adanya tanda-tanda infeksi, pantau suhu badan laporkan jika suhu &gt; 38oC yang berlangsung &gt; 24 jam, menggigil dan nadi &gt; 100 x / menit.&lt;br /&gt;b. Sadari bahwa ketika hitung neutrofil menurun (neutropenia), resiko infeksi meningkat, maka:&lt;br /&gt;1). Tampatkan pasien dalam ruangan khusus&lt;br /&gt;2). Sebelum merawat pasien: cuci tangan dan memakai pakaian pelindung, masker dan sarung tangan. &lt;br /&gt;3). Cegah komtak dengan individu yang terinfeksi&lt;br /&gt;c. Jaga lingkungan tetap bersih, batasi tindakan invasif&lt;br /&gt;d. Bantu ambulasi jika mungkin (membalik, batuk, nafas dalam)&lt;br /&gt;e. Lakukan higiene oral dan perawatan perineal secara sering.&lt;br /&gt;f. Pantau masukan dan haluaran serta pertahankan hidarasi yang adekuat dengan minum 3 liter / hari&lt;br /&gt;g. Berika terapi antibiotik dan tranfusi granulosit jika diprogramkan&lt;br /&gt;h. Yakinkan pemberian makanan yang bergizi.&lt;br /&gt;3. Mencegah cidera (perdarahan)&lt;br /&gt;a. Observasi adanya tanda-tanda perdarahan dengan inspeksi kulit, mulut, hidung, urine, feses, muntahan, dan lokasi infus.&lt;br /&gt;b. Pantau tanda vital dan nilai trombosit&lt;br /&gt;c. Hindari injesi intravena dan intramuskuler seminimal mungkin  dan tekan 5-10 menit setiap kali menyuntik&lt;br /&gt;d. Gunakan sikat gigi yang lebut dan lunak&lt;br /&gt;e. Hindari pengambilan temperatur rektal, pengobatan rekatl dan enema&lt;br /&gt;f. Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan cidera fisik atau mainan yang dapat melukai kulit.&lt;br /&gt;4. Memberikan nutrisi yang adekuat&lt;br /&gt;a. Kaji jumlah makanan dan cairan yang ditoleransi pasien&lt;br /&gt;b. Berikan kebersihan oral sebelum dan sesudah  makan&lt;br /&gt;c. Hindari bau, parfum, tindakan yang tidak menyenangkan, gangguan pandangan dan bunyi&lt;br /&gt;d. Ubah pola makan, berikan makanan ringan dan sering, libatkan pasien dalam memilih makanan yang bergizi tinggi, timbang BB tiap hari&lt;br /&gt;e. Sajikan makanan dalam suhu dingin / hangat&lt;br /&gt;f. Pantau masukan makanan, bila jumlah kurang berikan ciran parenteral dan NPT yang diprogramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mencegah kekurangan cairan &lt;br /&gt;a. Kaji adanya tanda-tanda dehidrasi&lt;br /&gt;b. Berikan antiemetik awal sebelum pemberian kemoterapi&lt;br /&gt;c. Hindari pemberian makanan dan minuman yang baunya merangngsang mual / muntah&lt;br /&gt;d. Anjurkan minum dalam porsi kecil dan sering&lt;br /&gt;e. Kolaborasi pemberian cairan parenteral untuk mempertahankan hidrasi sesuai indikasi&lt;br /&gt;6. Antisipasi berduka&lt;br /&gt;a. Kaji tahapan berduka oada anak dan keluarga&lt;br /&gt;b. Berikan dukungan pada respon adaptif dan rubah respon maladaptif&lt;br /&gt;c. Luangkan waktu bersama anak untuk memberi kesempatan express feeling&lt;br /&gt;d. Fasilitasi express feeling melalui permainan&lt;br /&gt;7. Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga tentang:&lt;br /&gt;a. Proses penyakit leukemia: gejala, pentingnya pengobatan / perawatan.&lt;br /&gt;b. Komplikasi penyakit leukemia: perdarahan, infeksi dll.&lt;br /&gt;c. Aktivitas dan latihan sesuai toleransi&lt;br /&gt;d. Mengatasi kecemasan&lt;br /&gt;e. Pemberian nutrisi&lt;br /&gt;f. Pengobatan dan efek samping pengobatan&lt;br /&gt;8. Meningkatkan peran keluarga&lt;br /&gt;a. Jelaskan alasan dilakukannya setiap prosedur pengobatan / dianostik&lt;br /&gt;b. Jadwalkan waktu bagi keluarga bersama anak tanpa diganggu oleh staf SR&lt;br /&gt;c. Dorong keluarga untuk express feelings&lt;br /&gt;d. Libatkan keluarga dalam perencanaan dan pelaksanaan perawatan si anak&lt;br /&gt;9. Mencegah gangguan citra diri / gambaran diri&lt;br /&gt;a. Dorong pasien untuk express feelings tentang dirinya&lt;br /&gt;b. Berikan informasi yang mendukung pasien ( misal; rambut akan tumbuh kembali, berat badan akan kembali naik jika terapi selesai dll.)&lt;br /&gt;c. Dukung interaksi sosial / peer group&lt;br /&gt;d. Sarankan pemakaian wig, topi / penutup kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Betz, Sowden. (2002). Buku Saku Keperawatan Pediatrik. Edisi 2. Jakarta, EGC.&lt;br /&gt;2. Suriadi, Yuliani R. (2001). Asuhan Keperawatan pada Anak. Edisi I. Jakarta, CV Sagung Seto.&lt;br /&gt;3. Reeeves, Lockart. (2002). Keperawatan Medikal Bedah. Cetakan I. Jakarta, Salemba Raya.&lt;br /&gt;4. FKUI. (1985). Ilmu Kesehatan Anak. Volume 1. Jakarta, FKUI.&lt;br /&gt;5. Sacharin Rosa M. (1993). Prinsip Perawatan Pediatri. Edisi 2. Jakarta : EGC.&lt;br /&gt;6. Gale Danielle, Charette Jane. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi, Jakarta : EGC.&lt;br /&gt;7. Price Sylvia A, Wilson Lorraine Mc Cart .(1995). Patofisiologi. Jakarta : EGC&lt;br /&gt;8. Sutarni Nani.(2003). Prosedur Dan Cara Pemberian Obat Kemoterapi. Disampaikan Pada Pelatihan Kemoterapi Di RS Kariadi Semarang, Tanggal 13-15 November 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500239/ALL.zip.html"&gt;Download askep diatas, klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-9087652206352450353?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/9087652206352450353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=9087652206352450353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/9087652206352450353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/9087652206352450353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/asuhan-keperawatan-pada-all-acute.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN PADA ALL ACUTE LIMPHOSYT LEUKEMIA'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-8749067177189801683</id><published>2009-04-28T07:16:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:18:06.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN DIARE PADA ANAK</title><content type='html'>DIARE&lt;br /&gt;DEFINISI&lt;br /&gt;Diare adalah buang air besar (defekasi)  dengan jumlah yinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengan padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat. Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari. Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya , yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer,A.1999,501).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETIOLOGI&lt;br /&gt;1. Faktor infeksi : Bakteri ( Shigella, Shalmonella, Vibrio kholera), Virus (Enterovirus), parasit (cacing), Kandida (Candida Albicans).&lt;br /&gt;2. Faktor parentral : Infeksi dibagian tubuh lain (OMA sering terjadi pada anak-anak).&lt;br /&gt;3. Faktor malabsorbsi : Karbihidrat, lemak,  protein.&lt;br /&gt;4. Faktor makanan : Makanan basi, beracun, terlampau banyak lemak, sayuran dimasak kutang matang.&lt;br /&gt;5. Faktor Psikologis : Rasa takut, cemas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;faktor infeksi   F malabsorbsi  F makanan  F. Psikologi&lt;br /&gt;   KH,Lemak,Protein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk dan ber  meningk. Tek osmo toksin tak dapat    cemas&lt;br /&gt;kembang dlm              tik       diserap  &lt;br /&gt;  usus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipersekresi air pergeseran air dan             hiperperistaltik&lt;br /&gt;dan elektrolit   elektrolit ke rongga &lt;br /&gt;(    isi rongga usus)           usus  menurunya kesempatan usus&lt;br /&gt;      menyerap makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    D I A R E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frek. BAB meningkat               distensi abdomen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan cairan &amp; elekt   integritas kulit         &lt;br /&gt;berlebihan            perianal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gg. kes. cairan &amp; elekt  As. Metabl     mual, muntah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resiko hipovolemi syok    sesak     nafsu makan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Gang. Oksigensi   BB menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;        Gangg. Tumbang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PENGKAJIAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Identitas&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan adalah usia. Episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insiden paling tinggi adalah golongan umur 6-11 bulan. Kebanyakan kuman usus merangsang kekebalan terhadap infeksi, hal ini membantu menjelaskan penurunan insidence penyakit pada anak yang lebih besar. Pada umur 2 tahun atau lebih imunitas aktif mulai terbentuk. Kebanyakan kasus karena infeksi  usus asimptomatik dan kuman enteric menyebar terutama klien tidak menyadari adanya infeksi. Status ekonomi juga berpengaruh terutama dilihat dari pola makan dan perawatannya .&lt;br /&gt;2. Keluhan Utama&lt;br /&gt;BAB lebih dari 3 x&lt;br /&gt;3. Riwayat Penyakit Sekarang&lt;br /&gt;BAB warna kuning kehijauan, bercamour lendir dan darah atau lendir saja. Konsistensi encer, frekuensi lebih dari 3 kali, waktu pengeluaran : 3-5 hari (diare akut), lebih dari 7 hari ( diare berkepanjangan), lebih dari 14 hari (diare kronis).&lt;br /&gt;4. Riwayat Penyakit Dahulu&lt;br /&gt;Pernah mengalami diare sebelumnya, pemakian antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang (perubahan candida albicans dari saprofit menjadi parasit), alergi makanan, ISPA, ISK, OMA campak. &lt;br /&gt;5. Riwayat Nutrisi&lt;br /&gt;Pada anak usia toddler makanan yang diberikan seperti pada orang dewasa, porsi yang diberikan 3 kali setiap hari dengan tambahan buah dan susu. kekurangan gizi pada anak usia toddler sangat rentan,. Cara pengelolahan makanan yang baik, menjaga kebersihan dan sanitasi makanan, kebiasan cuci tangan, &lt;br /&gt;6. Riwayat Kesehatan Keluarga&lt;br /&gt;Ada salah satu keluarga yang mengalami diare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Riwayat Kesehatan Lingkungan&lt;br /&gt;Penyimpanan  makanan pada suhu kamar, kurang menjaga kebersihan, lingkungan tempat tinggal.&lt;br /&gt;8. Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan&lt;br /&gt;a. Pertumbuhan&lt;br /&gt;o Kenaikan BB karena umur 1 –3 tahun berkisar antara 1,5-2,5 kg (rata-rata 2 kg),  PB 6-10 cm (rata-rata 8 cm) pertahun.&lt;br /&gt;o Kenaikan linkar kepala : 12cm ditahun pertama dan 2 cm ditahun kedua dan seterusnya.&lt;br /&gt;o Tumbuh gigi 8 buah : tambahan gigi susu; geraham pertama dan gigi taring, seluruhnya berjumlah 14 – 16 buah&lt;br /&gt;o Erupsi gigi : geraham perama menusul gigi taring.&lt;br /&gt;b. Perkembangan&lt;br /&gt;o Tahap perkembangan Psikoseksual menurut Sigmund Freud.&lt;br /&gt;Fase anal : &lt;br /&gt;Pengeluaran tinja menjadi sumber kepuasan libido, meulai menunjukan keakuannya, cinta diri sendiri/ egoistic, mulai kenal dengan tubuhnya, tugas utamanyan adalah latihan kebersihan, perkembangan bicra dan bahasa (meniru dan mengulang kata sederhana, hubungna interpersonal, bermain).&lt;br /&gt;o Tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson.&lt;br /&gt;Autonomy vs Shame and doundt&lt;br /&gt;Perkembangn ketrampilan motorik dan bahasa dipelajari anak toddler dari lingkungan dan keuntungan yang ia peroleh Dario kemam puannya untuk mandiri (tak tergantug). Melalui dorongan orang tua untuk makan, berpakaian, BAB sendiri, jika orang tua terlalu over protektif menuntut harapan yanag terlalu tinggi maka anak akan merasa malu dan ragu-ragu seperti juga halnya perasaan tidak mampu yang dapat berkembang pada diri anak.&lt;br /&gt;o Gerakan kasar dan halus, bacara, bahasa dan kecerdasan, bergaul dan mandiri : Umur 2-3 tahun :&lt;br /&gt;1. berdiri  dengan satu kaki tampa berpegangan sedikitpun  2 hitungan (GK)&lt;br /&gt;2. Meniru membuat garis lurus (GH)&lt;br /&gt;3. Menyatakan keinginan   sedikitnya dengan dua kata (BBK)&lt;br /&gt;4. Melepasa pakaian sendiri (BM)&lt;br /&gt;9. Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;a. pengukuran panjang badan, berat badan menurun, lingkar lengan mengecil, lingkar kepala, lingkar abdomen membesar,&lt;br /&gt;b. keadaan umum : klien lemah, gelisah, rewel, lesu, kesadaran menurun.&lt;br /&gt;c. Kepala : ubun-ubun tak teraba cekung karena sudah menutup pada anak umur 1 tahun lebih&lt;br /&gt;d. Mata : cekung, kering, sangat cekung&lt;br /&gt;e. Sistem pencernaan : mukosa mulut kering, distensi abdomen, peristaltic meningkat &gt; 35 x/mnt, nafsu makan menurun, mual muntah, minum normal atau tidak haus, minum lahap dan kelihatan haus, minum sedikit atau kelihatan bisa minum&lt;br /&gt;f. Sistem Pernafasan : dispnea, pernafasan cepat &gt; 40 x/mnt karena asidosis metabolic (kontraksi otot pernafasan)&lt;br /&gt;g. Sistem kardiovaskuler : nadi cepat &gt; 120 x/mnt dan lemah, tensi menurun pada diare sedang .&lt;br /&gt;h.  Sistem integumen : warna kulit pucat, turgor menurun &gt; 2 dt, suhu meningkat &gt; 375 0 c, akral hangat, akral dingin (waspada syok), capillary refill time memajang &gt; 2 dt, kemerahan pada daerah perianal.&lt;br /&gt;i. Sistem perkemihan : urin produksi oliguria sampai anuria (200-400 ml/ 24 jam ), frekuensi berkurang dari sebelum sakit.&lt;br /&gt;j. Dampak hospitalisasi : semua anak sakit yang MRS bisa mengalami stress yang berupa perpisahan, kehilangan waktu bermain, terhadap tindakan invasive respon yang ditunjukan adalah protes, putus asa, dan kemudian menerima.&lt;br /&gt;10. Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;1) Laboratorium :&lt;br /&gt;• feses kultur : Bakteri, virus, parasit, candida&lt;br /&gt;• Serum elektrolit : Hipo natremi, Hipernatremi, hipokalemi&lt;br /&gt;• AGD : asidosis metabolic ( Ph menurun, pO2 meningkat, pcO2 meningkat, HCO3 menurun )&lt;br /&gt;• Faal ginjal : UC meningkat (GGA)&lt;br /&gt;2) Radiologi : mungkin ditemukan bronchopemoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENATALAKSANAAN DIARE&lt;br /&gt;Rehidrasi&lt;br /&gt;1. jenis cairan &lt;br /&gt;1) Cara rehidrasi oral &lt;br /&gt;o Formula lengkap (NaCl, NaHCO3, KCl dan Glukosa) seperti orali, pedyalit setiap kali diare.&lt;br /&gt;o Formula sederhana ( NaCl dan sukrosa)&lt;br /&gt;2) Cara parenteral&lt;br /&gt;o Cairan I  : RL dan NS&lt;br /&gt;o Cairan II : D5  ¼ salin,nabic. KCL&lt;br /&gt;      D5 : RL = 4 : 1  + KCL&lt;br /&gt;      D5 + 6 cc NaCl 15 % + Nabic (7 mEq/lt) + KCL &lt;br /&gt;o HSD (half strengh darrow) D ½  2,5 NS cairan khusus pada diare usia &gt; 3 bulan.&lt;br /&gt;2. Jalan pemberian &lt;br /&gt;1) Oral  (dehidrasi sedang, anak mau minum, kesadaran baik)&lt;br /&gt;2) Intra gastric ( bila anak tak mau minum,makan, kesadran menurun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jumlah Cairan ; tergantung pada :&lt;br /&gt;1) Defisit ( derajat dehidrasi)&lt;br /&gt;2) Kehilangan sesaat (concurrent less)&lt;br /&gt;3) Rumatan (maintenance).&lt;br /&gt;4. Jadwal / kecepatan cairan &lt;br /&gt;1) Pada anak usia 1- 5 tahun dengan pemberian 3 gelas bila berat badanya kurang lebih 13 kg : maka pemberianya adalah :&lt;br /&gt;o BB (kg) x 50 cc&lt;br /&gt;o BB (kg) x 10 – 20 = 130 – 260 cc setiap diare = 1 gls.&lt;br /&gt;2) Terapi standar pada anak dengan diare sedang :&lt;br /&gt;+ 50 cc/kg/3 jam  atau 5 tetes/kg/mnt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi &lt;br /&gt;1. obat anti sekresi : Asetosal, 25 mg/hari dengan dosis minimal 30 mg&lt;br /&gt;klorpromazine 0,5 – 1 mg / kg BB/hari&lt;br /&gt;2. onat anti spasmotik : Papaverin, opium, loperamide&lt;br /&gt;3. antibiotik :  bila penyebab jelas, ada penyakit penyerta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dietetik&lt;br /&gt;a. Umur &gt; 1 tahun dengan BB&gt;7 kg, makanan  padat / makanan cair atau susu&lt;br /&gt;b. Dalam keadaan malbasorbsi berat serta alergi protein susu sapi dapat diberi elemen atau semi elemental formula.&lt;br /&gt;Supportif &lt;br /&gt;Vitamin A 200.000. IU/IM, usia 1 – 5 tahun&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output berlebihan dan intake yang kurang&lt;br /&gt;2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare.&lt;br /&gt;3. Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap diare&lt;br /&gt;4. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare.&lt;br /&gt;5. Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus menerus.&lt;br /&gt;6. Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERVENSI KEPERAWATAN&lt;br /&gt;Diagnosa 1: Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare &lt;br /&gt;Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam keseimbangan dan elektrolit dipertahankan secara maksimal&lt;br /&gt;Kriteria hasil : &lt;br /&gt;o Tanda vital dalam batas normal (N: 120-60 x/mnt, S; 36-37,50  c, RR : &lt; 40 x/mnt )&lt;br /&gt;o Turgor elastik , membran mukosa bibir basah, mata tidak cowong, UUB tidak cekung.&lt;br /&gt;o Konsistensi BAB lembek, frekwensi 1 kali perhari&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;1) Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit&lt;br /&gt;R/ Penurunan sisrkulasi volume cairan menyebabkan kekeringan mukosa dan pemekataj urin. Deteksi dini memungkinkan terapi pergantian cairan segera untuk memperbaiki defisit&lt;br /&gt;2) Pantau intake dan output&lt;br /&gt;R/ Dehidrasi dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus membuat keluaran tak aadekuat untuk membersihkan sisa metabolisme.&lt;br /&gt;3) Timbang berat badan setiap hari&lt;br /&gt;R/ Mendeteksi kehilangan cairan , penurunan 1 kg BB sama dengan kehilangan cairan 1 lt&lt;br /&gt;4) Anjurkan keluarga untuk memberi minum banyak pada kien, 2-3 lt/hr&lt;br /&gt;R/ Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang secara oral&lt;br /&gt;5) Kolaborasi :&lt;br /&gt;- Pemeriksaan laboratorium serum elektrolit (Na, K,Ca, BUN)&lt;br /&gt;R/ koreksi keseimbang cairan dan elektrolit, BUN untuk mengetahui faal ginjal (kompensasi).&lt;br /&gt;- Cairan parenteral ( IV line ) sesuai dengan umur&lt;br /&gt;R/ Mengganti cairan dan elektrolit secara adekuat dan cepat.&lt;br /&gt;- Obat-obatan : (antisekresin, antispasmolitik, antibiotik)&lt;br /&gt;R/ anti sekresi untuk menurunkan sekresi cairan dan elektrolit agar simbang, antispasmolitik untuk proses absorbsi normal, antibiotik sebagai anti bakteri berspektrum luas untuk menghambat endotoksin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 2 : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya intake dan out put&lt;br /&gt;Tujuan        : setelah dilakukan  tindakan perawatan selama dirumah di RS kebutuhan nutrisi terpenuhi&lt;br /&gt;Kriteria        : - Nafsu makan meningkat&lt;br /&gt;- BB meningkat atau normal sesuai umur&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;1) Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat tinggi, berlemak dan air terlalu panas atau dingin)&lt;br /&gt;R/ Serat tinggi, lemak,air terlalu panas / dingin dapat merangsang mengiritasi lambung dan sluran usus.&lt;br /&gt;2) Ciptakan lingkungan yang bersih, jauh dari bau  yang tak sedap atau sampah, sajikan makanan dalam keadaan hangat&lt;br /&gt;R/ situasi yang nyaman, rileks akan merangsang nafsu makan.&lt;br /&gt;3) Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan&lt;br /&gt;R/ Mengurangi pemakaian energi yang berlebihan &lt;br /&gt;4) Monitor  intake dan out put dalam 24 jam&lt;br /&gt;R/ Mengetahui jumlah output dapat merencenakan jumlah makanan.&lt;br /&gt;5) Kolaborasi dengan tim kesehtaan lain :&lt;br /&gt;a. terapi gizi : Diet TKTP rendah serat, susu&lt;br /&gt;b. obat-obatan atau vitamin ( A)&lt;br /&gt;R/ Mengandung zat yang diperlukan , untuk proses pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 3 : Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi dampak sekunder dari diare&lt;br /&gt;Tujuan        :  Stelah dilakukan tindakan perawatan selama 3x 24 jam tidak terjadi peningkatan suhu tubuh&lt;br /&gt;Kriteria hasil : suhu tubuh dalam batas normal ( 36-37,5 C)&lt;br /&gt;   Tidak terdapat tanda infeksi (rubur, dolor, kalor, tumor, fungtio leasa)&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;1) Monitor suhu tubuh setiap 2 jam&lt;br /&gt;R/ Deteksi dini terjadinya perubahan abnormal fungsi tubuh ( adanya infeksi)&lt;br /&gt;2) Berikan kompres hangat &lt;br /&gt;R/ merangsang pusat pengatur panas untuk menurunkan produksi panas tubuh&lt;br /&gt;3) Kolaborasi pemberian antipirektik&lt;br /&gt;R/ Merangsang pusat pengatur panas di otak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 4 :Resiko gangguan integritas kulit perianal berhubungan dengan   peningkatan frekwensi BAB (diare)&lt;br /&gt;Tujuan      : setelah dilakukan tindaka keperawtan selama di rumah sakit integritas kulit tidak terganggu&lt;br /&gt;Kriteria hasil : - Tidak terjadi iritasi : kemerahan, lecet, kebersihan terjaga&lt;br /&gt;-    Keluarga mampu mendemontrasikan perawatan perianal dengan baik dan benar&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;1) Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur&lt;br /&gt;R/ Kebersihan mencegah perkembang biakan kuman&lt;br /&gt;2) Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal (bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya)&lt;br /&gt;R/ Mencegah terjadinya iritassi kulit yang tak diharapkan oleh karena kelebaban dan keasaman feces&lt;br /&gt;3) Atur posisi tidur atau duduk dengan selang waktu 2-3 jam&lt;br /&gt;R/ Melancarkan vaskulerisasi, mengurangi penekanan yang lama sehingga tak terjadi iskemi dan irirtasi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 5 : Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive &lt;br /&gt;Tujuan      : setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3 x 24 jam, klien mampu beradaptasi &lt;br /&gt;Kriteria hasil :  Mau menerima  tindakan perawatan, klien tampak tenang dan tidak rewel&lt;br /&gt; Intervensi : &lt;br /&gt;1) Libatkan keluarga dalam melakukan  tindakan perawatan&lt;br /&gt;R/ Pendekatan awal pada anak melalui ibu atau keluarga&lt;br /&gt;2) Hindari persepsi yang salah pada perawat dan RS&lt;br /&gt;R/ mengurangi rasa takut anak terhadap perawat dan lingkungan RS&lt;br /&gt;3) Berikan pujian jika klien mau diberikan tindakan perawatan dan pengobatan&lt;br /&gt;R/ menambah rasa percaya diri anak akan keberanian dan kemampuannya&lt;br /&gt;4) Lakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal (sentuhan, belaian dll)&lt;br /&gt;R/ Kasih saying serta pengenalan diri perawat akan menunbuhkan rasa aman pada klien.&lt;br /&gt;5) Berikan mainan sebagai rangsang sensori anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bates. B, 1995. Pemeriksaan Fisik &amp; Riwayat Kesehatan.  Ed 2. EGC. Jakarta&lt;br /&gt;Carpenitto.LJ. 2000. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis. Ed 6. EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;Lab/ UPF IKA, 1994.  Pedoman Diagnosa dan Terapi .  RSUD Dr. Soetomo. Surabaya.&lt;br /&gt;Markum.AH. 1999. Ilmu Kesehatan Anak. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.&lt;br /&gt;Ngastiyah. 1997.  Perawatan Anak sakit. EGC. Jakarta&lt;br /&gt;Soetjiningsih, 1995.  Tumbuh Kembang Anak. EGC. Jakarta&lt;br /&gt;Suryanah,2000.  Keperawatan Anak.  EGC. Jakarta&lt;br /&gt;Doengoes,2000. Asuhan Keperawatan Maternal/ Bayi. EGC. Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500253/ASKEPdiareanak.rar.html"&gt;download askep diatas, klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-8749067177189801683?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/8749067177189801683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=8749067177189801683' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8749067177189801683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8749067177189801683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/asuhan-keperawatan-diare-pada-anak.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN DIARE PADA ANAK'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-7647032276503541286</id><published>2009-04-28T07:14:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:18:14.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>asuhan keperawatan DHF</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DHF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh Arbovirus ( arthro podborn virus ) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk AEDES ( AEDES ALBOPICTUS dan AEDES AEGEPTY )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Penyebab&lt;br /&gt;Penyebab DHF adalah Arbovirus ( Arthropodborn Virus ) melalui gigitan nyamuk Aedes ( Aedes Albopictus dn Aedes Aegepty )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tanda dan gejala &lt;br /&gt;Tanda dan gejala penyakit DHF adalah :&lt;br /&gt;- Meningkatnya suhu tubuh&lt;br /&gt;- Nyeri pada otot seluruh tubuh&lt;br /&gt;- Suara serak&lt;br /&gt;- Batuk&lt;br /&gt;- Epistaksis&lt;br /&gt;- Disuria&lt;br /&gt;- Nafsu makan menurun&lt;br /&gt;- Muntah&lt;br /&gt;- Ptekie&lt;br /&gt;- Ekimosis&lt;br /&gt;- Perdarahan gusi&lt;br /&gt;- Muntah darah&lt;br /&gt;- Hematuria masih&lt;br /&gt;- Melena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Klasifikasi DHF menurut WHO&lt;br /&gt;Derajat I&lt;br /&gt;Demam disertai gejala tidak khas, terdapat manifestasi perdarahan ( uju tourniquet positif )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat II&lt;br /&gt;Derajat I ditambah gejala perdarahan spontan dikulit dan perdarahan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat III&lt;br /&gt;Kegagalan sirkulasi darah, nadi cepat dan  lemah, tekanan nadi menurun ( 20 mmhg, kulit dingin, lembab, gelisah, hipotensi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat IV&lt;br /&gt;Nadi tak teraba, tekanan darah tak dapat diukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Diagnostik&lt;br /&gt;- Darah Lengkap = Hemokonsentrasi ( Hemaokrit meningkat 20 % atau lebih ) Thrombocitopeni ( 100. 000/ mm3 atau kurang )&lt;br /&gt;- Serologi = Uji HI ( hemaaglutinaion Inhibition Test ) &lt;br /&gt;- Rontgen Thorac = Effusi Pleura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pathways&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Penatalaksanaan &lt;br /&gt; Medik&lt;br /&gt;A. DHF tanpa Renjatan&lt;br /&gt;- Beri minum banyak ( 1 ½ - 2 Liter / hari )&lt;br /&gt;- Obat anti piretik, untuk menurunkan panas, dapat juga dilakukan kompres&lt;br /&gt;- Jika kejang maka dapat diberi luminal  ( antionvulsan ) untuk anak &lt;1th dosis 50 mg Im dan untuk anak &gt;1th 75 mg Im. Jika 15 menit kejang belum teratasi , beri lagi luminal dengan dosis 3mg / kb BB ( anak &lt;1th dan pada anak &gt;1th diberikan 5 mg/ kg BB.&lt;br /&gt;- Berikan infus jika terus muntah dan hematokrit meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. DHF dengan Renjatan&lt;br /&gt;- Pasang infus RL&lt;br /&gt;- Jika dengan infus tidak ada respon maka berikan plasma expander ( 20 – 30 ml/ kg BB )&lt;br /&gt;- Tranfusi jika Hb dan Ht turun&lt;br /&gt; Keperawatan&lt;br /&gt;1. Pengawasan tanda – tanda Vital secara kontinue tiap jam&lt;br /&gt;- Pemeriksaan Hb, Ht, Trombocyt tiap 4 Jam&lt;br /&gt;- Observasi intik output&lt;br /&gt;- Pada pasienDHF derajat I : Pasien diistirahatkan, observasi tanda vital tiap 3   jam , periksa Hb, Ht, Thrombosit tiap 4 jam beri minum 1 ½ liter – 2 liter per hari, beri kompres&lt;br /&gt;- Pada pasien DHF derajat II : pengawasan tanda vital, pemeriksaan Hb, Ht, Thrombocyt, perhatikan gejala seperti nadi lemah, kecil dan cepat, tekanan darah menurun, anuria dan sakit perut, beri infus.&lt;br /&gt;- Pada pasien DHF derajat III : Infus guyur, posisi semi fowler, beri o2 pengawasan tanda – tanda vital tiap 15 menit, pasang cateter, obsrvasi productie urin tiap jam, periksa Hb, Ht dan thrombocyt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Resiko Perdarahan&lt;br /&gt;- Obsevasi perdarahan : Pteckie, Epistaksis, Hematomesis dan melena&lt;br /&gt;- Catat banyak, warna dari perdarahan&lt;br /&gt;- Pasang NGT pada pasien dengan perdarahan tractus Gastro Intestinal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Peningkatan suhu tubuh&lt;br /&gt;- Observasi / Ukur suhu tubuh secara periodik&lt;br /&gt;- Beri minum banyak&lt;br /&gt;- Berikan kompres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Asuhan Keperawatan pada pasien DHF&lt;br /&gt;Pengkajian&lt;br /&gt;- Kaji riwayat Keperawatan&lt;br /&gt;- Kaji adanya peningkatan suhu tubuh, tanda perdarahan , mual muntah, tidak nafsu makan, nyeri ulu hai, nyeri otot dan tanda – tanda renjatan  ( denyut nadi cepat dan lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab, terutama pada ekstremitas, sianosis, gelisah, penurunan kesadaran )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnose Keperawatan&lt;br /&gt;1. Kekurangan Volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler , perdarahan, muntah, dan demam&lt;br /&gt;2. Perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan perdarahan&lt;br /&gt;3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan&lt;br /&gt;4. Hiertermi berhubungan dengan proses infeksivirus&lt;br /&gt;5. Perubahan proses proses keluarga berhubungan dengan kondisi anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan&lt;br /&gt;1. Anak menunjukkan tanda – tanda terpenuhinya kebutuhan cairan&lt;br /&gt;2. Anak menunjukkan tanda – tanda perfusi jaringan perifer yang adekwat&lt;br /&gt;3. Anak menunjukkan tanda – tanda vital dalam batas normal&lt;br /&gt;4. Keluarga menunjukkan kekoping yang adaptif&lt;br /&gt;Implementasi&lt;br /&gt;1. Mencegah terjadinya kekurangan volume cairan&lt;br /&gt;- Mengobservasi tanda – tanda vital paling sedikit setiap 4 jam&lt;br /&gt;- Monitor tanda – tanda meningkatnya kekurangan cairan : turgor tidak elastis, ubun – ubun cekung, produktie urin menurun&lt;br /&gt;- Mengobservasi dan mencatat intake dan output&lt;br /&gt;- Memberikan hidrasi yang adekwat sesuai dengan kebutuhan tubuh&lt;br /&gt;- Memonitor nilai laboratorium : elektrolit / darah BJ urin , serum tubuh&lt;br /&gt;- Mempertahankan intake dan output yang adekwat &lt;br /&gt;- Memonitor dan mencatat berat badan&lt;br /&gt;- Memonitor pemberian cairan melalui intravena setiap jam&lt;br /&gt;- Mengurangi kehilangan cairan yang tidak telihat ( insesible water loss / IWL )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perfusi jaringan Adekwat&lt;br /&gt;- Mengkaji dan mencatat tanda – tanda Vital ( kualitas dan Frekwensi denyut nadi, tekanan darah , Cappilary Refill )&lt;br /&gt;- Mengkaji dan mencatat sirkulasi pada ektremitas ( suhu , kelembaban dan warna )&lt;br /&gt;- Menilai kemungkinan terjadinya kematian aringan pada ekstremitas seperti dingin , neri , pembengkakan kaki )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kebutuhan nutrisi adekwat&lt;br /&gt;- Ijinka anak memakan makanan yang dapa ditoleransi anak. Rencanakan untuk memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkat.&lt;br /&gt;- Berikan makanan yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan kualitas intake nutrisi  &lt;br /&gt;- Menganjurkan kepada orang tua untuk memberikan makanan dengan teknik porsi kecil tetapi sering&lt;br /&gt;- Menimbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama dan dengan skala yang sama&lt;br /&gt;- Mempertahankan kebersihan mulut pasien&lt;br /&gt;- Menjelaskan pentingnya intake nutirisi yang adekwat untuk penyembuhan penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mempertahankan suhu tubuh normal&lt;br /&gt;- Ukur tanda – tanda vital suhu tubuh&lt;br /&gt;- Ajarkan keluarga dala pengukuran suhu&lt;br /&gt;- Lakukan “ tepid sponge”  ( seka ) dengan air biasa&lt;br /&gt;- Tingkatkan intake cairan&lt;br /&gt;- Berikan terapi untuk menurunkan suhu&lt;br /&gt;5. Mensupport koping keluarga Adaptif&lt;br /&gt;- mengkaji perasaan dn persepsi orang tua atau anggota keluarga terhadap situasi yang penuh stress&lt;br /&gt;- Ijinkan orang tua dan keluarga untuk memberikan respon secara panjang lebar dan identifikasi faktor yang paling mencmaskan keluarga&lt;br /&gt;- Identifikasikan koping yang biasa digunakan dn seberapa besar keberhasilannya dalam mengatasi keadaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Pencegahan DHF&lt;br /&gt;Menghindari atau mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegepty dengan cara:&lt;br /&gt;- Rumah selalu terang&lt;br /&gt;- Tidak menggantung pakaian&lt;br /&gt;- Bak / tempat penampungan air sering dibersihkan dan diganti airnya minimal 4 hari sekali&lt;br /&gt;- Kubur barang – barang bekas yang memungkinkan sebagai tempat terkumpulnya air hujan&lt;br /&gt;- Tutup tempat penampungan air&lt;br /&gt;Perencanaan pemulangan dan PEN KES&lt;br /&gt;- Berikan informasi tentang kebutuhan melakukan aktifitas sesuai dengan tingkat perkembangan dan kondisi fisik anak&lt;br /&gt;- Jelaskan terapi yang diberikan, dosis efek samping &lt;br /&gt;- Menjelaskan gejala – gejala kekambuhan penyakit dan hal yang harus dilakukan untuk mengatasi gejala &lt;br /&gt;- Tekankan untuk melakukan kontrol sesuai waktu yang ditentukan&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Buku ajar IKA infeksi dan penyakit tropis IDAI Edisi I. Editor : Sumarmo, S Purwo Sudomo, Harry Gama, Sri rejeki Bag IKA FKUI jkt 2002.&lt;br /&gt;Christantie, Effendy. SKp, Perawatan Pasien DHF. Jakarta, EGC, 1995&lt;br /&gt;Prinsip – Prinsip Keperawatan Nancy Roper hal 269 – 267&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500254/ASKEPdhf.rar.html"&gt;download askep diatas, klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-7647032276503541286?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/7647032276503541286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=7647032276503541286' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7647032276503541286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7647032276503541286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/asuhan-keperawatan-dhf.html' title='asuhan keperawatan DHF'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-2489294291897410219</id><published>2009-04-28T07:12:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:14:14.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )</title><content type='html'>CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;       Gagal ginjal kronik (GGK) biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap (Doenges, 1999; 626)&lt;br /&gt;        Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah).  (Brunner &amp; Suddarth, 2001; 1448)&lt;br /&gt;         Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat,biasanya berlangsung beberapa tahun. (Price, 1992; 812)&lt;br /&gt; Sesuai dengan topik yang saya tulis didepan cronic kidney disease ( CKD ),pada dasarnya pengelolaan tidak jauh beda dengan cronoic renal failure ( CRF ), namun pada terminologi akhir CKD lebih baik dalam rangka untuk membatasi kelainan klien pada kasus secara dini, kerena dengan CKD dibagi 5 grade, dengan harapan klien datang/merasa masih dalam stage – stage awal yaitu 1 dan 2. secara konsep CKD, untuk menentukan derajat ( stage ) menggunakan terminology CCT ( clearance creatinin test ) dengan rumus stage 1 sampai stage 5. sedangkan CRF ( cronic renal failure ) hanya 3 stage. Secara umum ditentukan klien datang dengan derajat 2 dan 3 atau datang dengan terminal stage bila menggunakan istilah CRF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. ETIOLOGI&lt;br /&gt;• Infeksi misalnya pielonefritis kronik, glomerulonefritis&lt;br /&gt;• Penyakit vaskuler hipertensif misalnya nefrosklerosis benigna, nefrosklerosis maligna, stenosis arteria renalis&lt;br /&gt;• Gangguan jaringan penyambung misalnya lupus eritematosus sistemik, poliarteritis nodosa,sklerosis sistemik progresif&lt;br /&gt;• Gangguan kongenital dan herediter misalnya penyakit ginjal polikistik,asidosis tubulus ginjal&lt;br /&gt;• Penyakit metabolik misalnya DM,gout,hiperparatiroidisme,amiloidosis&lt;br /&gt;• Nefropati toksik misalnya penyalahgunaan analgesik,nefropati timbal &lt;br /&gt;• Nefropati obstruktif misalnya saluran kemih bagian atas: kalkuli neoplasma, fibrosis netroperitoneal. Saluran kemih bagian bawah: hipertropi prostat, striktur uretra, anomali kongenital pada leher kandung kemih dan uretra.&lt;br /&gt;• Batu saluran kencing yang menyebabkan hidrolityasis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt; Pada waktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (termasuk glomerulus dan tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). Nefron-nefron yang utuh hipertrofi dan memproduksi volume filtrasi yang meningkat disertai reabsorpsi walaupun dalam keadaan penurunan GFR / daya saring. Metode adaptif ini memungkinkan ginjal untuk berfungsi sampai ¾ dari nefron–nefron rusak. Beban bahan yang harus dilarut menjadi lebih besar daripada yang bisa direabsorpsi berakibat diuresis osmotik disertai poliuri dan haus. Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak bertambah banyak oliguri timbul disertai retensi produk sisa. Titik dimana timbulnya gejala-gejala pada pasien menjadi lebih jelas dan muncul gejala-gejala khas kegagalan ginjal bila kira-kira fungsi ginjal telah hilang 80% - 90%. Pada tingkat ini fungsi renal yang demikian nilai kreatinin clearance turun sampai 15 ml/menit atau lebih rendah itu. ( Barbara C Long, 1996, 368)&lt;br /&gt; Fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein (yang normalnya diekskresikan ke dalam urin) tertimbun dalam darah. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. Semakin banyak timbunan produk sampah maka gejala akan semakin berat. Banyak gejala uremia membaik setelah dialisis. (Brunner &amp; Suddarth, 2001 : 1448).&lt;br /&gt;Klasifikasi&lt;br /&gt;Gagal ginjal kronik dibagi 3 stadium :&lt;br /&gt;- Stadium 1 : penurunan cadangan ginjal, pada stadium kadar kreatinin serum normal dan penderita asimptomatik.&lt;br /&gt;- Stadium 2 : insufisiensi ginjal, dimana lebihb dari 75 % jaringan telah rusak, Blood Urea Nitrogen ( BUN ) meningkat, dan kreatinin serum meningkat.&lt;br /&gt;- Stadium 3 : gagal ginjal stadium akhir atau uremia.&lt;br /&gt;K/DOQI merekomendasikan pembagian CKD berdasarkan stadium dari tingkat penurunan LFG :&lt;br /&gt;- Stadium 1 : kelainan ginjal yang ditandai dengan albuminaria persisten dan LFG yang masih normal ( &gt; 90 ml / menit / 1,73 m2&lt;br /&gt;- Stadium 2   : Kelainan ginjal dengan albuminaria persisten dan LFG antara 60-89 mL/menit/1,73 m2&lt;br /&gt;- Stadium 3    : kelainan ginjal dengan LFG antara 30-59 mL/menit/1,73m2&lt;br /&gt;- Stadium 4 : kelainan ginjal dengan LFG antara 15-29mL/menit/1,73m2&lt;br /&gt;- Stadium5 : kelainan ginjal dengan LFG &lt; 15mL/menit/1,73m2 atau gagal ginjal terminal.&lt;br /&gt;Untuk menilai GFR ( Glomelular Filtration Rate ) / CCT ( Clearance Creatinin Test ) dapat digunakan dengan rumus : &lt;br /&gt;Clearance creatinin ( ml/ menit ) = ( 140-umur ) x berat badan ( kg )&lt;br /&gt;              72 x creatini serum&lt;br /&gt;Pada wanita hasil tersebut dikalikan dengan 0,85&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANIFESTASI KLINIS&lt;br /&gt;1. Manifestasi klinik  antara lain (Long, 1996 : 369): &lt;br /&gt;a. Gejala dini : lethargi, sakit kepala, kelelahan fisik dan mental, berat badan berkurang, mudah tersinggung, depresi&lt;br /&gt;b. Gejala yang lebih lanjut : anoreksia, mual disertai muntah, nafas dangkal atau sesak nafas baik waktui ada kegiatan atau tidak, udem yang disertai lekukan, pruritis mungkin tidak ada tapi mungkin juga sangat parah.&lt;br /&gt;2. Manifestasi klinik menurut (Smeltzer, 2001 : 1449) antara lain : hipertensi, (akibat retensi cairan dan natrium dari aktivitas sisyem renin -  angiotensin – aldosteron), gagal jantung kongestif dan udem pulmoner (akibat cairan berlebihan) dan perikarditis (akibat iriotasi pada lapisan perikardial oleh toksik, pruritis, anoreksia, mual, muntah, dan cegukan, kedutan otot, kejang, perubahan tingkat kesadaran, tidak mampu berkonsentrasi).&lt;br /&gt;3. Manifestasi klinik menurut Suyono (2001) adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;a. Gangguan kardiovaskuler&lt;br /&gt;Hipertensi, nyeri dada, dan sesak nafas akibat perikarditis, effusi perikardiac dan gagal jantung akibat penimbunan cairan, gangguan irama jantung dan edema.&lt;br /&gt;b. Gannguan Pulmoner&lt;br /&gt;Nafas dangkal, kussmaul, batuk dengan sputum kental dan riak, suara krekels.&lt;br /&gt;c. Gangguan  gastrointestinal&lt;br /&gt;Anoreksia, nausea, dan fomitus yang berhubungan dengan metabolisme protein dalam usus, perdarahan pada saluran gastrointestinal, ulserasi dan perdarahan mulut, nafas bau ammonia.&lt;br /&gt;d. Gangguan  muskuloskeletal&lt;br /&gt;Resiles leg sindrom ( pegal pada kakinya sehingga selalu digerakan ), burning feet syndrom ( rasa kesemutan dan terbakar, terutama ditelapak kaki ), tremor, miopati ( kelemahan dan hipertropi otot – otot ekstremitas. &lt;br /&gt;e. Gangguan Integumen&lt;br /&gt;kulit berwarna pucat akibat anemia dan kekuning – kuningan akibat penimbunan urokrom, gatal – gatal akibat toksik, kuku tipis dan rapuh.&lt;br /&gt;f. Gangguan endokrim&lt;br /&gt;Gangguan seksual : libido fertilitas dan ereksi menurun, gangguan menstruasi dan aminore. Gangguan metabolic glukosa, gangguan metabolic lemak dan vitamin D.&lt;br /&gt;g. Gangguan cairan elektrolit dan keseimbangan asam dan basa&lt;br /&gt;biasanya retensi garam dan air tetapi dapat juga terjadi kehilangan natrium dan dehidrasi, asidosis, hiperkalemia, hipomagnesemia, hipokalsemia.&lt;br /&gt;h. System hematologi&lt;br /&gt;anemia yang disebabkan karena berkurangnya produksi eritopoetin, sehingga rangsangan eritopoesis pada sum – sum tulang berkurang, hemolisis akibat berkurangnya masa hidup eritrosit dalam suasana uremia toksik, dapat juga terjadi gangguan fungsi trombosis dan trombositopeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PEMERIKSAAN PENUNJANG&lt;br /&gt;Didalam memberikan pelayanan keperawatan terutama intervensi maka perlu pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan baik secara medis ataupun kolaborasi antara lain :&lt;br /&gt;1.Pemeriksaan lab.darah&lt;br /&gt;- hematologi&lt;br /&gt; Hb, Ht, Eritrosit, Lekosit, Trombosit&lt;br /&gt;- RFT ( renal fungsi test )&lt;br /&gt; ureum dan kreatinin&lt;br /&gt;- LFT (liver fungsi test )&lt;br /&gt;- Elektrolit&lt;br /&gt; Klorida, kalium, kalsium&lt;br /&gt;- koagulasi studi&lt;br /&gt; PTT, PTTK&lt;br /&gt;- BGA&lt;br /&gt;2. Urine &lt;br /&gt;- urine rutin&lt;br /&gt;- urin khusus : benda keton, analisa kristal batu&lt;br /&gt;3. pemeriksaan kardiovaskuler&lt;br /&gt;- ECG&lt;br /&gt;- ECO &lt;br /&gt;4. Radidiagnostik&lt;br /&gt;- USG abdominal&lt;br /&gt;- CT scan abdominal&lt;br /&gt;- BNO/IVP, FPA&lt;br /&gt;- Renogram &lt;br /&gt;- RPG ( retio pielografi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;Penatalaksanaan keperawatan pada pasien dengan CKD dibagi tiga yaitu :&lt;br /&gt;a) Konservatif&lt;br /&gt;- Dilakukan pemeriksaan lab.darah dan urin&lt;br /&gt;- Observasi balance cairan &lt;br /&gt;- Observasi adanya odema&lt;br /&gt;- Batasi cairan yang masuk&lt;br /&gt;b) Dialysis&lt;br /&gt;- peritoneal dialysis&lt;br /&gt; biasanya dilakukan pada kasus – kasus emergency. &lt;br /&gt; Sedangkan dialysis yang bisa dilakukan dimana saja yang tidak bersifat akut  adalah CAPD ( Continues Ambulatori Peritonial Dialysis )   &lt;br /&gt;- Hemodialisis&lt;br /&gt;Yaitu dialisis yang dilakukan melalui tindakan infasif di vena dengan menggunakan mesin. Pada awalnya hemodiliasis dilakukan melalui daerah femoralis namun untuk mempermudah maka dilakukan :&lt;br /&gt;- AV fistule : menggabungkan vena dan arteri&lt;br /&gt;- Double lumen : langsung pada daerah jantung ( vaskularisasi ke jantung ) &lt;br /&gt;c) Operasi&lt;br /&gt;- Pengambilan batu&lt;br /&gt;- transplantasi ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;Menurut Doenges (1999) dan Lynda Juall (2000), diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien CKD adalah:&lt;br /&gt;1. Penurunan curah jantung &lt;br /&gt;2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit &lt;br /&gt;3. Perubahan nutrisi &lt;br /&gt;4. Perubahan pola nafas&lt;br /&gt;5. Gangguan perfusi jaringan &lt;br /&gt;6. Intoleransi aktivitas &lt;br /&gt;7. kurang pengetahuan tentang tindakan medis&lt;br /&gt;8. resti terjadinya infeksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. INTERVENSI&lt;br /&gt;1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan beban jantung yang meningkat&lt;br /&gt;Tujuan: &lt;br /&gt;Penurunan curah jantung tidak terjadi dengan kriteria hasil :&lt;br /&gt;mempertahankan curah jantung dengan bukti tekanan darah dan frekuensi jantung dalam batas normal, nadi perifer kuat dan sama dengan waktu pengisian kapiler&lt;br /&gt;Intervensi: &lt;br /&gt;a. Auskultasi bunyi jantung dan paru&lt;br /&gt;R: Adanya takikardia frekuensi jantung tidak teratur&lt;br /&gt;b. Kaji adanya hipertensi&lt;br /&gt;R: Hipertensi dapat terjadi karena gangguan pada sistem aldosteron-renin-angiotensin (disebabkan oleh disfungsi ginjal)&lt;br /&gt;c. Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikanlokasi, rediasi, beratnya (skala 0-10)&lt;br /&gt;R: HT dan GGK dapat menyebabkan nyeri&lt;br /&gt;d. Kaji tingkat aktivitas, respon terhadap aktivitas&lt;br /&gt;R: Kelelahan dapat menyertai GGK juga anemia&lt;br /&gt;2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan edema sekunder : volume cairan tidak seimbang oleh karena retensi Na dan H2O)&lt;br /&gt;Tujuan: Mempertahankan berat tubuh ideal tanpa kelebihan cairan dengan kriteria hasil: tidak ada edema, keseimbangan antara input dan output&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a. Kaji status cairan dengan menimbang BB perhari, keseimbangan masukan dan haluaran, turgor kulit tanda-tanda vital&lt;br /&gt;b. Batasi masukan cairan&lt;br /&gt;R: Pembatasan cairan akn menentukan BB ideal, haluaran urin, dan respon terhadap terapi&lt;br /&gt;c. Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan&lt;br /&gt;R: Pemahaman meningkatkan kerjasama pasien dan keluarga dalam pembatasan cairan&lt;br /&gt;d. Anjurkan pasien / ajari pasien untuk mencatat penggunaan cairan terutama pemasukan dan haluaran&lt;br /&gt;R: Untuk mengetahui keseimbangan input dan output&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia, mual, muntah&lt;br /&gt;Tujuan: Mempertahankan masukan nutrisi yang adekuat dengan kriteria hasil: menunjukan BB stabil&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a. Awasi konsumsi makanan / cairan&lt;br /&gt;R: Mengidentifikasi kekurangan nutrisi&lt;br /&gt;b. Perhatikan adanya mual dan muntah&lt;br /&gt;R: Gejala yang menyertai akumulasi toksin endogen yang dapat mengubah atau menurunkan pemasukan dan memerlukan intervensi&lt;br /&gt;c. Beikan makanan sedikit tapi sering&lt;br /&gt;R: Porsi lebih kecil dapat meningkatkan masukan makanan&lt;br /&gt;d. Tingkatkan kunjungan oleh orang terdekat selama makan&lt;br /&gt;R: Memberikan pengalihan dan meningkatkan aspek sosial&lt;br /&gt;e. Berikan perawatan mulut sering&lt;br /&gt;R: Menurunkan ketidaknyamanan stomatitis oral dan rasa tak disukai dalam mulut yang dapat mempengaruhi masukan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perubahan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi sekunder: kompensasi melalui alkalosis respiratorik&lt;br /&gt;Tujuan: Pola nafas kembali normal / stabil&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a. Auskultasi bunyi nafas, catat adanya crakles&lt;br /&gt;R: Menyatakan adanya pengumpulan sekret&lt;br /&gt;b. Ajarkan pasien batuk efektif dan nafas dalam&lt;br /&gt;R: Membersihkan jalan nafas dan memudahkan aliran O2&lt;br /&gt;c. Atur posisi senyaman mungkin&lt;br /&gt;R: Mencegah terjadinya sesak nafas&lt;br /&gt;d. Batasi untuk beraktivitas &lt;br /&gt;R: Mengurangi beban kerja dan mencegah terjadinya sesak atau hipoksia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pruritis&lt;br /&gt;Tujuan: Integritas kulit dapat terjaga dengan kriteria hasil :&lt;br /&gt;- Mempertahankan kulit utuh&lt;br /&gt;- Menunjukan perilaku / teknik untuk mencegah kerusakan kulit&lt;br /&gt;Intervensi: &lt;br /&gt;a. Inspeksi kulit terhadap perubahan warna, turgor, vaskuler, perhatikan kadanya kemerahan&lt;br /&gt;R: Menandakan area sirkulasi buruk atau kerusakan yang dapat menimbulkan pembentukan dekubitus / infeksi.&lt;br /&gt;b. Pantau masukan cairan dan hidrasi kulit dan membran mukosa&lt;br /&gt;R: Mendeteksi adanya dehidrasi atau hidrasi berlebihan yang mempengaruhi sirkulasi dan integritas jaringan&lt;br /&gt;c. Inspeksi area tergantung terhadap udem&lt;br /&gt;R: Jaringan udem lebih cenderung rusak / robek&lt;br /&gt;d. Ubah posisi sesering mungkin&lt;br /&gt;R: Menurunkan tekanan pada udem , jaringan dengan perfusi buruk untuk menurunkan iskemia&lt;br /&gt;e. Berikan perawatan kulit&lt;br /&gt;R: Mengurangi pengeringan , robekan kulit&lt;br /&gt;f. Pertahankan linen kering&lt;br /&gt;R: Menurunkan iritasi dermal dan risiko kerusakan kulit&lt;br /&gt;g. Anjurkan pasien menggunakan kompres lembab dan dingin untuk memberikan tekanan pada area pruritis&lt;br /&gt;R: Menghilangkan ketidaknyamanan dan menurunkan risiko cedera&lt;br /&gt;h. Anjurkan memakai pakaian katun longgar&lt;br /&gt;R: Mencegah iritasi dermal langsung dan meningkatkan evaporasi lembab pada kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan oksigenasi jaringan yang tidak adekuat, keletihan&lt;br /&gt;Tujuan: Pasien dapat meningkatkan aktivitas yang dapat ditoleransi&lt;br /&gt;Intervensi: &lt;br /&gt;a. Pantau pasien untuk melakukan aktivitas&lt;br /&gt;b. Kaji fektor yang menyebabkan keletihan&lt;br /&gt;c. Anjurkan aktivitas alternatif sambil istirahat&lt;br /&gt;d. Pertahankan status nutrisi yang adekuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kurang pengetahuan tentang  kondisi, prognosis dan tindakan medis (hemodialisa) b.d salah interpretasi informasi.&lt;br /&gt;a. Kaji ulang penyakit/prognosis dan kemungkinan yang akan dialami.&lt;br /&gt;b. Beri pendidikan kesehatan mengenai pengertian, penyebab, tanda dan gejala CKD  serta penatalaksanaannya (tindakan hemodialisa ).&lt;br /&gt;c. Libatkan keluarga dalam memberikan tindakan.&lt;br /&gt;d. Anjurkan keluarga untuk memberikan support system.&lt;br /&gt;e. Evaluasi pasien dan keluarga setelah diberikan penkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carpenito, Lynda Juall. (2000). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Jakarta : EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doenges E,  Marilynn, dkk. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perancanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3. Jakarta : EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Long, B C. (1996). Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan Proses Keperawatan) Jilid 3. Bandung : Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Price, Sylvia A dan Lorraine M Wilson. (1995). Patofisiologi Konsep Kllinis Proses-proses Penyakit. Edisi 4. Jakarta : EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smeltzer, Suzanne C dan Brenda G Bare. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &amp; Suddarth. Edisi 8. Jakarta :EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suyono, Slamet. (2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 3. Jilid I II. Jakarta.: Balai Penerbit FKUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500255/ASKEPCKD.rar.html"&gt;download askep diatas klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-2489294291897410219?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/2489294291897410219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=2489294291897410219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2489294291897410219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2489294291897410219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/ckd-chronic-kidney-disease.html' title='CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-6286212975093866179</id><published>2009-04-09T06:51:00.001+07:00</published><updated>2009-04-28T06:22:43.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sd044m50j7I/AAAAAAAAADg/d_V2v9jEyoU/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sd044m50j7I/AAAAAAAAADg/d_V2v9jEyoU/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322472879788691378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa pertanyaan kunci bahwa perawat harus mempertimbangkan saat mengkaji kebutuhan akan sentuhan pasien dan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T Jumlah total sentuhan saat ini dari keluarga dan anggota tim   kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien membutuhkan sedikit perawatan fisik, mungkin diisolasi, atau mungkin menggunakan tempat tidur kinetik. Sering kali pasien  ini mempunyai atau tidak sama sekali mempunyai pengunjung, atau anggota keluarga sangat ragu-ragu menyentuh pasien. Ketika dengan pasien mereka tetap jauh dari tempat tidur dan munculnya ketakutan atau rasa tidak nyaman dengan menyentuh atau menunjukkan pengaruhnya dan perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Pasien lansia sering meningkat akan kebutuhan sentuhan yang berarti selama periode krisis. Agging process yang juga membuat  mereka lebih cenderung terjadi penurunan sensori, kekacauan mental, dan kesulitan komunikasi yang dapat dikurangi dengan sentuhan yang berarti dalam memberikan perawatan. Mmepunyai pengunjung dan interaksi verbal sedikit dapat memperbesar kebutuhan memreka akan sentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U Ancaman yang tidak biasa terhadap gambaran diri dan jarak kedekatan pribadi terjadi pada saat pasien mengalami ketidaknyamanan dan bingung tentang bagian tubuhnya dan menyatukan bagian-bagian tubuhnya ke dalam satu tubuh yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C Tingkat kesadaran pasien memberi isyarat akan kebutuhan sentuhan. Mungkin terjadi kurang jika mereka stabil dan dapat berpartisipasi pada perawatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis dapat memicu peningkatan akan kebutuhan dukungan, kedekatan dengan orang lain, komunikasi yang jelas. Sering terjadi sedikit kesempatan bagi perawat memberikan dukungan verbal yang lama selama situasi krisis, walaupun kebutuhan dukungan dan perawatan semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H Teknologi canggih sangat menunjang perawatan intensif. Ketidakberdayaan dan keputusasaan merupakan perasaan yang dialami pasien jika mereka mengetahui bahwa mereka tidak meningkatkan situasi mereka pada tingkat yang dapat diterima. Perasaan ini memungkinkan mereka dalam kehancuran dan depressi. Mereka akan menampakkan perasaan ini dengan tampak apatis terhadap kondisi mereka atau perawatan, withdrawal, atau menghindari komunikasi, atau menangis dan terluka. Merasa kesepian dalam krisis mereka hanya membuat mereka makin putus asa. Pasien ini mungkin sangat terbuka terhadap dukungan dan pemberian perhatian sentuhan perawat sebagai tanda bahwa seseorang memperhatikan dan bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Psikosis ICU, kekacauan mental dan tak berdaya merupakan kemungkinan efek samping dari lingkungan perawatan kritis pada kombinasi tingkat stress pasien. Kurang istirahat, perubahan status nutrisi dan penggunaan obat juga mendukung terjadinya ketidakseimbangan yang dialami pasien. Sentuhan yang hati-hati dan direncanakan dapat membantu pasien melalui episode ini. Keinginan menyentuh bagi pasien mungkin merupakan isyarat kebutuhannya untuk mengadakan kontak rasa dengan orang lain. Pasien yang meraih perawat atau memegang lengan atau tangan perawat mungkin menandakan kebutuhan mereka untuk kedekatan dan kontak dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N Menggunakan lima indra secara normal dan input sensoris yang normal dan jumlah serta kualitasnya meningkatkan kemampuan pasien untuk mengatasi ansietas, lingkungan asing dan situasi krisis. Sayangnya semua itu sering  mengubah input sensoris dan penggunaannya. Memberikan perhatian yang sensitif pada perilaku pasien merupakan langkah pertama dalam mencapai keseimbangan proses sensoris. Langkah kedua termasuk menggunakan sentuhan yang bermakna dalam mencoba mengkomunikasikan keperawatan dan menghubungkan pasien dengan realita, martabat dan harga diri. Langkah ketiga membutuhakan perawat untuk melihat respons pasien untuk menilai intervensi pada tingkat individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G Memberikan isyarat perilaku terhadap kebutuhan sentuhan merupakan fenomena yang tidak disadari pasien. Expresi wajah, kontak mata, ungkapan verbal, ingin menyentuh dan sering memanggil perawat mungkin menandakan kebutuhan pasien akan seseorang disampingnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama pentingnya menyadari isyarat pasien untuk menghindari sentuhan. Ingatlah pasien sebagai individu, perubahan suasana hati, pengaruh budaya dan perubahan fisiologis mungkin menyebabkan fluktuasi pada kebutuhan pasien atau kesiapan fisik untuk kontak. Keterbuakaan untuk menyentuh pada satu waktu tidak meyakinkan bahwa pasien akan merasa nyaman dengan sentuhan dibawah kondisi lain. Penting untuk memahami bahwa kebutuhan pasien dan berespons menyentuh berubah dari waktu ke waktu atau dari hari ke hari.*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Hudak &amp;amp; Gallo Keperawatan Kritis Pendekatan Holistik Ed VI Vol I 1997&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-6286212975093866179?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/6286212975093866179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=6286212975093866179' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/6286212975093866179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/6286212975093866179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/pengkajian-kebutuhan-dasar-manusia.html' title='PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sd044m50j7I/AAAAAAAAADg/d_V2v9jEyoU/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-4769667892689803110</id><published>2009-04-09T06:20:00.005+07:00</published><updated>2009-04-28T06:23:09.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video tindakan keperawatan'/><title type='text'>VIDEO CARA MEMASANG BANDAGE</title><content type='html'>bagi teman-teman perawat atau mahasiswa keperawatan, dibawah ini adalah video cara memasang bandage, mungkin dapat sebagai bahan tambahan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-f6fa231f12df1b75" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v8.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3Df6fa231f12df1b75%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331391615%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3F3C48EE248590B4184BF64993A92C882E248DA6.1E596456BAA509B24270BD6B31266CA089A8E61A%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Df6fa231f12df1b75%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dlvf7CGagwvmz9L0Qu6xdvvqxZAs&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v8.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3Df6fa231f12df1b75%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331391615%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3F3C48EE248590B4184BF64993A92C882E248DA6.1E596456BAA509B24270BD6B31266CA089A8E61A%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Df6fa231f12df1b75%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dlvf7CGagwvmz9L0Qu6xdvvqxZAs&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila anda mau download silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4213141/HowtoApplyAFigure8BandageVideo5min.com.flv.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--&lt;br /&gt;google_ad_client = "pub-0585506194204927";&lt;br /&gt;/* 300x250, dibuat 09/04/09 */&lt;br /&gt;google_ad_slot = "9446145080";&lt;br /&gt;google_ad_width = 300;&lt;br /&gt;google_ad_height = 250;&lt;br /&gt;//--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&lt;br /&gt;src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-4769667892689803110?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=f6fa231f12df1b75&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/4769667892689803110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=4769667892689803110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4769667892689803110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4769667892689803110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/video-cara-memasang-bandage.html' title='VIDEO CARA MEMASANG BANDAGE'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-7172369906470715622</id><published>2009-04-05T21:24:00.003+07:00</published><updated>2009-04-28T07:10:54.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN GAGAL NAFAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://askep.ilmukeperawatan.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sdi_ifaCsOI/AAAAAAAAADY/gh70D8cjJ1s/s320/444.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321213559005425890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN GAGAL NAFAS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;PENGERTIAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gagal nafas adalah kegagalan system pernafasan untuk mempertahankan pertukaran O2 dan CO2 dalam tubuh yang dapat mengakibatkan gangguan pada kehidupan (Heri Rokhaeni, dkk, 2001)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gagal nafas terjadi bilamana pertukaran O2 terhadap CO2 dalam paru-paru tidak dapat memelihara laju konsumsi O2 dan pembentukan CO2 dalam sel-sel tubuh sehingga menyebabkan PO2 &lt;&gt;2 &gt; 45 mmHg (hiperkapnia) (Smeltzer, C Susane, 2001)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;ETIOLOGI&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kerusakan atau depresi pada system saraf pengontrol pernafasan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Luka di kepala&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Perdarahan / trombus di serebral&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Obat yang menekan pernafasan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Gangguan muskular yang disebabkan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tetanus &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Obat-obatan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kelainan neurologis primer&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Penyakit pada saraf seperti medula spinalis, otot-otot pernafasan atau pertemuan neuromuskular yang terjadi pada pernafasa sehingga mempengaruhi ventilasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Efusi pleura, hemathorak, pneumothorak &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kondisi ini dapat mengganggu dalam ekspansi paru&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Trauma&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kecelakakan yang mengakibatkan cedera kepala, ketidaksadaran dan perdarahan hidung, mulut dapat mengarah pada obstruksi jalan nafas dan depresi pernafasan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Penyakit akut paru&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pneumonia yang disebabkan bakteri dan virus, asma bronchiale, atelektasis, embolisme paru dan edema paru&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;TANDA DAN GEJALA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tanda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Gagal nafas total&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Aliran udara di mulut, hidung tidak terdengar / dirasakan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada gerakan nafas spontan terlihat retraksi supra klavikula dan sela iga serta tidak ada pengemabngan dada pada inspirasi&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Gagal nafas partial&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Terdengar suara nafas tambahan gargling, snoring, growing dan wheezing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Ada retraksi dada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Gejala&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Hiperkapnia yaitu peningkatan kadar CO2 dalam tubuh lebih dari 45 mmHg&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Hipoksemia terjadi takikardia, gelisah, berkeringat atau sianosis atau PO2 menurun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;PEMERIKSAAN PENUNJANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;BGA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Hipopksemia &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ringan : PaO2 &lt;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sedang : PaO2 &lt;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berat : paO2 &lt;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemeriksaan rontgen dada&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk melihat keadaan patologik dan atau kemajuan proses penyakit yang tidak diketahui&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hemodinamik: tipe I terjadi peningkatan PCWP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;EKG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memperlihatkan bukti-bukti regangan jantung di sisi kanan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Disritmia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;PENGKAJIAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Airway&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Terdapat secret di jalan nafas (sumbatan jalan nafas)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="NL"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Bunyi nafas krekels, ronchi, dan wheezing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Breathing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="NL"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Distress pernafasan: pernafasan cuping hidung, takhipnea / bradipnea&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="NL"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Menggunakan otot asesoris pernafasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="NL"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Kesulitan bernafas: lapar udara, diaforesis, dan sianoasis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pernafasan memakai alat Bantu nafas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Circulation&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Penurunan curah jantung, gelisah, letargi, takikardi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sakit kepala&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Gangguan tingkat kesadaran: gelisah, mengantuk, gangguan mental (ansietas, cemas)&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;PENATALAKSANAAN MEDIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Terapi oksigen: pemberian oksigen      rendah nasal atau masker&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ventilator mekanik dengan memberikan      tekanan positif kontinu&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Inhalasi nebulizer&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Fisioterapi dada&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pemantauan hemodinamik /      jantung&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pengobatan: bronkodilator,      steroid&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dukungan nutrisi sesuai kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sumbatan jalan nafas dan kurangnya ventilasi sekunder terhadap retensi lendir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tujuan: jalan nafas efektif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kriteria hasil:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bunyi nafas bersih&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Secret berkurang atau hilang&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Intervensi:&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Catat karakteristik bunyi nafas &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Catat karakteristik batuk, produksi dan sputum&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Monitor status hidrasi untuk mencegah sekresi kental&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Berikan humidifikasi pada jalan nafas&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pertahankan posisi tubuh / kepala dan gunakan ventilator sesuai kebutuhan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;f.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Observasi perubahan pola nafas dan upaya bernafas&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;g.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Berikan lavase cairan garam faaal sesuai indiaksi untuk membuang skresi yang lengket&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;h.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Berikan O2 sesuai kebutuhan tubuh&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;i.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Berikan fisioterapi dada&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;j.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Berikan bronkodilator&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan akumulasi protein dan cairan dalam interstitial / area alveolar, hipoventilasi alveolar, kehilangan surfaktan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tujuan; pertukaran gas adekuat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Criteria hasil:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perbaikan oksigenasi adekuat: akral hangat, peningkatan kesadaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;BGA dalam batas normal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bebas distres pernafasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Intervensi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kaji status pernafasan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kaji penyebab adanya penurunan PaO2 atau yang menimbulkan ketidaknyaman dalam pernafasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Catat adanya sianosis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Observasi kecenderungan hipoksia dan hiperkapnia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Berikan oksigen sesuai kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berikan bantuan nafas dengan ventilator mekanik&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kaji seri foto dada&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Awasi BGA / saturasi oksigen (SaO2)&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Resiko cidera berhubungan dengan penggunaan ventilasi mekanik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tujuan: klien bebas dari cidera selama ventilasi mekanik&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Intervensi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Monitor ventilator terhadap peningkatan tajam pada ukuran tekanan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="ES"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Observasi tanda dan gejala barotrauma&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="ES"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Posisikan selang ventilator untuk mencegah penarikan selang endotrakeal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="NO-BOK"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="NO-BOK"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Kaji panjang selang ET dan catat panjang tiap shift&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berikan antasida dan beta bloker lambung sesuai indikasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berikan sedasi bila perlu&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Monitor terhadap distensi abdomen &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan pemasangan selang ET dengan kondisi lemah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tujuan: klien tidak mengalami infeksi nosokomial&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Intervensi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Evaluasi warna, jumlah, konsistensi sputum tiap penghisapan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tampung specimen untuk kultur dan sensitivitas sesuai indikasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertahanakan teknik steril bila melakukan penghisapan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ganti sirkuit ventilator tiap 72 jam &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lakukan pembersihan oral tiap shift&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Monitor tanda vital terhadap infeksi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alirkan air hangat dalam selang ventilator dengan cara eksternal keluar dari jalan nafas dan reservoir humidifier&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pakai sarung tangan steril tiap melakukan tindakan / cuci tangan prinsip steril&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pantau keadaan umum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pantau hasil pemeriksaan laborat untuk kultur dan sensitivitas &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pantau pemberian antibiotik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perubahan pola nutrisi berhubungan dengan kondisi tubuh tidak mampu makan peroral&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tujuan: klien dapat mempertahankan pemenuhan nutrisi tubuh&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Intervensi:&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kaji status gizi klien &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kaji bising usus&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hitung kebutuhan gizi tubuh atau kolaborasi tim gizi&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertahankan asupan kalori dengan makan per sonde atau nutrisi perenteral sesuai indikasi&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Periksa laborat darah rutin dan protein&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;Corwin, E.J. Handbook of pathophysiology. Alih bahasa : Pendit, B.U. Jakarta: EGC; 2001 (Buku asli diterbitkan tahun 1996)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;Doengoes&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:state&gt;M.E.&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, Moorhouse, M.F., Geissler, A.C. Nursing care plans: Guidelines for planning and documenting patients care. Alih bahasa: Kariasa,I.M, &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: EGC; 1999 (Buku asli diterbitkan tahun 1993&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;Hudak, Carolyn M, Gallo, Barbara M., Critical Care Nursing: A Holistik Approach (Keperawatan kritis: pendekatan holistik). Alih bahasa: Allenidekania, Betty Susanto, Teresa, Yasmin Asih. Edisi VI, Vol: 2. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: EGC;1997&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;Price&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:country-region&gt;S.A.&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; &amp;amp; Wilson, L.M. Pathophysiology: Clinical concept of disease processes. 4th Edition. Alih bahasa : Anugerah, P. Jakarta: EGC; 1994 (Buku asli diterbitkan tahun 1992)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;Reeves, C.J., Roux, G., Lockhart, R. Medical – surgical nursing. Alih bahasa : Setyono, J. Jakarta: Salemba Medika; 2001(Buku asli diterbitkan tahun 1999)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="DE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Sjamsuhidajat, R., Wim de Jong, Buku-ajar Ilmu Bedah. &lt;/span&gt;Ed: revisi. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: EGC, 1998&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"   lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;Suyono, S, et al. Buku ajar ilmu penyakit dalam. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4500065/gagal_nafas.zip.html"&gt;mau download materi asuhan keperawatan diatas? klik disini untuk download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-0585506194204927"; /* 468x60, dibuat 09/04/05 */ google_ad_slot = "8057584054"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60; //--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-7172369906470715622?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/7172369906470715622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=7172369906470715622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7172369906470715622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7172369906470715622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/asuhan-keperawatan-klien-gagal-nafas.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN GAGAL NAFAS'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sdi_ifaCsOI/AAAAAAAAADY/gh70D8cjJ1s/s72-c/444.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-8602357513688442946</id><published>2009-04-05T21:14:00.002+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN HEMORRHOIDS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://askep.ilmukeperawatan.com"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 83px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sdi9VDPoj4I/AAAAAAAAADQ/V00wsY2RLDc/s320/was.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321211129084022658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASUHAN KEPERAWATAN HEMORRHOIDS&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pengertian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terjadi pelebaran ( dilatasi ) vena pada anus maupun rectal ( fleksus haemorrhoidalis superior dan media : haemorrhoid interna dan fleksus haemorrhoidalis inferior : haemorrhoid eksterna ).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Insiden terjadi pada usia 20 - 50 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Faktor resiko tinggi adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kehamilan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konstipasi yang lama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Hipertensi portal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pathofisiologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dilatasi vena anorectal dan mengembang akibat peningkatan tekanan intra abdominal dan terbendungnya aliran darah vena daerah anorectal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ketegangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;vena yang terjadi pada jaringan lunak akan menyebabkan prolaps, ini dapat menyebabkan thrombus atau peradangan, serta terjadi perdarahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Manifestasi klinik :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bengkak (bendungan) di dalam atau diluar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rectum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Nyeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gatal daerah rectum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gangguan mukosa rectum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Perdarahan pada saat b.a.b.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Diagnostik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Riwayat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengkaji nyeri, gatal, atau kemungkinan perdarahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pertanyaan kebiasaan buang air besar ; konstipasi, mengejan saat defekasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pemeriksaan fisik&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Inspeksi untuk haemorrhoid eksternal ada prolaps atau internal haemorrhoid.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pemeriksaan rectal toucer ( colok dubur )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Proctosigmoidoscopy, untuk menentukan lokasi dan keadaan dari haemorrhoid.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Penatalaksanaan klinis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tujuan untuk memberikan rasa nyaman dan menurunkan gejala.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Intervensi non pharmakologis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Memberikan posisi recumben untuk mengurangi penekanan, edema dan prolaps.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Memberikan makanan yang mengandung serat untuk memudahkan b.a.b tidak mengedan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Meningkatkan pemasukkan cairan sehingga tinja jadi lunak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melakukan kompres dingin pada saat nyeri di daerah anus, dan lakukan rendam bokong (sitz baths) secara kontinyu untuk memberi rasa nyaman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Intervensi pharmakologis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menggunakan obat pelembut tinja untuk memudahkan b.a.b.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Laksative&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila terjadi konstipasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gunakan obat luar (oles), cream dan suppositoria untuk mengurangi nyeri sedang maupun berat atau gatal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Prosedur khusus medikal-surgikal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Hemorrhoidectomy&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: pembedahan pada hemorrhoids.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sclerosing pada hemorrhoid : injeksi pada jaringan sub mukosa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;KOMPILKASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Perdarahan yang menyebabkan anemia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Strangulasi (perlengketan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Trombosis pada hemorrhoid.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Prognosis : berulang kembali 50 % setelah pengobatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sclerosing. Yang lebih baik adalah dilakukan ligasi dan hemorroidectomy.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-8602357513688442946?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/8602357513688442946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=8602357513688442946' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8602357513688442946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8602357513688442946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/asuhan-keperawatan-hemorrhoids.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN HEMORRHOIDS'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sdi9VDPoj4I/AAAAAAAAADQ/V00wsY2RLDc/s72-c/was.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-6059383471386081982</id><published>2009-04-05T21:09:00.001+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN FISTEL UMBILIKALIS</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN FISTEL UMBILIKALIS&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://askep.ilmukeperawatan.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 130px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sdi8Bzqm0YI/AAAAAAAAADI/4bdgU2VNguM/s320/112.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321209698973045122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;PENGERTIAN&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Umbilikalis fistel atau fistel umbilikalis atau fistula vitellina adalah suatu keadaan kongenital dimana duktus vitellinus tetap dipertahankan seluruhnya sehingga membentuk hubungan langsung antara pusat dengan seluruh pencernaan. Dalam hal ini dapat dikeluarkan tinja melalui pusat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;PENATALAKSANAAN&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;1.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Tindakan Medis : Pembedahan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;2.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Tindakan Keperawatan :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;Preoperasi; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;Diagnosa keperawatan&lt;b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;a)&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Cemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang proses berpikir, pembedahan, ancaman gangguan fungsi tubuh, nyeri dan rasa tidak nyaman; dan kemungkinan tumor ganas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;b)&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh sehubungan dengan intake yang tidak adekuat dan gangguan pencernaan dan absorsi makanan dan cairan yang harus diberikan untuk proses penyakit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;c)&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Potensial infeksi sehubungan dengan pembedahan di dalam usus dan berkurangnya resistensi karena malnutrisi dan atau proses penyakit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;Intervensi keperawatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;Eksplorasi pasien untuk mengungkapkan rasa takut (kuatir).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;Libatkan keluarga pasien dengan memperhatikan keadaan sosial ekonomi atau masalah di dalam keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;Jelaskan kepada keluarga dan pasien prosedur-prosedur yang akan digunakan saat postoperasi; napas dalam, batuk teratur, ambulasi awal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;Kaji tanda-tanda kemungkinan dehidrasi pada pasien.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;Beri cairan ekstra untuk hidrasi yang optimal, makanan tinggi kalori, rendah sisa termasuk tinggi protein dan vitamin. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;Transfusi darah diberikan untuk mencegah anemia dan menunjang kondisi umum pasien.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;Persiapan operasi dengan puasakan pasien 26 - 36 jam sebelum operasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Selama masa preoperasi, pasien diberikan obat oral antimikroba untuk merusak organisme diusus ( sterilisasi eliminasi / b.a.b.)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Bila dengan pemberian antibiotika oral, pasien mengalmi diare, pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;Postoperasi; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Diagnosa keperawatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;1.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Potensial infeksi sehubungan dengan tindakan pembedahan dan proses penyembuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;2.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan sehubungan dengan bedah intestinal, berkurangnya kerja usus, dan kehilangan cairan dan elektrolit karena pengeringan intestinal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;3.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Pola napas yang tidak efektif sehubungan dengan nyeri insisi, distensi abdomen dan kurangnya mobilisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;4.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Gangguan pola eliminasi (sistem perkemihan ) sehubungan dengan bedah perineal (mengikuti abdominoperineal)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;5.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Gangguan pola eliminasi (sistem pencernaan /b.a.b.) sehubungan dengan peristaltik berkurang, mobilisasi yang kurang, dan ileostomi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;6.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi, membagi / mengatur aktifitas dan pola eliminasi sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;Intervensi Keperawatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;1.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Kontrol balutan dan area luka apakah terjadi tanda-tanda awal perdarahan. Inspeksi insisi dan ganti balutan bila terlihat kemerahan, edema dan pengeringan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;2.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Monitor suhu pasien secara teratur untuk bebrapa hari. Evaluasi suhu yang tiba-tiba dapat diindikasikan terjadinya infeksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;3.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Hindari kontaminasi area peritoneum dari sekret intestinal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;4.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Makanan peoral selama beberapa hari pertama tidak diberikan; cairan intravena digunakan untuk membantu pasien. Bila cairan dapat ditolerir pasien (NGT dapat dilepas) dan nutrisi dapat diberikan berupa makanan lunak. Hindari makanan yang mengandung gas dan cairan yang mengandung karbonat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;5.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Catat intake dan output termasuk drainage intestinal. Ispeksi kerja peristaltik usus dengan stetoskop.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;6.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Lakukan 5 -10 kali napas setiap jam sebagai ventilasi penuh alveoli pasien dan batuk teratur beberapa kali untuk memancing mukus keluar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;7.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Ganti posisi pasien setiap jam untuk mencegah tekanan pada diafragma.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;8.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Lakukan ambulasi malam dan pagi hari. Kolaborasi dengan fisioterapi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;9.&lt;span style="font-size:7;"&gt;      &lt;/span&gt;Hindari kontaminasi pada daerah perineal, terutama bila ada pemasangan kateter. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;10.&lt;span style="font-size:7;"&gt;  &lt;/span&gt;Catat bila terjadi flatus, sebagai indikasi peristaltik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;11.&lt;span style="font-size:7;"&gt;  &lt;/span&gt;Lakukan ambulasi awal untuk mengaktifkan peristaltik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;12.&lt;span style="font-size:7;"&gt;  &lt;/span&gt;Ajarkan klien dan keluarga pentingnya nutrisi; menghindari makanan mengandung gas dan makanan kasar; cairan yang adekuat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;13.&lt;span style="font-size:7;"&gt;  &lt;/span&gt;Ajarkan pasien berdiri dan berjalan. Hindari aktifitas fisik yang berat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;14.&lt;span style="font-size:7;"&gt;  &lt;/span&gt;Ajarkan perawatan mandiri ileostmi pasien.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR KEPUSTAKAAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Salder, TW.1988. Embriologi Kedokteran, Edisi ke V. Alih bahasa : Dr. Irwan Susanto. EGC Penerbit Buku Kedokteran, &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Watson, JE. dan Joan R. Royle, 1987. Medical Surgical Nursing and Related Physiology. Clays Ltd. St. Ives plc, &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;England&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-6059383471386081982?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/6059383471386081982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=6059383471386081982' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/6059383471386081982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/6059383471386081982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2009/04/asuhan-keperawatan-dengan-fistel.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN FISTEL UMBILIKALIS'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sdi8Bzqm0YI/AAAAAAAAADI/4bdgU2VNguM/s72-c/112.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-7013005845406287865</id><published>2008-11-14T07:36:00.013+07:00</published><updated>2009-04-07T11:28:37.015+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>kolom download askep geratis</title><content type='html'>&lt;table width="100%" border="0"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt; &lt;br /&gt;    &lt;td width="54%"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font size="4"&gt;Download askep gratis askep-ebook.blogspot.com &lt;br /&gt;        &lt;/font&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;      &lt;p&gt;klik saja untuk download askep dan download lainnya&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;      &lt;ol&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649538/askep-anak-diare.zip.html"&gt;askep &lt;br /&gt;          diare anak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649676/askep-hnp.zip.html"&gt;askep &lt;br /&gt;          HNP&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649677/askep-sectio.zip.html"&gt;askep &lt;br /&gt;          sectio caesarea&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649678/askep-depresi.zip.html"&gt;askep &lt;br /&gt;          depresi&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649894/kumpulan-askep.rar.html"&gt;kumpulan &lt;br /&gt;          askep&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649895/ASKEPISK.rar.html"&gt;askep &lt;br /&gt;          isk (infeksi saluran kemih)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2716434/fundamental_nursingskills.zip.html"&gt;fundamental &lt;br /&gt;          nursing skill&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2716394/sapgangguanhaid.zip.html"&gt;sap &lt;br /&gt;          gangguan haid&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2736018/NANDA_Nursing_Diagnoses_2008.zip.html"&gt;ebook &lt;br /&gt;          nanda diagnosis&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649676/askep-hnp.zip.html"&gt;askep &lt;br /&gt;          HNP&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649677/askep-sectio.zip.html"&gt;askep &lt;br /&gt;          sectio&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649678/askep-depresi.zip.html"&gt;askep &lt;br /&gt;          Depresi&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649894/kumpulan-askep.rar.html"&gt;Kumpulan &lt;br /&gt;          berbagai askep&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649895/ASKEPISK.rar.html"&gt;askep &lt;br /&gt;          Infeksi saluran kemih&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2716434/fundamental_nursingskills.zip.html"&gt;Fundamental &lt;br /&gt;          keahlian perawat&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2716394/sapgangguanhaid.zip.html"&gt;SAP&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;        &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2716331/BUKUSAKUKLINISKARDIOVASKULAR.zip.html"&gt;Klinis &lt;br /&gt;          Jantung&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2709821/AnatomyColoringBookDover.zip.html"&gt;Gambar &lt;br /&gt;          Anatomy Tubuh&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2717543/mengetikcepat1.pdf"&gt;Tips &lt;br /&gt;          Mengetik cepat&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/2717516/deddy-word.zip"&gt;belajar &lt;br /&gt;          Ms Word&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2717542/tua-excel.zip.html"&gt;Belajar &lt;br /&gt;          MS Exel&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2709696/02_modern_wound_care.zip.html"&gt;Cara &lt;br /&gt;          Perawatan luka&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2716350/bukusakugastro.zip.html"&gt;Gastro &lt;br /&gt;          enterologi&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2709759/AGINGTHEORIES.zip.html"&gt;Teori &lt;br /&gt;          PEnuaan&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2709762/anatomi-dan-fisiologi-sistem-penginderaan1.zip.html"&gt;Sistem &lt;br /&gt;          Penginderaan&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2736020/NURSINGRESEARCH.zip.html"&gt;Riset &lt;br /&gt;          Keperawatan&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2649675/askep-diabetes.zip.html"&gt;Askep &lt;br /&gt;          Diabetes Mellitus&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2709787/asuhan-keperawatan-dengan-hiperbilirubin.zip.html"&gt;Askep &lt;br /&gt;          Hiperbilirubinemia&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2709788/Anatomy-ColoringBook-Dover.zip.html"&gt;Anatomy&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;        &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2716349/karya_ilmiahi.zip.html"&gt;karya &lt;br /&gt;          Ilmiah Keperawatan&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2716366/NURSINGRESEARCH.zip.html"&gt;Nursing &lt;br /&gt;          Research&lt;/a&gt; &amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;td width="46%"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--&lt;br /&gt;google_ad_client = "pub-0585506194204927";&lt;br /&gt;/* 120x600, dibuat 09/04/06 */&lt;br /&gt;google_ad_slot = "4983815900";&lt;br /&gt;google_ad_width = 120;&lt;br /&gt;google_ad_height = 600;&lt;br /&gt;//--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&lt;br /&gt;src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;img src="http://ilmukeperawatan.com/image/askep2.gif" alt="kumpulan askep,asuhan keperawatan" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-7013005845406287865?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/7013005845406287865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=7013005845406287865' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7013005845406287865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7013005845406287865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/11/kolom-download-askep-geratis.html' title='kolom download askep geratis'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-6463217543665626392</id><published>2008-11-14T07:16:00.001+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>Asuhan Keperawatan infeksi saluran kemih</title><content type='html'>INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection (UTI) adalah suatu keadaan adanya infasi mikroorganisme pada saluran kemih. &lt;br /&gt;                                                                                              (Agus Tessy, 2001)&lt;br /&gt;Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu keadaan adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. (Enggram, Barbara, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Klasifikasi&lt;br /&gt;Jenis Infeksi Saluran Kemih, antara lain:&lt;br /&gt;1. Kandung kemih (sistitis)&lt;br /&gt;2.  uretra (uretritis)&lt;br /&gt;3.  prostat (prostatitis)&lt;br /&gt;4.  ginjal (pielonefritis)&lt;br /&gt;Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut, dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;1. ISK uncomplicated (simple)&lt;br /&gt;ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik, anatomic maupun fungsional normal. ISK ini pada usi lanjut terutama mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih. &lt;br /&gt;2. ISK complicated &lt;br /&gt;Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas, kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika, sering terjadi bakterimia, sepsis dan shock. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan-keadaan sebagi berikut:&lt;br /&gt;a. Kelainan abnormal saluran kencing, misalnya batu, reflex vesiko uretral obstruksi, atoni kandung kemih, paraplegia, kateter kandung kencing menetap dan prostatitis.&lt;br /&gt;b. Kelainan faal ginjal: GGA maupun GGK.&lt;br /&gt;c. Gangguan daya tahan tubuh&lt;br /&gt;d. Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen sperti prosteus spp yang memproduksi urease.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Etiologi&lt;br /&gt;1. Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain:&lt;br /&gt;a. Escherichia Coli: 90 % penyebab ISK uncomplicated (simple)&lt;br /&gt;b. Pseudomonas, Proteus, Klebsiella : penyebab ISK complicated&lt;br /&gt;c. Enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci, dan-lain-lain.&lt;br /&gt;2. Prevalensi penyebab ISK pada usia lanjut, antara lain:&lt;br /&gt;a. Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang kurang efektif&lt;br /&gt;b. Mobilitas menurun&lt;br /&gt;c. Nutrisi yang sering kurang baik&lt;br /&gt;d. Sistem imunitas menurun, baik seluler maupun humoral&lt;br /&gt;e. Adanya hambatan pada aliran urin&lt;br /&gt;f. Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Patofisiologi&lt;br /&gt;Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius. Mikroorganisme ini masuk melalui : kontak langsung dari tempat infeksi terdekat, hematogen, limfogen. Ada dua jalur utama terjadinya ISK, asending dan hematogen. Secara asending yaitu: &lt;br /&gt; masuknya mikroorganisme dalm kandung kemih, antara lain: factor anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi, factor tekanan urine saat miksi, kontaminasi fekal, pemasangan alat ke dalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik, pemakaian kateter), adanya dekubitus yang terinfeksi.&lt;br /&gt; Naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara hematogen yaitu: sering terjadi pada  pasien yang system imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen, yaitu: adanya bendungan total urine yang mengakibatkan distensi kandung kemih, bendungan intrarenal akibat jaringan parut, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Pada usia lanjut terjadinya ISK ini sering disebabkan karena adanya:&lt;br /&gt; Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap atau kurang efektif.&lt;br /&gt; Mobilitas menurun&lt;br /&gt; Nutrisi yang sering kurang baik&lt;br /&gt; System imunnitas yng menurun&lt;br /&gt; Adanya hambatan pada saluran urin&lt;br /&gt; Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat.&lt;br /&gt;Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat tersebut mengakibatkan distensii yang berlebihan sehingga menimbulkan nyeri, keadaan ini mengakibatkan penurunan resistensi terhadap invasi bakteri dan residu kemih menjadi media pertumbuhan bakteri yang selanjutnya akan mengakibatkan gangguan fungsi ginjal sendiri, kemudian keadaan ini secara hematogen menyebar ke suluruh traktus urinarius. Selain itu, beberapa hal yang menjadi predisposisi ISK, antara lain: adanya obstruksi aliran kemih proksimal yang menakibtakan penimbunan cairan bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter yang disebut sebagai hidronefroses. Penyebab umum obstruksi adalah: jaringan parut ginjal, batu, neoplasma dan hipertrofi prostate yang sering ditemukan pada laki-laki diatas usia 60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pathway : terlampir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tanda dan Gejala&lt;br /&gt;Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah (sistitis):&lt;br /&gt; Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih&lt;br /&gt; Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis&lt;br /&gt; Hematuria&lt;br /&gt; Nyeri punggung dapat terjadi&lt;br /&gt;Tanda dan gejala ISK bagian atas (pielonefritis)&lt;br /&gt; Demam&lt;br /&gt; Menggigil&lt;br /&gt; Nyeri panggul dan pinggang&lt;br /&gt; Nyeri ketika berkemih&lt;br /&gt; Malaise&lt;br /&gt; Pusing&lt;br /&gt; Mual dan muntah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;1. Urinalisis&lt;br /&gt; Leukosuria atau piuria: merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK. Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang pandang besar (LPB) sediment air kemih&lt;br /&gt; Hematuria: hematuria positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment air kemih. Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerulus ataupun urolitiasis.&lt;br /&gt;2. Bakteriologis&lt;br /&gt; Mikroskopis&lt;br /&gt; Biakan bakteri&lt;br /&gt;3. Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik&lt;br /&gt;4. Hitung koloni: hitung koloni sekitar 100.000 koloni per milliliter urin dari urin tampung aliran tengah atau dari specimen dalam kateter dianggap sebagai criteria utama adanya infeksi.&lt;br /&gt;5. Metode tes&lt;br /&gt; Tes dipstick multistrip untuk WBC (tes esterase lekosit) dan nitrit (tes Griess untuk pengurangan nitrat). Tes esterase lekosit positif: maka psien mengalami piuria. Tes pengurangan nitrat, Griess positif  jika terdapat bakteri yang mengurangi nitrat urin normal menjadi nitrit.&lt;br /&gt; Tes Penyakit Menular Seksual (PMS):&lt;br /&gt;Uretritia akut akibat organisme menular secara seksual (misal, klamidia trakomatis, neisseria gonorrhoeae, herpes simplek).&lt;br /&gt; Tes- tes tambahan:&lt;br /&gt;Urogram intravena (IVU). Pielografi (IVP), msistografi, dan ultrasonografi juga dapat dilakukan untuk menentukan apakah infeksi akibat dari abnormalitas traktus urinarius, adanya batu, massa renal atau abses, hodronerosis atau hiperplasie prostate. Urogram IV atau evaluasi ultrasonic, sistoskopi dan prosedur urodinamik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kambuhnya infeksi yang resisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Penanganan Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang ideal adalah agens antibacterial yang secara efektif menghilangkan bakteri dari traktus urinarius dengan efek minimal terhaap flora fekal dan vagina. &lt;br /&gt;Terapi  Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut dapat dibedakan atas:&lt;br /&gt; Terapi antibiotika dosis tunggal&lt;br /&gt; Terapi antibiotika konvensional: 5-14 hari&lt;br /&gt; Terapi antibiotika jangka lama: 4-6 minggu&lt;br /&gt; Terapi dosis  rendah untuk supresi&lt;br /&gt;Pemakaian antimicrobial jangka panjang menurunkan resiko kekambuhan infeksi. Jika kekambuhan disebabkan oleh bakteri persisten di awal infeksi, factor kausatif (mis: batu, abses), jika muncul salah satu, harus segera ditangani. Setelah penanganan dan sterilisasi urin, terapi preventif dosis rendah.&lt;br /&gt;Penggunaan medikasi yang umum mencakup: sulfisoxazole (gastrisin), trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMZ, bactrim, septra), kadang ampicillin atau amoksisilin digunakan, tetapi E. Coli telah resisten terhadap bakteri ini. Pyridium, suatu analgesic urinarius jug adapt digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat infeksi.&lt;br /&gt;Pemakaian  obat pada usia lanjut perlu dipikirkan kemungkina adanya:&lt;br /&gt; Gangguan absorbsi dalam alat pencernaan&lt;br /&gt; Interansi obat&lt;br /&gt; Efek samping obat&lt;br /&gt; Gangguan akumulasi obat terutama obat-obat yang ekskresinya melalui ginjal&lt;br /&gt;Resiko pemberian obat pada usia lanjut dalam kaitannya dengan faal ginjal:&lt;br /&gt;1. Efek nefrotosik obat&lt;br /&gt;2. Efek toksisitas obat&lt;br /&gt;Pemakaian obat pada usia lanjut hendaknya setiasp saat dievalusi keefektifannya dan hendaknya selalu menjawab pertanyaan sebagai berikut:&lt;br /&gt; Apakah obat-obat yang diberikan benar-benar berguna/diperlukan/&lt;br /&gt; Apakah obat yang diberikan menyebabkan keadaan lebih baik atau malh membahnayakan/&lt;br /&gt; Apakah obat yang diberikan masih tetap diberikan?&lt;br /&gt; Dapatkah sebagian obat dikuranngi dosisnya atau dihentikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Pengkajian&lt;br /&gt;1. Pemerikasaan fisik: dilakukan secara head to toe dan system tubuh&lt;br /&gt;2. Riwayat atau adanya faktor-faktor resiko:&lt;br /&gt; Adakah riwayat infeksi sebelumnya?&lt;br /&gt; Adakah obstruksi pada saluran kemih?&lt;br /&gt;3. Adanya factor yang menjadi predisposisi pasien terhadap infeksi nosokomial.&lt;br /&gt; Bagaimana dengan pemasangan kateter foley?&lt;br /&gt; Imobilisasi dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt; Apakah terjadi inkontinensia urine?&lt;br /&gt;4. Pengkajian dari manifestasi klinik infeksi saluran kemih&lt;br /&gt; Bagaimana pola berkemih pasien? untuk mendeteksi factor predisposisi terjadinya ISK pasien (dorongan, frekuensi, dan jumlah)  &lt;br /&gt; Adakah disuria?&lt;br /&gt; Adakah urgensi?&lt;br /&gt; Adakah hesitancy?&lt;br /&gt; Adakah bau urine yang menyengat?&lt;br /&gt; Bagaimana haluaran volume orine, warna (keabu-abuan) dan konsentrasi urine?&lt;br /&gt; Adakah nyeri-biasanya suprapubik pada infeksi saluran kemih bagian bawah&lt;br /&gt; Adakah nyesi pangggul atau pinggang-biasanya pada infeksi saluran kemih bagian atas&lt;br /&gt; Peningkatan suhu tubuh biasanya pada infeksi saluran kemih bagian atas.&lt;br /&gt;5. Pengkajian psikologi pasien:&lt;br /&gt; Bagaimana perasaan pasien terhadap hasil tindakan dan pengobatan yang telah dilakukan? Adakakan perasaan malu atau takut kekambuhan terhadap penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Diagnosa Keperawatan Yang Timbul&lt;br /&gt;1. Nyeri dan ketidaknyamanan berhubungan dengan inflamasi dan infeksi uretra, kandung kemih dan sruktur traktus urinarius lain.&lt;br /&gt;2. Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan obstruksi mekanik pada kandung kemih ataupun struktur traktus urinarius  lain.&lt;br /&gt;3. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya sumber informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Intervensi Keperawatan&lt;br /&gt;1. Dx 1 : &lt;br /&gt;Nyeri dan ketidaknyamanan berhubungan dengan inflamasi dan infeksi uretra, kandung kemih dan struktur traktus urinarius lain.&lt;br /&gt;Kriteria evaluasi:&lt;br /&gt;Tidak nyeri waktu berkemih, tidak nyeri pada perkusi panggul&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a. Pantau haluaran urine terhadap perubahan warna, baud an pola berkemih, masukan dan haluaran setiap 8 jam dan pantau hasil urinalisis ulang&lt;br /&gt;Rasional: untuk mengidentifikasi indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan&lt;br /&gt;b. Catat lokasi, lamanya intensitas skala (1-10) penyebaran nyeri.&lt;br /&gt;Rasional: membantu mengevaluasi tempat obstruksi dan penyebab nyeri&lt;br /&gt;c. Berikan tindakan nyaman, seprti pijatan punggung, lingkungan istirahat;&lt;br /&gt;Rasional: meningkatkan relaksasi, menurunkan tegangan otot.&lt;br /&gt;d. Bantu atau dorong penggunaan nafas berfokus&lt;br /&gt;Relaksasi: membantu mengarahkan kembali perhatian dan untuk relaksasi otot.&lt;br /&gt;e. Berikan perawatan perineal&lt;br /&gt;Rasional: untuk mencegah kontaminasi uretra&lt;br /&gt;f. Jika dipaang kateter indwelling, berikan perawatan kateter 2 nkali per hari.&lt;br /&gt;Rasional: Kateter memberikan jalan bakteri untuk memasuki kandung kemih dan naik ke saluran perkemihan.&lt;br /&gt;g. Kolaborasi:&lt;br /&gt; Konsul dokter bila: sebelumnya kuning gading-urine kuning, jingga gelap, berkabut atau keruh. Pla berkemih berubah, sring berkemih dengan jumlah sedikit, perasaan ingin kencing, menetes setelah berkemih. Nyeri menetap atau bertambah sakit&lt;br /&gt;Rasional: Temuan- temuan ini dapat memeberi tanda kerusakan jaringan lanjut dan perlu pemeriksaan luas&lt;br /&gt; Berikan analgesic sesuia kebutuhan dan evaluasi keberhasilannya&lt;br /&gt;Rasional: analgesic memblok lintasan nyeri sehingga mengurangi nyeri&lt;br /&gt;h. Berikan antibiotic. Buat berbagai variasi sediaan minum, termasuk air segar . Pemberian air sampai 2400 ml/hari&lt;br /&gt;Rasional: akibta dari haluaran urin memudahkan berkemih sering dan membentu membilas saluran berkemih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dx 2:&lt;br /&gt;Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan obstruksi mekanik pada kandung kemih ataupun struktur traktus urinarius  lain.&lt;br /&gt;Kriteria Evaluasi:&lt;br /&gt;Pola eliminasi membaik, tidak terjadi tanda-tanda gangguan berkemih (urgensi, oliguri, disuria)&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a. Awasi pemasukan dan pengeluaran karakteristi urin&lt;br /&gt;Rasional: memberikan informasi tentang fungsi ginjal dan adanya komplikasi&lt;br /&gt;b. Tentukan pola berkemih pasien &lt;br /&gt;c. Dorong meningkatkan pemasukan cairan&lt;br /&gt;Rasional: peningkatan hidrasi membilas bakteri.&lt;br /&gt;d. Kaji keluhan kandung kemih penuh&lt;br /&gt;Rasional: retensi urin dapat terjadi menyebabkan distensi jaringan(kandung kemih/ginjal)&lt;br /&gt;e. Observasi perubahan status mental:, perilaku atau tingkat kesadaran&lt;br /&gt;Rasional: akumulasi sisa uremik dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menjadi toksik pada susunan saraf pusat&lt;br /&gt;f. Kecuali dikontraindikasikan: ubah posisi pasien setiap dua jam&lt;br /&gt;Rasional: untuk mencegah statis urin&lt;br /&gt;g. Kolaborasi:&lt;br /&gt; Awasi pemeriksaan laboratorium; elektrolit, BUN, kreatinin&lt;br /&gt;Rasional: pengawasan terhadap disfungsi ginjal&lt;br /&gt; Lakukan tindakan untuk memelihara asam urin: tingkatkan masukan sari buah berri dan berikan obat-obat untuk meningkatkan aam urin.&lt;br /&gt;Rasional: aam urin menghalangi tumbuhnya kuman. Peningkatan masukan sari buah dapt berpengaruh dalm pengobatan infeksi saluran kemih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dx 3:&lt;br /&gt;Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya sumber informasi.&lt;br /&gt;Kriteria Evaluasi: menyatakna mengerti tentang kondisi, pemeriksaan diagnostic, rencana pengobatan, dan tindakan perawatan diri preventif.&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a. Kaji ulang prose pemyakit dan harapan yang akan datanng&lt;br /&gt;Rasional: memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat pilihan beradasarkan informasi.&lt;br /&gt;b. Berikan informasi tentang: sumber infeksi, tindakan untuk mencegah penyebaran, jelaskna pemberian antibiotic, pemeriksaan diagnostic: tujuan, gambaran singkat, persiapan ynag dibutuhkan sebelum pemeriksaan, perawatan sesudah pemeriksaan.&lt;br /&gt;Rasional: pengetahuan apa yang diharapkan dapat mengurangi ansietas dan m,embantu mengembankan kepatuhan klien terhadap rencan terapetik.&lt;br /&gt;c.  Pastikan pasien atau orang terdekat telah menulis perjanjian untuk perawatan lanjut dan instruksi tertulis untuk perawatn sesudah pemeriksaan&lt;br /&gt;Rasional: instruksi verbal dapat dengan mudah dilupakan&lt;br /&gt;d. Instruksikan pasien untuk menggunakan obat  yang diberikan, inum sebanyak kurang lebih delapan gelas per hari khususnya sari buah berri.&lt;br /&gt;Rasional: Pasien sering menghentikan obat mereka, jika tanda-tanda penyakit mereda. Cairan menolong membilas ginjal. Asam piruvat dari sari buah berri membantu mempertahankan keadaan asam urin dan mencegah pertumbuhan bakteri&lt;br /&gt;e. Berikan kesempatan kepada pasien untuk mengekspresikan perasaan dan masalah tentang rencana pengobatan.&lt;br /&gt;Rasional: Untuk mendeteksi isyarat indikatif kemungkinan ketidakpatuhan dan membantu mengembangkan penerimaan rencana terapeutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doenges, Marilyn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan: pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Alih Bahasa: I Made Kariasa, Ni made Sumarwati. Edisi: 3. Jakrta: EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggram, Barbara. (1998). Rencana Asuhan Keperawatan&lt;br /&gt;Nugroho, Wahyudi. (2000). Keperawatan Gerontik. Edisi: 2. Jakarta: EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parsudi, Imam A. (1999). Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Jakarta: FKUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Price, Sylvia Andrson. (1995). Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit: pathophysiologi clinical concept of disease processes. Alih Bahasa: Peter Anugrah. Edisi: 4. Jakarta: EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smeltzer, Suzanne C. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner &amp; Suddart. Alih Bhasa: Agung Waluyo. Edisi: 8. Jakarta: EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tessy Agus, Ardaya, Suwanto. (2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Infeksi Saluran Kemih. Edisi: 3. Jakarta: FKUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;img src="http://ilmukeperawatan.com/image/askep2.gif" alt="kumpulan askep,asuhan keperawatan" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-6463217543665626392?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni' title='Asuhan Keperawatan infeksi saluran kemih'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/6463217543665626392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=6463217543665626392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/6463217543665626392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/6463217543665626392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/11/asuhan-keperawatan-infeksi-saluran.html' title='Asuhan Keperawatan infeksi saluran kemih'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-4192648181376936748</id><published>2008-11-08T20:04:00.001+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>Decomp cordis</title><content type='html'>DECOMPENSASI CORDIS / PAYAH JANTUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATASAN&lt;br /&gt;Suatu kondisi bila cadangan jantung normal (peningkatan frekwensi jantung, dilatasa, hipertrophi, peningkatan isi sekuncup) untuk berespon terhadap stress tidak adekwat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, jantung gagal untuk melakukan tugasnya sebagai pompa, dan akibatnya gagal jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB KEGAGALAN&lt;br /&gt;- Disritmia (bradikardi,tachicardi)&lt;br /&gt;- Malfungsi katub (stenosis katub pulmonal/aortik)&lt;br /&gt;- Abnormalitas otot jantung (kardiomiopati, aterosklerosis koroner)&lt;br /&gt;- Angina pectoris, berlanjut infark miocard akut.&lt;br /&gt;- Ruptur miokard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RESPON TERHADAP KEGAGALAN&lt;br /&gt;A. Peningkatan tonus simpatis&lt;br /&gt;Peningkatan sistem saraf simpatis yang mempengaruhi arteri vena jantung. Akibatnya meningkatkan aliran balik vena ke jantung dan peningkatan kontraksi. Tonus simpatis membantu mempertahankan tekanan darah normal.&lt;br /&gt;B. Retensi air dan natrium&lt;br /&gt;Bila ginjal mendeteksi adanya penurunan volume darah yang ada untuk filtrasi, ginjal merespon dengan manahan natrium dan air dengan cara demikian mencoba untuk meningkatkan volume darah central dan aliran balik vena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGKAJIAN GAGAL JANTUNG&lt;br /&gt;a. Kegagalan ventrikel kiri&lt;br /&gt;Tanda dan gejala :&lt;br /&gt;- Kongesti vaskuler pulmonal&lt;br /&gt;- Dispnoe, nyeri dada dan syok&lt;br /&gt;- Ortopnoe, dispnoe nocturnal paroxismal&lt;br /&gt;- Batuk iritasi, edema pulmonal akut&lt;br /&gt;- Penurunan curah jantung&lt;br /&gt;- Gallop atrial –S4, gallop ventrikel-S1&lt;br /&gt;- Crackles paru&lt;br /&gt;- Disritmia pulsus alterans&lt;br /&gt;- Peningkatan BB&lt;br /&gt;- Pernafasan cyne stokes&lt;br /&gt;- Bukti-bukti radiografi tentang kongesti vaskuler pulmonal&lt;br /&gt;b. kegagalan ventrikel kanan&lt;br /&gt;Tanda dan gejala :&lt;br /&gt;- Cirah jantung rendah&lt;br /&gt;- Distensi vena jugularis&lt;br /&gt;- Edema&lt;br /&gt;- Disritmia&lt;br /&gt;- S3 dan S4 ventrikel kanan&lt;br /&gt;- Hipersonor pada perkusi&lt;br /&gt;- Immobilisasi diafragma rendah&lt;br /&gt;- Peningkatan diameter pada antero posterial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi gagal jantung (menurut Killip)&lt;br /&gt;I. Tidak gagal&lt;br /&gt;II. Gagal ringan sampai menengah&lt;br /&gt;III. Edema pulmonal akut&lt;br /&gt;IV. Syock kardiogenik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat nyeri pada pasien dengan decompensasi cordis&lt;br /&gt;1. Akut&lt;br /&gt;Timbul secara mendadak dan segera lenyap bila penyebab hilang. Ditandai oleh : nyeri seperti tertusuk benda tajam, pucat, disritmia, tanda syock kardiogenik (akral dingin gan perfusi turun)&lt;br /&gt;2. Kronis&lt;br /&gt;Nyeri yang terjadi berkepanjangan hingga berbulan-bulan. Penyebab sulit dijelaskan dan gejala obyektif lidak jelas umumnya disertai dengan gangguan kepribadian serta kemampuan fungsional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat nyeri&lt;br /&gt;I. Ringan : tidak mengganggu ADL dan pasien dapat tidur&lt;br /&gt;II. Sedang : mengganggu ADL dan pasien dapat tidur&lt;br /&gt;III. Berat    : mengganggu ADL dan pasien tidak dapat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENATALAKSANAAN GAGAL JANTUNG&lt;br /&gt;Bertujuan :&lt;br /&gt;A. menurunkan kerja jantung&lt;br /&gt;B. Meningkatkan gurah jantung dan kontraktilitas miocard&lt;br /&gt;C. Menurunkan retensi garam dan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaannya meliputi :&lt;br /&gt;A. Tirah Baring&lt;br /&gt;Kebutuhan pemompaan jantung diturunkan, untuk gagal jantung kongesti tahap akut dan sulit disembuhkan.&lt;br /&gt;B. Pemberian diuretik&lt;br /&gt;Akan menurunkan preload dan kerja jantung&lt;br /&gt;C. Pemberian morphin&lt;br /&gt;Untuk mengatasi edema pulmonal akut, vasodilatasi perifer, menurunkan aliran balik vena dan kerja jantung, menghilangkan ansietas karena dispnoe berat.&lt;br /&gt;D. Reduksi volume darah sirkulasi&lt;br /&gt;Dengan metode plebotomi, yaitu suatu prosedur yang bermanfaat pada pasien dengan edema pulmonal akut karena tindakan ini dengan segera memindahkan volume darah dari sirkulasi sentral, menurunkan aliran balik vena dan tekanan pengisian serta sebaliknya menciptakan masalah hemodinamik segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Terapi nitrit&lt;br /&gt;Untuk vasodilatasi perifer guna menurunkan afterload.&lt;br /&gt;F. Terapi digitalis&lt;br /&gt;Obat utama untuk meningkatkan kontraktilitas (inotropik), memperlambat frekwensi ventrikel, peningkatam efisiensi jantung.&lt;br /&gt;G. Inotropik positif&lt;br /&gt;- Dopamin&lt;br /&gt;Pada dosis kecil 2,5 s/d 5 mg/kg akan merangsang alpha-adrenergik beta-adrenergik. Dan reseptor dopamine ini mengakibatkankeluarnya katekolamin dari sisi penyimpanan saraf. Memperbaiki kontraktilitas curah jantung isi sekuncup. Dilatasi ginjal-serebral dan pembuluh koroner. Pada dosis maximal 10-20 mg/kg BB akan menyebabkan vasokonstriksi dan meningkatkan beban kerja jantung.&lt;br /&gt;- Dobutamin&lt;br /&gt;Merangsang hanya betha adrenergik. Dosis mirip dopamine memperbaiki isi sekuncup, curah jantung dengan sedikit vasokonstriksi dan tachicardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan-tindakan mekanis&lt;br /&gt;- Dukungan mekanis ventrikel kiri (mulai 1967) dengan komterpulasi balon intra aortic / pompa PBIA. Berfungsi untuk meningkatkan aliran koroner, memperbaiki isi sekuncup dan mengurangi preload dan afterload ventrikel kiri.&lt;br /&gt;- Tahun 1970, dengan extracorporeal membrane oxygenation (ECMO). Alat ini menggantikan fungsi jantung paru. Mengakibatkan aliran darah dan pertukaran gas. Oksigenasi membrane extrakorporeal dapat digunakan untuk memberi waktu sampai tindakan pasti seperti bedah bypass arteri koroner, perbaikan septum atau transplantasi jantung dapat dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;Gangguan rasa nyaman (nyeri) sehubungan dengan adanya kerusakan miokardium yang luas ditandai dengan adanya kegagalan kompensasi jantung yaitu ; akral dingin, dispnea, pucat, kesadaran menurun, gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;Gangguan rasa nyaman (nyeri) hilang dalam waktu 1 jam.&lt;br /&gt;Kriteria hasil :    &lt;br /&gt;- Nyeri dada hilang&lt;br /&gt;- Pasien tenang&lt;br /&gt;- Pasien merasa nyaman dan tidak cemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERVENSI&lt;br /&gt;1. Lakukan pendekatan terapeutik&lt;br /&gt;2. Jelaskan mengenai penyakit dan tindakan yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;3. Tenangkan pasien sehingga tidak cemas akan penyakitnya&lt;br /&gt;4. Tirah baring sesuai dengan keadaan pasien&lt;br /&gt;5. Observasi tanda-tanda vital&lt;br /&gt;6. Kolaborasi dengan team medis untuk pemberian : oksigen, cairan, analgetik central (morphin), terapi digitalis, nitrit dan inotropik positit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewis T, Disease of The Heart, New York, Macmillan 1993&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morris D. C. et.al, The Recognation and treatment of Myocardial Infarction and It’sComplication.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperawatan Kritis Pendekatan Holistik, edisi VI, volume I : Hudak dan Gallo Hal. 360-379, Penerbit buku kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;img src="http://ilmukeperawatan.com/image/askep2.gif" alt="kumpulan askep,asuhan keperawatan" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-4192648181376936748?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni' title='Decomp cordis'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/4192648181376936748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=4192648181376936748' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4192648181376936748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4192648181376936748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/11/decomp-cordis.html' title='Decomp cordis'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-5877180615876725969</id><published>2008-11-07T11:19:00.001+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>Askep Cedera Kepala</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASKEP CEDERA KEPALA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;Cidera kepala yaitu adanya deformasi berupa penyimpangan bentuk atau penyimpangan garis pada tulang tengkorak, percepatan dan perlambatan (accelerasi - decelerasi ) yang merupakan perubahan bentuk dipengaruhi oleh perubahan peningkatan pada percepatan faktor dan penurunan kecepatan, serta notasi yaitu pergerakan pada kepala dirasakan juga oleh otak sebagai akibat perputaran pada tindakan pencegahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;Otak dapat berfungsi dengan baik bila kebutuhan oksigen dan glukosa dapat terpenuhi. Energi yang dihasilkan didalam sel-sel saraf hampir seluruhnya melalui proses oksidasi. Otak tidak mempunyai cadangan oksigen, jadi kekurangan aliran darah ke otak walaupun sebentar akan menyebabkan gangguan fungsi. Demikian pula dengan kebutuhan oksigen sebagai bahan bakar metabolisme otak tidak boleh kurang dari 20 mg %, karena akan menimbulkan koma. Kebutuhan glukosa sebanyak 25 % dari seluruh kebutuhan glukosa tubuh, sehingga bila kadar glukosa plasma turun sampai 70 % akan terjadi gejala-gejala permulaan disfungsi cerebral.&lt;br /&gt;Pada saat otak mengalami hipoksia, tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen melalui proses metabolik anaerob yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Pada kontusio berat, hipoksia atau kerusakan otak akan terjadi penimbunan asam laktat akibat metabolisme anaerob. Hal ini akan menyebabkan asidosis metabolik.&lt;br /&gt;Dalam keadaan normal cerebral blood flow (CBF) adalah 50 - 60 ml / menit / 100 gr. jaringan otak, yang merupakan 15 % dari cardiac output.&lt;br /&gt;Trauma kepala meyebabkan perubahan fungsi jantung sekuncup aktivitas atypical-myocardial, perubahan tekanan vaskuler dan udem paru. Perubahan otonom pada fungsi ventrikel adalah perubahan gelombang T dan P dan disritmia, fibrilasi atrium dan vebtrikel, takikardia.&lt;br /&gt;Akibat adanya perdarahan otak akan mempengaruhi tekanan vaskuler, dimana penurunan tekanan vaskuler menyebabkan pembuluh darah arteriol akan berkontraksi . Pengaruh persarafan simpatik dan parasimpatik pada pembuluh darah arteri dan arteriol otak tidak begitu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cedera kepala menurut patofisiologi dibagi menjadi dua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cedera kepala primer&lt;br /&gt;Akibat langsung pada mekanisme dinamik (acelerasi - decelerasi rotasi ) yang menyebabkan gangguan pada jaringan.&lt;br /&gt;Pada cedera primer dapat terjadi :&lt;br /&gt;1. Gegar kepala ringan&lt;br /&gt;2. Memar otak&lt;br /&gt;3. Laserasi &lt;br /&gt;2. Cedera kepala sekunder&lt;br /&gt;1. Pada cedera kepala sekunder akan timbul gejala, seperti :&lt;br /&gt;2. Hipotensi sistemik&lt;br /&gt;3. Hipoksia&lt;br /&gt;4. Hiperkapnea&lt;br /&gt;5. Udema otak&lt;br /&gt;6. Komplikasi pernapasan&lt;br /&gt;7. infeksi / komplikasi pada organ tubuh yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PERDARAHAN YANG SERING DITEMUKAN&lt;br /&gt;1. Epidural Hematoma&lt;br /&gt;Terdapat pengumpulan darah di antara tulang tengkorak dan duramater akibat pecahnya pembuluh darah / cabang - cabang arteri meningeal media yang terdapat di duramater, pembuluh darah ini tidak dapat menutup sendiri  karena itu sangat berbahaya. Dapat terjadi dalam beberapa jam sampai 1-2 hari. Lokasi yang paling sering yaitu di lobus temporalis dan parietalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala yang terjadi :&lt;br /&gt;Penurunan tingkat kesadaran, Nyeri kepala, Muntah, Hemiparesis, Dilatasi pupil ipsilateral, Pernapasan dalam cepat kemudian dangkal irreguler, Penurunan nadi, Peningkatan suhu&lt;br /&gt;2. Subdural Hematoma&lt;br /&gt;Terkumpulnya darah antara duramater dan jaringan otak, dapat terjadi akut dan kronik. Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah vena / jembatan vena yang biasanya terdapat diantara duramater, perdarahan lambat dan sedikit. Periode akut terjadi dalam 48 jam - 2 hari atau 2 minggu dan kronik dapat terjadi dalam 2 minggu atau beberapa bulan.&lt;br /&gt;Tanda-tanda dan gejalanya adalah : nyeri kepala, bingung, mengantuk, menarik diri, berfikir lambat, kejang dan udem pupil&lt;br /&gt;Perdarahan intracerebral berupa perdarahan di jaringan otak karena pecahnya pembuluh darah arteri; kapiler; vena.&lt;br /&gt;Tanda dan gejalanya :&lt;br /&gt;Nyeri kepala, penurunan kesadaran, komplikasi pernapasan, hemiplegia kontra lateral, dilatasi pupil, perubahan tanda-tanda vital&lt;br /&gt;3. Perdarahan Subarachnoid&lt;br /&gt;Perdarahan di dalam rongga subarachnoid akibat robeknya pembuluh darah  dan permukaan otak, hampir selalu ada pad cedera kepala yang hebat.&lt;br /&gt;Tanda dan gejala :&lt;br /&gt;Nyeri kepala, penurunan kesadaran, hemiparese, dilatasi pupil ipsilateral dan kaku kuduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGKAJIAN&lt;br /&gt;Pengumpulan data klien baik subyektif atau obyektif pada gangguan sistem persarafan sehubungan dengan cedera kepala tergantung pada bentuk, lokasi, jenis injuri dan adanya komplikasi pada organ vital lainnya. Data yang perlu didapati adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Identitas klien dan keluarga (penanggung jawab): nama, umur, jenis kelamin, agama, suku bangsa, status perkawinan, alamat, golongan darah, pengahasilan, hubungan klien dengan penanggung jawab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Riwayat kesehatan :&lt;br /&gt;Tingkat kesadaran/GCS (&lt; 15), konvulsi, muntah, dispnea / takipnea, sakit kepala, wajah simetris / tidak, lemah, luka di kepala, paralise, akumulasi sekret pada saluran napas, adanya liquor dari hidung dan telinga dan kejang&lt;br /&gt; Riwayat penyakit dahulu haruslah diketahui baik yang berhubungan dengan sistem persarafan maupun penyakit sistem sistemik lainnya. demikian pula riwayat penyakit keluarga terutama yang mempunyai penyakit menular.&lt;br /&gt; Riwayat kesehatan tersebut dapat dikaji dari klien atau keluarga sebagai data subyektif. Data-data ini sangat berarti karena dapat mempengaruhi prognosa klien.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;Aspek neurologis yang dikaji adalah tingkat kesadaran, biasanya GCS &lt; 15, disorientasi orang, tempat dan waktu. Adanya refleks babinski yang positif, perubahan nilai tanda-tanda vital kaku kuduk, hemiparese.&lt;br /&gt;Nervus cranialis dapat terganggu bila cedera kepala meluas sampai batang otak karena udema otak atau perdarahan otak juga mengkaji nervus I, II, III, V, VII, IX, XII.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Pemeriksaan Penujang&lt;br /&gt;• CT-Scan (dengan atau tanpa kontras) : mengidentifikasi luasnya lesi, perdarahan, determinan ventrikuler, dan perubahan jaringan otak. Catatan : Untuk mengetahui adanya infark / iskemia jangan dilekukan pada 24 - 72 jam setelah injuri.&lt;br /&gt;• MRI : Digunakan sama seperti CT-Scan dengan atau tanpa kontras radioaktif.&lt;br /&gt;• Cerebral Angiography: Menunjukan anomali sirkulasi cerebral, seperti : perubahan jaringan otak sekunder menjadi udema, perdarahan dan trauma.&lt;br /&gt;• Serial EEG: Dapat melihat perkembangan gelombang yang patologis&lt;br /&gt;• X-Ray: Mendeteksi perubahan struktur tulang (fraktur), perubahan struktur garis(perdarahan/edema), fragmen tulang.&lt;br /&gt;• BAER: Mengoreksi batas fungsi corteks dan otak kecil&lt;br /&gt;• PET: Mendeteksi perubahan aktivitas  metabolisme otak&lt;br /&gt;• CSF, Lumbal Punksi :Dapat dilakukan jika diduga terjadi perdarahan subarachnoid.&lt;br /&gt;• ABGs: Mendeteksi keberadaan ventilasi atau masalah  pernapasan (oksigenisasi) jika terjadi peningkatan tekanan intrakranial&lt;br /&gt;• Kadar Elektrolit : Untuk mengkoreksi keseimbangan elektrolit sebagai akibat peningkatan tekanan intrkranial&lt;br /&gt;• Screen Toxicologi: Untuk mendeteksi pengaruh obat sehingga menyebabkan penurunan kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Konservatif:&lt;br /&gt;• Bedrest total&lt;br /&gt;• Pemberian obat-obatan&lt;br /&gt;• Observasi tanda-tanda vital (GCS dan tingkat kesadaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas Perawatan:&lt;br /&gt;1. Maksimalkan perfusi / fungsi otak&lt;br /&gt;2. Mencegah komplikasi&lt;br /&gt;3. Pengaturan fungsi secara optimal / mengembalikan ke fungsi normal&lt;br /&gt;4. Mendukung proses pemulihan koping klien / keluarga&lt;br /&gt;5. Pemberian informasi tentang proses penyakit, prognosis, rencana pengobatan, dan rehabilitasi.&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt;1. Fungsi otak membaik : defisit neurologis berkurang/tetap&lt;br /&gt;2. Komplikasi tidak terjadi&lt;br /&gt;3. Kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi sendiri atau dibantu orang lain&lt;br /&gt;4. Keluarga dapat menerima kenyataan dan berpartisipasi dalam perawatan&lt;br /&gt;5. Proses penyakit, prognosis, program pengobatan dapat dimengerti oleh keluarga sebagai sumber informasi.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;Diagnosa Keperawatan yang biasanya muncul adalah:&lt;br /&gt;1. Tidak efektifnya pola napas sehubungan dengan depresi pada pusat napas di otak.&lt;br /&gt;2. Tidakefektifnya kebersihan jalan napas sehubungan dengan penumpukan sputum.&lt;br /&gt;3. Gangguan perfusi jaringan otak sehubungan dengan udem otak&lt;br /&gt;4. Keterbatasan aktifitas sehubungan dengan penurunan kesadaran (soporos - coma)   &lt;br /&gt;5. Resiko tinggi gangguan integritas kulit sehubungan dengan immobilisasi, tidak adekuatnya sirkulasi perifer.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; C. INTERVENSI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tidak efektifnya pola napas sehubungan dengan depresi pada pusat napas di otak.&lt;br /&gt; Tujuan :&lt;br /&gt; Mempertahankan pola napas yang efektif melalui ventilator.&lt;br /&gt; Kriteria evaluasi :&lt;br /&gt; Penggunaan otot bantu napas tidak ada, sianosis tidak ada atau tanda-tanda hipoksia tidak ada dan gas darah dalam batas-batas normal.&lt;br /&gt; Rencana tindakan :&lt;br /&gt;• Hitung pernapasan pasien dalam satu menit.  pernapasan yang cepat dari pasien dapat menimbulkan alkalosis respiratori dan pernapasan lambat meningkatkan tekanan Pa Co2 dan menyebabkan asidosis respiratorik.&lt;br /&gt;• Cek pemasangan tube, untuk memberikan ventilasi yang adekuat dalam pemberian tidal volume.&lt;br /&gt;• Observasi ratio inspirasi dan ekspirasi pada fase ekspirasi biasanya 2 x lebih panjang dari inspirasi, tapi dapat lebih panjang sebagai kompensasi terperangkapnya udara terhadap gangguan pertukaran gas.&lt;br /&gt;• Perhatikan kelembaban dan suhu pasien keadaan dehidrasi dapat mengeringkan sekresi / cairan paru sehingga menjadi kental dan meningkatkan resiko infeksi.&lt;br /&gt;• Cek selang ventilator setiap waktu (15 menit), adanya obstruksi dapat menimbulkan tidak adekuatnya pengaliran volume dan menimbulkan penyebaran udara yang tidak adekuat.&lt;br /&gt;• Siapkan ambu bag tetap berada di dekat pasien, membantu membarikan ventilasi yang adekuat bila ada gangguan pada ventilator.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak efektifnya kebersihan jalan napas sehubungan dengan penumpukan sputum.&lt;br /&gt; Tujuan :&lt;br /&gt; Mempertahankan jalan napas dan mencegah aspirasi&lt;br /&gt; Kriteria Evaluasi :&lt;br /&gt; Suara napas bersih, tidak terdapat suara sekret pada selang dan bunyi alarm karena peninggian suara mesin, sianosis tidak ada.&lt;br /&gt; Rencana tindakan :&lt;br /&gt;• Kaji dengan ketat (tiap 15 menit) kelancaran jalan napas. Obstruksi dapat disebabkan pengumpulan sputum, perdarahan, bronchospasme atau masalah terhadap tube.&lt;br /&gt;• Evaluasi pergerakan dada dan auskultasi dada (tiap 1 jam ). Pergerakan yang simetris dan suara napas yang bersih indikasi pemasangan tube yang tepat dan tidak adanya penumpukan sputum.&lt;br /&gt;• Lakukan pengisapan lendir dengan waktu kurang dari 15 detik bila sputum banyak. Pengisapan lendir tidak selalu rutin dan waktu harus dibatasi untuk mencegah hipoksia.&lt;br /&gt;• Lakukan fisioterapi dada setiap 2 jam. Meningkatkan ventilasi untuk semua bagian paru dan memberikan kelancaran aliran serta pelepasan sputum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan perfusi jaringan otak sehubungan dengan udem otak&lt;br /&gt; Tujuan :&lt;br /&gt; Mempertahankan dan memperbaiki tingkat kesadaran fungsi motorik.&lt;br /&gt; Kriteria hasil :&lt;br /&gt; Tanda-tanda vital stabil, tidak ada peningkatan intrakranial.&lt;br /&gt; Rencana tindakan :&lt;br /&gt;Monitor dan catat status neurologis dengan menggunakan metode GCS.&lt;br /&gt; Refleks membuka mata menentukan pemulihan tingkat kesadaran.&lt;br /&gt; Respon motorik menentukan kemampuan berespon terhadap stimulus eksternal dan indikasi keadaan kesadaran yang baik.&lt;br /&gt; Reaksi pupil digerakan oleh saraf kranial oculus motorius dan untuk menentukan refleks batang otak.&lt;br /&gt; Pergerakan mata membantu menentukan area cedera dan tanda awal peningkatan tekanan intracranial adalah terganggunya abduksi mata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Monitor tanda-tanda  vital tiap 30 menit.&lt;br /&gt; Peningkatan sistolik dan penurunan diastolik serta penurunan tingkat kesadaran dan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial. Adanya pernapasan yang irreguler indikasi terhadap adanya peningkatan metabolisme sebagai reaksi terhadap infeksi. Untuk mengetahui tanda-tanda keadaan syok akibat perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertahankan posisi kepala yang sejajar dan tidak menekan.&lt;br /&gt; Perubahan kepala pada satu sisi dapat menimbulkan penekanan pada vena jugularis dan menghambat aliran darah otak, untuk itu dapat meningkatkan tekanan intrakranial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari batuk yang berlebihan, muntah, mengedan, pertahankan pengukuran urin dan hindari          konstipasi yang berkepanjangan.&lt;br /&gt; Dapat mencetuskan respon otomatik penngkatan intrakranial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Observasi kejang dan lindungi pasien dari cedera akibat kejang.   &lt;br /&gt; Kejang terjadi akibat iritasi otak, hipoksia, dan kejang dapat meningkatkan tekanan intrakrania.&lt;br /&gt;Berikan oksigen sesuai dengan kondisi pasien.&lt;br /&gt; Dapat menurunkan hipoksia otak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikan obat-obatan yang diindikasikan dengan tepat dan benar (kolaborasi).&lt;br /&gt; Membantu menurunkan tekanan intrakranial secara biologi / kimia seperti osmotik diuritik untuk  menarik air dari sel-sel otak sehingga dapat menurunkan udem otak, steroid (dexametason) untuk menurunkan inflamasi,  menurunkan edema jaringan. Obat anti kejang untuk menurunkan kejang, analgetik untuk menurunkan rasa nyeri efek negatif dari peningkatan tekanan intrakranial. Antipiretik untuk menurunkan panas yang dapat meningkatkan pemakaian oksigen otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan aktifitas sehubungan dengan penurunan kesadaran (soporos - coma )&lt;br /&gt; Tujuan :&lt;br /&gt; Kebutuhan dasar pasien dapat terpenuhi secara adekuat.&lt;br /&gt; Kriteria hasil :&lt;br /&gt; Kebersihan terjaga, kebersihan lingkungan terjaga, nutrisi terpenuhi sesuai dengan kebutuhan, oksigen adekuat.&lt;br /&gt; Rencana Tindakan :&lt;br /&gt;       Berikan penjelasan tiap kali melakukan tindakan pada pasien.&lt;br /&gt; Penjelasan dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kerja sama yang dilakukan pada pasien dengan kesadaran penuh atau menurun.&lt;br /&gt; Beri bantuan untuk memenuhi kebersihan diri.&lt;br /&gt; Kebersihan perorangan, eliminasi, berpakaian, mandi, membersihkan mata dan kuku, mulut, telinga, merupakan kebutuhan dasar akan kenyamanan yang harus dijaga oleh perawat untuk meningkatkan rasa nyaman, mencegah infeksi dan keindahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan.&lt;br /&gt; Makanan dan minuman merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi untuk menjaga kelangsungan perolehan energi. Diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien baik jumlah, kalori, dan waktu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jelaskan pada keluarga tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan yang aman dan bersih.&lt;br /&gt; Keikutsertaan keluarga diperlukan untuk menjaga hubungan klien - keluarga. Penjelasan perlu agar keluarga dapat memahami peraturan yang ada di ruangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berikan bantuan untuk memenuhi kebersihan dan keamanan lingkungan.&lt;br /&gt; Lingkungan yang bersih dapat mencegah infeksi dan kecelakaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kecemasan keluarga sehubungan keadaan yang kritis pada pasien.&lt;br /&gt; Tujuan :&lt;br /&gt; Kecemasan keluarga dapat berkurang&lt;br /&gt; Kriteri evaluasi :&lt;br /&gt; Ekspresi wajah tidak menunjang adanya kecemasan&lt;br /&gt; Keluarga mengerti cara berhubungan dengan pasien&lt;br /&gt; Pengetahuan keluarga mengenai keadaan, pengobatan dan tindakan meningkat.&lt;br /&gt; Rencana tindakan :&lt;br /&gt;• Bina hubungan saling percaya.&lt;br /&gt; Untuk membina hubungan terpiutik perawat - keluarga.&lt;br /&gt; Dengarkan dengan aktif dan empati, keluarga akan merasa diperhatikan.&lt;br /&gt;• Beri penjelasan tentang semua prosedur dan tindakan yang akan dilakukan pada pasien.&lt;br /&gt; Penjelasan akan mengurangi kecemasan akibat ketidak tahuan.&lt;br /&gt;• Berikan kesempatan pada keluarga untuk bertemu dengan klien.&lt;br /&gt; Mempertahankan hubungan pasien dan keluarga.&lt;br /&gt;• Berikan dorongan spiritual untuk keluarga.&lt;br /&gt;     Semangat keagamaan dapat mengurangi rasa cemas dan meningkatkan keimanan dan                ketabahan dalam menghadapi krisis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Resiko tinggi gangguan integritas kulit sehubungan dengan immobilisasi, tidak adekuatnya sirkulasi perifer.&lt;br /&gt; Tujuan :&lt;br /&gt; Gangguan integritas kulit tidak terjadi&lt;br /&gt; Rencana tindakan :&lt;br /&gt;• Kaji fungsi motorik dan sensorik pasien dan sirkulasi perifer untuk menetapkan kemungkinan terjadinya lecet pada kulit.&lt;br /&gt;• Kaji kulit pasien setiap 8 jam : palpasi pada daerah yang tertekan.&lt;br /&gt;• Berikan posisi dalam sikap anatomi dan gunakan tempat kaki untuk daerah yang menonjol.&lt;br /&gt;• Ganti posisi pasien setiap 2 jam&lt;br /&gt;• Pertahankan kebersihan dan kekeringan pasien : keadaan lembab akan memudahkan terjadinya kerusakan kulit.&lt;br /&gt;• Massage dengan lembut di atas daerah yang menonjol setiap 2 jam sekali.&lt;br /&gt;• Pertahankan alat-alat tenun tetap bersih dan tegang.&lt;br /&gt;• Kaji daerah kulit yang lecet untuk adanya eritema, keluar cairan setiap 8 jam.&lt;br /&gt;• Berikan perawatan kulit pada daerah yang rusak / lecet setiap 4 - 8 jam dengan menggunakan H2O2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR KEPUSTAKAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for Planning Patient Care (2 nd ed ). Philadelpia, F.A. Davis Company.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach St. Louis. Cv. Mosby Company.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Asikin Z (1991) Simposium Keperawatan Penderita Cedera Kepala.  Panatalaksanaan Penderita dengan Alat Bantu Napas, Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Harsono (1993) Kapita Selekta Neurologi, Gadjah Mada University Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materi lain dapat diambil di....&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-5877180615876725969?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni' title='Askep Cedera Kepala'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/5877180615876725969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=5877180615876725969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/5877180615876725969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/5877180615876725969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/11/askep-cedera-kepala.html' title='Askep Cedera Kepala'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-7542468780337219957</id><published>2008-11-03T11:23:00.005+07:00</published><updated>2009-04-07T11:14:24.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara mencari Uang Di Internet'/><title type='text'>link askep dan panduan bisnis internet</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;script src="http://uangpanas.com/script/popundermember.php?id=sipp" language="javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;a href="http://ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cari askep lengkap dengan for&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://ilmukeperawatan.com/"&gt;mat doc&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;img src="http://ilmukeperawatan.com/image/askep4.gif" alt="kumpulan askep,asuhan keperawatan" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PANDUAN BISNIS INTERNET SERTA KONSULTASI BISNIS INTERNET&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://uangpanas.com/script/popundermember.php?id=sipp" language="javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;img src="http://uangpanas.com/image/logo125x125.gif" alt="info lowongan kerja terbaru - kerja di rumah" border="0" width="125" height="125" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PANDUAN DAN KONSULTASI BISNIS INTERNET, IDE-IDE BRILIAN BISNIS INTERNET&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;script src="http://uangpanas.com/script/popundermember.php?id=sipp" language="javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;img src="http://uangpanas.com/image/logo120x40.gif" alt="lowongan kerja pekerjaan sambilan" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENCARIAN ASKEP&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASUHAN KEPERAWATAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;img src="http://ilmukeperawatan.com/image/askep1.gif" alt="kumpulan askep,asuhan keperawatan" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://asuhankeperawatan.com/?id=rusari"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BELAJAR EKG DAN ASUHAN KEPERAWATAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://asuhankeperawatan.com/?id=rusari"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 140px; height: 181px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SQ5_H0xEO6I/AAAAAAAAABk/mKHVBwznWI8/s320/cover_ekg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264284786842942370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ilmukeperawatan.com/file/askepcontoh.zip"&gt;Download askep gratis..tis..tis..tis (klik kanan save-as)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://ilmukeperawatan.com/file/askepcontoh.zip"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 55px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SQ6DJe006PI/AAAAAAAAABs/qBJHHa6FwVA/s320/download.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264289213359384818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///D:/www/scriptreseller/image/cover_ekg.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-7542468780337219957?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/7542468780337219957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=7542468780337219957' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7542468780337219957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7542468780337219957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/11/info-lowongan-kerja-terbaru-kerja-di.html' title='link askep dan panduan bisnis internet'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SQ5_H0xEO6I/AAAAAAAAABk/mKHVBwznWI8/s72-c/cover_ekg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-3451093337407786083</id><published>2008-11-03T09:57:00.010+07:00</published><updated>2009-04-07T11:14:24.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara mencari Uang Di Internet'/><title type='text'>cara mudah cari uang dengan modal dengkul alias tanpa modal</title><content type='html'>&lt;script src="http://uangpanas.com/script/popundermember.php?id=sipp" language="javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;img src="http://img147.imageshack.us/img147/4174/logo468x60qm5.gif" alt="info lowongan kerja terbaru - kerja di rumah" border="0" width="468" height="60" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style10"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" mce_style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BISNIS SANTAI DENGAN HASIL MELIMPAH&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;" mce_style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" mce_style="text-align: left;"&gt;Sepertinya imposible judul diatas, tetapi apakah memang ada &lt;b&gt;BISNIS SANTAI DENGAN HASIL MELIMPAH ???&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;" mce_style="text-align: left;"&gt;Disini ada suatu pemikiran tertentu antara lain:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;tidak perlu pusing membuat produkuntuk bisnis tetapi bisa berbisnis dan menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak perlu biaya produksi tetapi bisa berbisnis dan menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;biaya rendah dan menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mudah dilaksanakan tetapi bisa berbisnis dan menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak perlu membuat gudang (tidak perlu membuat gudang untuk menyimpan barang tetapi bisa berbisnis dan menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak perlu memproses order tetapi tetap bisa menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak perlu memproses pengiriman barang tetapi bisa berbisnis dan menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;cukup santai-santai saja tetapi menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak perlu melayani pertanyaan dan komplain atau klaim garansi tetapi tetap menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dapatkan uang kapan pun, bahkan saat Anda tidur!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kerja dari rumah atau dari mana pun dengan santai tanpa batasan waktu tetapi dapat menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;resiko minimal (tidak perlu takut reputasi Anda buruk,tetapi tetap menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;resiko ada yang menanggung, tetapi tetap menghasilkan uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;keuntungan dalam rupiah bukan dalam bentuk dolar atau mata uang lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;keuntungan instant (keuntungan langsung dikirim ke rekening , tanpa perantara paypal / alertpay / cek yang harus Anda tukar ke Rupiah secara manual – yang cukup merepotkan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;keuntungan besar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tanpa perlu membuat website / blog&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tanpa perlu menunggu (pengiriman uang komisi sudah otomatis dikirim kerekening)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp" mce_href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;img src="http://img89.imageshack.us/img89/5904/logo125x125fn7.gif" mce_src="http://img89.imageshack.us/img89/5904/logo125x125fn7.gif" alt="info lowongan terbaru kerja dirumah penghasilan besar dan cepat" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;wah...kayaknya imposible pernyataan diatas, tetapi disini saya tunjukkan bahwa semua pernyataan diatas dengan keinginannya seperti diatas adalah ada, tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah dimana dan bagaimana caranya untuk santai,mudah,tidurpun dapat uang????&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jawabannya disini bergabunglah dengan &lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp" mce_href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;"Uangpanas.com"&lt;/a&gt;, eit...jangan negatif thinking dulu....&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp" mce_href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;"Uangpanas.com"&lt;/a&gt; hanya sekedar nama biar mudah diingat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;nah..tunggu apa lagi bila anda ingin menambah pendapatan dan dengan santai bahkan tidurpun dapatkan uang maka join saja di &lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp" mce_href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;"Uangpanas.com"&lt;/a&gt;, anda dapatkan semua itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ehmm....ssst tidak semua orang tahu...!!! anda dapat hasilkan uang melimpah tapi orang dirumah sampai tidak tahu anda punya uang, dapat melimpah malah...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;coba saja....anda akan kaget mendapatkan semua itu...dan akan bergumam wah...emang bener...dapat uang, dapat bisnis santai tapi hasilnya...wow...fantastis.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp" mce_href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;img src="http://img89.imageshack.us/img89/5904/logo125x125fn7.gif" mce_src="http://img89.imageshack.us/img89/5904/logo125x125fn7.gif" alt="info lowongan terbaru kerja dirumah penghasilan besar dan cepat" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp" mce_href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;img src="http://img89.imageshack.us/img89/5904/logo125x125fn7.gif" mce_src="http://img89.imageshack.us/img89/5904/logo125x125fn7.gif" alt="info lowongan terbaru kerja dirumah penghasilan besar dan cepat" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp" mce_href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;img src="http://img89.imageshack.us/img89/5904/logo125x125fn7.gif" mce_src="http://img89.imageshack.us/img89/5904/logo125x125fn7.gif" alt="info lowongan terbaru kerja dirumah penghasilan besar dan cepat" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=sipp"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-3451093337407786083?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://uangpanas.com/?id=sipp' title='cara mudah cari uang dengan modal dengkul alias tanpa modal'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/3451093337407786083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=3451093337407786083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/3451093337407786083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/3451093337407786083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/11/cara-mudah-cari-uang-dengan-modal.html' title='cara mudah cari uang dengan modal dengkul alias tanpa modal'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-4548816020619788914</id><published>2008-10-02T06:32:00.007+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>414 askep siap download dengan format doc</title><content type='html'>414 LEBIH ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) SIAP DOWNLOAD DAN DIGUNAKAN DENGAN FORMAT DOC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAPATKAN RATUSAN ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) SIAP PAKAI SEKALIGUS DIIKUTKAN PROGRAM UNTUK MENDAPATKAN INCOME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMUKAN CARA EFEKTIF DAN EFISIEN UNTUK MENDAPATKAN KEDUANYA DI SINI &lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;media.ilmukeperawatan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;semua tugas selesai dan dapat belajar bisnis internet lagi dengan cara yang mudah tanpa harus bersusah payah dan bila masih bingung caranya menjalankan resellernya &lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;media.ilmukeperawatan.com&lt;/a&gt;, terdapat panduan untuk mengoptimalisasi pendapatan resellernya &lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;.&lt;br /&gt;coba saja gabung dan nikmati materi askepnya sekaligus dapat ikut reseller &lt;/a&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;media.ilmukeperawatan.com&lt;/a&gt;yang berarti akan ikut menikmati passive income dengan bagi hasil 50:50 dapat bonus pula...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;img style="width: 414px; height: 62px;" src="http://ilmukeperawatan.com/image/askep1.gif" alt="kumpulan askep,asuhan keperawatan" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;media.ilmukeperawatan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-4548816020619788914?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://media.ilmukeperawatan.com/?id=eni' title='414 askep siap download dengan format doc'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/4548816020619788914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=4548816020619788914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4548816020619788914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4548816020619788914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/10/414-askep-siap-download-dengan-format.html' title='414 askep siap download dengan format doc'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-7643804011574895490</id><published>2008-09-16T22:09:00.004+07:00</published><updated>2009-04-07T11:16:04.389+07:00</updated><title type='text'>membuat website dengan menggunakan nama sendiri</title><content type='html'>membuat dengan nama sendiri akan lebih menyenangkan apalagi bagi yang ingin mencoba keberuntungan bisnis online bukan yang gratisan, mengapa?? sebab dengan menggunakan nama sendiri anda akan dapat dengan leluasa untuk mengelola dan memaksimalkan website anda&lt;br /&gt;2. dengan nama website sendiri anda akan dapat berinovasi tanpa ada peraturan yang mengekang kebebasan dalam berinovasi&lt;br /&gt;3. terdapat dukungan dari server penyedia layanan hosting sehingga akan lebih mudah dalam penanganan kekurangtahuan dalam penggunaan&lt;br /&gt;4. identitas anda akan lebih dikenal dan otomatis keuntungan anda akan lebih besar terutama yang ditujukan untuk bisnis&lt;br /&gt;5. tidak ikut mempromosikan website penyedia. ini akan secara otomatis bila menggunakan alamat website gratis, jadi nama website anda akan ada dibelakang atau didepan nama website penyedia layanan hosting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah untuk memaksimalkan website anda, mengapa tidak buat dengan nama sendiri???&lt;br /&gt;bila anda ingin mencoba nih saya kasih tahu webhosting yang cukup bagus dan murah dengan layanan yang bagus klik disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;a href="http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070" target="_blank" title="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus"&gt;&lt;img src="http://www.idebagus.com/images/b1-234x60.gif" border="0" alt="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070" target="_blank" title="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus"&gt;&lt;img src="http://www.idebagus.com/images/b1-286x250.gif" border="0" alt="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-7643804011574895490?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070' title='membuat website dengan menggunakan nama sendiri'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/7643804011574895490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=7643804011574895490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7643804011574895490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7643804011574895490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/09/membuat-website-dengan-menggunakan-nama.html' title='membuat website dengan menggunakan nama sendiri'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-6927072090938687868</id><published>2008-09-16T22:09:00.003+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><title type='text'>membuat website murah dan mudah tidak ribet</title><content type='html'>membuat dengan nama sendiri akan lebih menyenangkan apalagi bagi yang ingin mencoba keberuntungan bisnis online bukan yang gratisan, mengapa?? sebab dengan menggunakan nama sendiri anda akan dapat dengan leluasa untuk mengelola dan memaksimalkan website anda&lt;br /&gt;1. dengan nama website sendiri anda akan dapat berinovasi tanpa ada peraturan yang mengekang kebebasan dalam berinovasi&lt;br /&gt;2. terdapat dukungan dari server penyedia layanan hosting sehingga akan lebih mudah dalam penanganan kekurangtahuan dalam penggunaan&lt;br /&gt;3. identitas anda akan lebih dikenal dan otomatis keuntungan anda akan lebih besar terutama yang ditujukan untuk bisnis&lt;br /&gt;4. tidak ikut mempromosikan website penyedia. ini akan secara otomatis bila menggunakan alamat website gratis, jadi nama website anda akan ada dibelakang atau didepan nama website penyedia layanan hosting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana terdapat penyedia layanan domain hosting yang bagus, bagus disini banyak artinya yaitu mulai dari pelayanan bantuan bila terdapat kesulitan, server yang tidak down ( apalah artinya bila sering down?), cepat tanggap terhadap komplain bila ada permasalahan, harga yang cukup ringan tentunya tetapi memuaskan dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila anda ingin semua itu ada baiknya anda coba lihat keunggulannya di &lt;a href="http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070"&gt;idebagus.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sendiri sudah mencobanya sendiri di &lt;a href="http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070"&gt;idebagus.com&lt;/a&gt; dan memang bagus sebagus namanya...cie.. promosi nih..., hahaha...bagi-bagi informasi boleh donk...demi kenyamanan website anda. coba saja di &lt;a href="http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070"&gt;idebagus.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah untuk memaksimalkan website anda, mengapa tidak buat dengan nama sendiri???&lt;br /&gt;bila anda ingin mencoba nih saya kasih tahu webhosting yang cukup bagus dan murah dengan layanan yang bagus klik disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;a href="http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070" target="_blank" title="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus"&gt;&lt;img src="http://www.idebagus.com/images/b1-234x60.gif" border="0" alt="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070" target="_blank" title="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus"&gt;&lt;img src="http://www.idebagus.com/images/b1-286x250.gif" border="0" alt="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-6927072090938687868?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070' title='membuat website murah dan mudah tidak ribet'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/6927072090938687868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=6927072090938687868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/6927072090938687868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/6927072090938687868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/09/membuat-website-murah-dan-mudah-tidak.html' title='membuat website murah dan mudah tidak ribet'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-5909397773129470299</id><published>2008-09-10T23:27:00.005+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN ANLL/ AML</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://askep-ebook.blogspot.com"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 104px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sdi54Re2xnI/AAAAAAAAADA/F_uNZyOPaQ0/s320/13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321207336154875506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN ANLL/ AML&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Definisi&lt;br /&gt;Acute Nonlymphoid (myelogenous) Leukemia (ANLL atau AML) adalah salah satu jenis leukemia; dimana terjadi proliferasi neoplastik dari sel mieloid (ditemukannnya sel mieloid : granulosit, monosit imatur yang berlebihan). (1,2) AML meliputi leukemia mieloblastik akut, leukemia monoblastik akut, leukemia mielositik akut, leukemia monomieloblastik, dan leukemia granulositik akut (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Penyebab&lt;br /&gt;Seperti halnya  leukemia jenis ALL (Acute Lymphoid Leukemia), etiologi AML sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti, diduga karena virus (virus onkogenik). Faktor lain yang turut berperan adalah :&lt;br /&gt;1.Faktor endogen&lt;br /&gt;Faktor konstitusi seperti kelainan kromosom (resiko terkena AML meningkat pada anak yang terkena Down Sindrom), herediter (kadang-kadang dijumpai kasus leukemia pada kakak beradik atau kembar satu telur).&lt;br /&gt;2.Faktor eksogen&lt;br /&gt;Seperti sinar X, sinar radioaktif, hormon, bahan kimia (Benzol, Arsen, preparat Sulfat), infeksi (virus, bakteri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Tanda dan Gejala&lt;br /&gt;1.Hipertrofi ginggiva&lt;br /&gt;2.Kloroma spinal (lesi massa)&lt;br /&gt;3.Lesi nekrotik atau ulserosa perirekal&lt;br /&gt;4.Hepatomegali dan splenomegali (pada kurang lebih 50% anak)&lt;br /&gt;5.Manifestasi klinik seperti ALL , yaitu&lt;br /&gt;a.Bukti anemia, perdarahan, dan infeksi : demam, letih, pucat, anoreksia, petekia dan perdarahan, nyeri sendi dan tulang, nyeri abdomen yang tidak jelas, berat badan menurun, pembesaran dan fibrosis organ-organ sistem retikuloendotelial (hati , limpa, dan limfonodus)&lt;br /&gt;b.Peningkatan tekanan intrakranial karena infiltrasi meninges : nyeri dan kaku kuduk, sakit kepala, iritabilitas, letargi, muntah, edema papil, koma.&lt;br /&gt;c.Gejala-gejala sistem saraf pusat yang berhubungan dengan bagian sistem yang terkena; kelemahan ekstremitas bawah, kesulitan berkemih, kesulitan belajar, khususnya matematika dan hafalan (efek samping lanjut dari terapi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.Patofisiologi dan Pathways&lt;br /&gt;Jaringan pembentuk darah ditandai oleh pergantian sel yang sangat cepat. Normalnya, produksi sel darah tertentu dari prekusor sel stem diatur sesuai kebutuhan tubuh. Apabila mekanisme yang mengatur produksi sel tersebut terganggu, sel akan membelah diri sampai ke tingkat sel yang membahayakan (proliferasi neoplastik). Proliferasi neoplastik dapat terjadi karena kerusakan sumsum tulang akibat radiasi, virus onkogenik, maupun herediter.&lt;br /&gt;Sel polimorfonuklear dan monosit normalnya dibentuk hanya dalam sumsum tulang. Sedangkan limfosit dan sel plasma dihasilkan dalam berbagai organ limfogen (kelenjar limfe, limpa, timus, tonsil). Beberapa sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, khususnya granulosit, disimpan dalam sumsum tulang sampai mereka dibutuhkan dalam sirkulasi. Bila terjadi kerusakan sumsum tulang, misalnya akibat radiasi atau bahan kimia, maka akan terjadi proliferasi sel-sel darah putih yang berlebihan dan imatur. Pada kasus AML, dimulai dengan pembentukan kanker pada sel mielogen muda (bentuk dini neutrofil, monosit, atau lainnya) dalam sumsum tulang dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh sehingga sel-sel darah putih dibentuk pada banyak organ ekstra medula.&lt;br /&gt;Sedangkan secara imunologik, patogenesis leukemia dapat diterangkan sebagai berikut. Bila virus dianggap sebagai penyebabnya (virus onkogenik yang mempunyai struktur antigen tertentu), maka virus tersebut dengan mudah akan masuk ke dalam tubuh manusia dan merusak mekanisme proliferasi. Seandainya struktur antigennya sesuai dengan struktur antigen manusia  tersebut, maka virus mudah masuk. Bila struktur antigen individu tidak sama dengan struktur antigen virus, maka virus tersebut akan ditolaknya. Struktur antigen ini terbentuk dari struktur antigen dari berbagai alat tubuh, terutama kulit dan selaput lendir yang terletak di permukaan tubuh atau HL-A (Human Leucocyte Locus A). Sistem HL-A diturunkan menurut hukum genetik, sehingga etiologi leukemia sangat erat kaitannya dengan faktor herediter.&lt;br /&gt;Akibat proliferasi mieloid yang neoplastik, maka produksi elemen darah yang lain tertekan karena terjadi kompetisi nutrisi untuk proses metabolisme (terjadi granulositopenia, trombositopenia). Sel-sel leukemia juga menginvasi tulang di sekelilingnya yang menyebabkan nyeri tulang dan cenderung mudah patah tulang.   Proliferasi sel leukemia dalam organ mengakibatkan gejala tambahan : nyeri akibat pembesaran limpa atau hati, masalah kelenjar limfa; sakit kepala atau muntah akibat leukemia meningeal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.Komplikasi&lt;br /&gt;1.Gagal sumsum tulang&lt;br /&gt;2.Infeksi&lt;br /&gt;3.Koagulasi Intravaskuler Diseminata (KID/DIC)&lt;br /&gt;4.Splenomegali&lt;br /&gt;5.Hepatomegali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.Pemeriksaan Diagnostik&lt;br /&gt;1.Hitung darah lengkap (CBC). Anak dengan CBC kurang dari 10.000/mm3 saat didiagnosis, memiliki prognosis paling baik. Jumlah leukosit lebih dari 50.000/mm3 adalah tanda prognosis kurang baik pada anak sembarang umur.&lt;br /&gt;2.Pungsi lumbal, untuk mengkaji keterlibatan SSP.&lt;br /&gt;3.Foto thoraks, untuk mendeteksi keterlibatan mediastinum&lt;br /&gt;4.Aspirasi sumsum tulang, ditemuakannya 25% sel blast memperkuat diagnosis.&lt;br /&gt;5.Pemindaian tulang atau survei kerangka, mengkaji keterlibatan tulang.&lt;br /&gt;6.Pemindaian ginjal, hati, dan limpa, mengkaji infiltrat leukemik&lt;br /&gt;7.Jumlah trombosit, menunjukkan kapasitas pembekuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Protokol pengobatan bervariasi sesuai jenis leukemia dan jenis obat yang diberikan pada anak. Proses remisi induksi pada anak terdiri dari tiga fase : induksi, konsolidasi, dan rumatan. Selama fase induksi (kira-kira 3 sampai 6 minggu) anak menerima berbagai agens kemoterapi untuk menimbulkan remisi. Periode intensif diperpanjang 2-3 minggu selama fase konsolidasi untuk memberantas keterlibatan sistem syaraf pusat dan oragan vital lain. Terapi rumatan diberikan selama beberapa tahun setelah diagnosis untuk memperpanjang remisi. Beberapa obat yang dipakai untuk leukemia anak-anak adalah prednison, vinkristin, asparaginase, metrotreksat, merkaptopurin, sitarabin, alopurinol, siklofosfamid, dan daunorubisin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.Pengkajian Keperawatan&lt;br /&gt;1.Kaji adanya manifestasi klinik AML (kelelahan, nyeri, pucat, anoreksi, perdarahan, penurunan berat badan, letargi, hipertropi ginggiva, ulserosa perirektal, dll)&lt;br /&gt;2.Kaji reaksi anak terhadap kemoterapi : diare, anoreksia, mual, muntah, retensi cairan, hiperuremia, demam, stomatitis, ulkus mulut, alopesia, nyeri, dll&lt;br /&gt;3.Kaji adanya tanda dan gejala infeksi : peningkatan leukosit, demam, peningkatan LED&lt;br /&gt;4.Kaji adanya tanda dan gejala hemoragi&lt;br /&gt;5.Kaji adanya tanda dan gejala komplikasi : somnolens radiasi, gejala SSP, lisis sel.&lt;br /&gt;6.Kaji koping anak dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;1.Intoleransi aktivitas&lt;br /&gt;2.Resiko tinggi infeksi&lt;br /&gt;3.Kelebihan volume cairan&lt;br /&gt;4.Kerusakan integritas jaringan&lt;br /&gt;5.Resiko tinggi perubahan nutrisi&lt;br /&gt;6.Resiko tinggi cedera&lt;br /&gt;7.Gangguan citra diri&lt;br /&gt;8.Ansietas&lt;br /&gt;9.Resiko tinggi penurunan curah jantung&lt;br /&gt;10.Resiko tinggi keletihan&lt;br /&gt;11.Resiko tinggi perubahan pertumbuhan dan perkembangan&lt;br /&gt;12.Resiko tinggi perubahan proses keluarga&lt;br /&gt;13.Resiko tinggi penatalaksanaan aturan pengobatan yang tidak efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.Intervensi Keperawatan&lt;br /&gt;1.Pantau anak untuk mengetahui reaksi terhadap pengobatan&lt;br /&gt;2.Pantau adanya tanda dan gejala infeksi :&lt;br /&gt;a.Waspadai bahwa demam adalah tanda yang terpenting dari infeksi&lt;br /&gt;b.Obati semua anak seakan-akan mereka semua menderita neutropeni sampai diperoleh hasil test. Isolasi mereka dari pasien klinik lainnya, terutama anak-anak dengan penyakit infeksi, khususnya varisela.&lt;br /&gt;c.Minta anak tersebut memakai masker bila bersama dengan orang lain dan bila menderita neutropeni berat ( leukosit kurang dari 1000/mm3).&lt;br /&gt;d.Waspadai bahwa jika seorang anak menderita neutropeni, ia tidak boleh menjalani kemoterapi. Anak tsb dapat menerima antibiotik Ivjika demam juga terjadi (lebih banyak pasien yang meninggal karena infeksi daripada karena penyakitnya).&lt;br /&gt;3.Pantau adanya tanda dan gejala hemoragi&lt;br /&gt;a.Periksa adanya memar dan petekia pada kulit&lt;br /&gt;b.Periksa danya mimisan dan gusi berdarah&lt;br /&gt;c.Jika diberi suntikan, tekan bekas tusukan lebih lama dari biasanya (kira-kira 3-5 menit) untuk memastikan perdarahan telah berhenti. Perikas lagi untuk memastikan bahwa tidak ada perdarahan lagi.&lt;br /&gt;4.Pantau adanya tanda gejala komplikasi&lt;br /&gt;a.Somnolens radiasi : dimulai 6 minggu setelah menerima radiasi kraniospinal, anak menunjukkan keletihan berat dan anoreksia selama kira-kira  1-3 minggu. Orang tua sering kali mersa khawatir tentang terjadinya kambuhan pada saat ini dan perlu untuk diyakinkan.&lt;br /&gt;b.Gejala SSP : sakit kepala, penglihatan kabur atau ganda, muntah. Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan keterlibatan SSP.&lt;br /&gt;c.Gejala pernafasan : batuk, kongesti paru, dispnea. Gejala-gejala tersebut mengindikasikan adanya pneumositis atau infeksi pernafasan lainnya.&lt;br /&gt;d.Lisis sel : lisis sel yang cepat setelah kemoterapi dapat mempengaruhi kimia darah, mengakibatkan peningkatan Kalsium dan Kalium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.pantau adanya kekhawatiran dan ansietas tentang diagnosis kanker dan hubungannya dengan pengobatan; pantau respon emosional seperti marah, menyangkal, kesedihan&lt;br /&gt;6.Pantau adanya gangguan dalam fungsi keluarga&lt;br /&gt;a.Dasar semua intervensi pada latar belakang budaya, agama pendidikan, dan sosial ekonomi keluarga&lt;br /&gt;b.Libatkan saudara kandung sebanyak mungkin dalam perawatan karena mereka sangat prihatin terhadap perubahan yang terjadi pada anak yang sakit dan fungsi keluarga&lt;br /&gt;c.Pertimbangkan kemungkinan bahwa saudara kandung merasa bersalah dan disalahkan&lt;br /&gt;d.Tingkatkan keutuhan keluarga dengan memberi kebebasan jam kunjung selama 24 jam bagi semua anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.Hasil yang Diharapkan&lt;br /&gt;1.Anak mencapai remisi&lt;br /&gt;2.Anak bebas dari komplikasi penyakit&lt;br /&gt;3.Anak dan keluarga mempelajari tentang koping yang efektif untuk menghadapi hidup dan penatalaksanaan penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Whaley’s and Wong. Essential of Pediatric Nursing. Sixth Edition. USA : Mosby. 2000.&lt;br /&gt;2.Betz, CL &amp;amp; Sowden, LA. Buku Saku Keperawatan Pediatri. Edisi 3. Jakarta : EGC. 2002.&lt;br /&gt;3.Whaley’s and Wong. Clinical Manual of Pediatric Nursing. Edisi 4. USA : Mosby. 2001.&lt;br /&gt;4.Joyce Engel. Pengkajian Pediatrik. Edisi 2. Jakarta : EGC. 1999&lt;br /&gt;5.Brunner&amp;amp; Suddarth. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Vol 2. Jakarta : EGC. 2002.&lt;br /&gt;6.Guyton. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Edisi III. Jakarta : EGC. 1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;&lt;!-- Kode Iklan PPC inbox indonesia --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://www.ppcinbox.com/index.php?section=serve&amp;amp;id=47&amp;amp;affid=387&amp;amp;output=js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-5909397773129470299?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ilmukeperawatan.com' title='ASUHAN KEPERAWATAN ANLL/ AML'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/5909397773129470299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=5909397773129470299' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/5909397773129470299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/5909397773129470299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/09/asuhan-keperawatan-anll-aml.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN ANLL/ AML'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/Sdi54Re2xnI/AAAAAAAAADA/F_uNZyOPaQ0/s72-c/13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-3380911241171505824</id><published>2008-08-16T12:56:00.002+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><title type='text'>tips membuat website</title><content type='html'>bagi anda yang tengah ingin membuat website dengan nama sendiri.&lt;br /&gt;tips website :&lt;br /&gt;1. buat dengan nama sendiri bukan yang gratisan, mengapa?? sebab dengan menggunakan nama sendiri anda akan dapat dengan leluasa untuk mengelola dan memaksimalkan website anda&lt;br /&gt;2. dengan nama website sendiri anda akan dapat berinovasi tanpa ada peraturan yang mengekang kebebasan dalam berinovasi&lt;br /&gt;3. terdapat dukungan dari server penyedia layanan hosting sehingga akan lebih mudah dalam penanganan kekurangtahuan dalam penggunaan&lt;br /&gt;4. identitas anda akan lebih dikenal dan otomatis keuntungan anda akan lebih besar terutama yang ditujukan untuk bisnis&lt;br /&gt;5. tidak ikut mempromosikan website penyedia. ini akan secara otomatis bila menggunakan alamat website gratis, jadi nama website anda akan ada dibelakang atau didepan nama website penyedia layanan hosting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah untuk memaksimalkan website anda, mengapa tidak buat dengan nama sendiri???&lt;br /&gt;bila anda ingin mencoba nih saya kasih tahu webhosting yang cukup bagus dan murah dengan layanan yang bagus klik disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;a href="http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070" target="_blank" title="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus"&gt;&lt;img src="http://www.idebagus.com/images/b1-234x60.gif" border="0" alt="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://my.idebagus.com/aff.php?aff=070" target="_blank" title="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus"&gt;&lt;img src="http://www.idebagus.com/images/b1-286x250.gif" border="0" alt="Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-3380911241171505824?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/3380911241171505824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=3380911241171505824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/3380911241171505824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/3380911241171505824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/08/tips-membuat-website.html' title='tips membuat website'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-1029182399347724073</id><published>2008-08-03T21:54:00.002+07:00</published><updated>2009-04-07T11:19:39.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>TIPS MENCARI ASKEP DENGAN CEPAT</title><content type='html'>TIP MENCARI ASKEP DENGAN CEPAT DI INTERNET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buka google, ketik askep maka akan keluar deretan website atau blog yang menampilkan askep, tetapi tidak spesifik. ada baiknya dengan kata yang lebih spesifik misal dengan menambahkan spesifikasinya contoh askep klien dengan diabetes mellitus, nah dengan cara ini maka akan lebih spesifik dalam mencari askep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara lain yang lebih cepat yaitu kunjungi &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;/a&gt;, diwebsite ini menawarkan begitu banyak askep yang siap di download dengan format *.doc, anda tinggal copy-paste maka tugas anda segera selesai tanpa banyak waktu tenaga dan biaya yang terbuang.&lt;br /&gt;coba kunjungi &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;/a&gt; 379 askep yang ditawarkan website ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;link download askep &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com"&gt;klik disini untuk download askep&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-1029182399347724073?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ilmukeperawatan.com' title='TIPS MENCARI ASKEP DENGAN CEPAT'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/1029182399347724073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=1029182399347724073' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/1029182399347724073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/1029182399347724073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/08/tips-mencari-askep-dengan-cepat.html' title='TIPS MENCARI ASKEP DENGAN CEPAT'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-4122345938566795504</id><published>2008-08-03T12:14:00.004+07:00</published><updated>2009-04-07T11:19:39.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>tip dan trik dapatkan asuhan keperawatan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CARA MUDAH DAPAT ASKEP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak cara untuk dapatkan askep terutama bagi mahasiswa untuk tugas kuliah.&lt;br /&gt;mahasiswa tentunya mencari cara yang mudah murah simple tidak ribet tidak mengeluarkan banyak biaya karena pertimbangan waktu dan biaya untuk kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah..bila demikian maka ada satu tips kunjungilah &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa saya merekomendasikan di &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; karena :&lt;br /&gt;1. cukup lengkap lebih kurang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;379 askep&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. format untuk askep yang didownload dengan menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;format *.doc &lt;/span&gt;sehingga dapat dengan mudah digunakan tinggal copy-paste selesailah tugas&lt;br /&gt;3. mudah dalam download&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudahan lain juga diberikan oleh &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, coba kunjungi &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; mudah, hemat, gak ribet, yang jelas akan cepat selesai tugas...tinggal belajar....):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CARA DAPATKAN DUIT TAMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dalam dunia modern sekarang ini sangat memberikan kemudahan, tidak terkecuali orang yang kurang paham akan internet, nah..saya akan memberikan tips untuk mendapatkan uang tambahan dari internet tentunya.&lt;br /&gt;dengan modeal yang minimal anda dapat memulai bisnis internet hanya dengan bergabung dengan mengikuti cara &lt;a href="http://www.asuhankeperawatan.com/?id=rusari"&gt;klik disini untuk lihat dan bergabung&lt;/a&gt; maka akan dapatkan uang yang mudah, lumayan buat uang saku eh bahkan bukan tidak mungkin akan melebihi pendapatan kerja kantoran lho...coba saja &lt;a href="http://www.asuhankeperawatan.com/?id=rusari"&gt;klik disini untuk lihat dan bergabung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;see you next time&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-4122345938566795504?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ilmukeperawatan.com' title='tip dan trik dapatkan asuhan keperawatan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/4122345938566795504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=4122345938566795504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4122345938566795504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4122345938566795504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/08/tip-dan-trik-dapatkan-asuhan.html' title='tip dan trik dapatkan asuhan keperawatan'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-8599457533682815064</id><published>2008-08-03T12:03:00.002+07:00</published><updated>2009-04-07T11:19:39.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>cara mudah mencari asuhan keperawatan lengkap</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;cara mudah dapatkan asuhan keperawatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak cara untuk dapat mendapatkan secara mudah di internet&lt;br /&gt;- buka google trus ketik asuhan keperawatan pada klien dengan .... (akan lebih spesifik dalam mencari askep)&lt;br /&gt;- buka google ketik askep.....(akan tampil semua yang berhubungan dengan askep tapi tidak spesifik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah bila anda mencari askep yang cukup lengkap maka coba kunjungi &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kenapa di ilmukeperawatan.com??karena disana terdapat lebih kurang 379 askep dengan format *doc yang siap didownload.&lt;br /&gt;kalau anda berfikir untuk cepat dan mudah dengan pengeluaran biaya yang minimal tidak lagi kesulitan dalam mencari askep, ya anda dapat mengunjungi &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kalau dihitung - hitung tingkat kesulitan dengan waktu dan biaya yang cukup besar, tidak ada salahnya berkunjung ke &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;atau di &lt;&lt;a href="http://www.rusari.com"&gt;rusari.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dapat askep dapat duit&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;nah kesempatan lagi bagi yang mau mendapatkan income tambahan sekaligus dapat asuhan keperawatan, anda dapat bergabung disini klik &lt;a href="http://www.asuhankeperawatan.com/?id=rusari"&gt;klik untuk lihat dan gabung&lt;/a&gt;, sambil belajar juga dapat duit, lumayan buat tambahan uang saku, wah..bukan tidak mungkin akan melebihi pendapatan di rumah sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;see you next time&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-8599457533682815064?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ilmukeperawatan.com' title='cara mudah mencari asuhan keperawatan lengkap'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/8599457533682815064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=8599457533682815064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8599457533682815064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8599457533682815064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/08/cara-mudah-mencari-asuhan-keperawatan.html' title='cara mudah mencari asuhan keperawatan lengkap'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-7239059991534728352</id><published>2008-08-03T11:45:00.002+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:43.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>asuhan keperawatan cedera kepala</title><content type='html'>CIDERA KEPALA&lt;br /&gt;PENGERTIAN&lt;br /&gt;Cidera kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstiil dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;Cidera kepala TIK  - oedem&lt;br /&gt;         - hematom&lt;br /&gt; Respon biologi  Hypoxemia&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Kelainan metabolisme&lt;br /&gt;Cidera otak primer Cidera otak sekunder&lt;br /&gt;Kontusio&lt;br /&gt;Laserasi  Kerusakan Sel  otak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan autoregulasi  rangsangan simpatis Stress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran darah keotak   tahanan vaskuler   katekolamin&lt;br /&gt; Sistemik &amp; TD                sekresi asam lambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O2   ggan metabolisme  tek. Pemb.darah Mual, muntah&lt;br /&gt; Pulmonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam laktat   tek. Hidrostatik               Asupan nutrisi kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oedem otak kebocoran cairan kapiler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ggan perfusi jaringan oedema paru  cardiac out put  &lt;br /&gt;Cerebral&lt;br /&gt;Difusi O2 terhambat             Ggan perfusi jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pola napas  hipoksemia, hiperkapnea&lt;br /&gt;Cidera otak primer:&lt;br /&gt;Adalah kelainan patologi otak yang timbul segera akibat langsung dari trauma. Pada cidera primer dapat terjadi: memar otak, laserasi.&lt;br /&gt;Cidera otak sekunder:&lt;br /&gt;Adalah kelainan patologi otak disebabkan kelainan biokimia, metabolisme, fisiologi yang timbul setelah trauma.&lt;br /&gt;Proses-proses fisiologi yang abnormal:&lt;br /&gt;Kejang-kejang&lt;br /&gt;Gangguan saluran nafas&lt;br /&gt;Tekanan intrakranial meningkat yang dapat disebabkan oleh karena:&lt;br /&gt;edema fokal atau difusi&lt;br /&gt;hematoma epidural&lt;br /&gt;hematoma subdural&lt;br /&gt;hematoma intraserebral&lt;br /&gt;over hidrasi&lt;br /&gt;Sepsis/septik syok&lt;br /&gt;Anemia&lt;br /&gt;Shock&lt;br /&gt;Proses fisiologis yang abnormal ini lebih memperberat kerusakan cidera otak dan sangat mempengaruhi morbiditas dan mortalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan yang sering ditemukan:&lt;br /&gt;Epidural hematom:&lt;br /&gt;Terdapat pengumpulan darah diantara tulang tengkorak dan duramater akibat pecahnya pembuluh darah/cabang-cabang arteri meningeal media yang terdapat di duramater, pembuluh darah ini tidak dapat menutup sendiri karena itu sangat berbahaya. Dapat terjadi dalam beberapa jam sampai 1 – 2 hari. Lokasi yang paling sering yaitu dilobus temporalis dan parietalis.&lt;br /&gt;Tanda dan gejala: &lt;br /&gt;penurunan tingkat kesadaran, nyeri kepala, muntah, hemiparesa. Dilatasi pupil ipsilateral, pernapasan dalam dan cepat kemudian dangkal, irreguler, penurunan nadi, peningkatan suhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subdural hematoma&lt;br /&gt;Terkumpulnya darah antara duramater dan jaringan otak, dapat terjadi akut dan kronik. Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah vena/jembatan vena yang biasanya terdapat diantara duramater, perdarahan lambat dan sedikit. Periode akut terjadi dalam 48 jam – 2 hari atau 2 minggu dan kronik dapat terjadi dalam 2 minggu atau beberapa bulan. &lt;br /&gt;Tanda dan gejala: &lt;br /&gt;Nyeri kepala, bingung, mengantuk, menarik diri, berfikir lambat, kejang dan edema pupil.&lt;br /&gt;Perdarahan intraserebral &lt;br /&gt;Perdarahan di jaringan otak karena pecahnya pembuluh darah arteri, kapiler, vena.&lt;br /&gt;Tanda dan gejala: &lt;br /&gt;Nyeri kepala, penurunan kesadaran, komplikasi pernapasan, hemiplegi kontralateral, dilatasi pupil, perubahan tanda-tanda vital.&lt;br /&gt;Perdarahan subarachnoid:&lt;br /&gt;Perdarahan didalam rongga subarachnoid akibat robeknya pembuluh darah dan permukaan otak, hampir selalu ada pada cedera kepala yang hebat.&lt;br /&gt;Tanda dan gejala:&lt;br /&gt;Nyeri kepala, penurunan kesadaran, hemiparese, dilatasi pupil ipsilateral dan kaku kuduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan: &lt;br /&gt;Konservatif&lt;br /&gt;Bedrest total &lt;br /&gt;Pemberian obat-obatan&lt;br /&gt;Observasi tanda-tanda vital dan tingkat kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkajian&lt;br /&gt;BREATHING&lt;br /&gt;Kompresi pada batang otak akan mengakibatkan gangguan irama jantung, sehingga terjadi perubahan pada pola napas, kedalaman, frekuensi maupun iramanya, bisa berupa Cheyne Stokes atau Ataxia breathing. Napas berbunyi, stridor, ronkhi, wheezing ( kemungkinana karena aspirasi), cenderung terjadi peningkatan produksi sputum pada jalan napas.&lt;br /&gt;BLOOD:&lt;br /&gt;Efek peningkatan tekanan intrakranial terhadap tekanan darah bervariasi. Tekanan pada pusat vasomotor akan meningkatkan transmisi rangsangan parasimpatik ke jantung yang akan mengakibatkan denyut nadi menjadi lambat, merupakan tanda peningkatan tekanan intrakranial. Perubahan frekuensi jantung (bradikardia, takikardia yang diselingi dengan bradikardia, disritmia).&lt;br /&gt;BRAIN&lt;br /&gt;Gangguan kesadaran merupakan salah satu bentuk manifestasi adanya gangguan otak akibat cidera kepala. Kehilangan kesadaran sementara, amnesia seputar kejadian, vertigo, sinkope, tinitus, kehilangan pendengaran, baal pada ekstrimitas. Bila perdarahan hebat/luas dan mengenai batang otak akan terjadi gangguan pada nervus cranialis, maka dapat terjadi : &lt;br /&gt;Perubahan status mental (orientasi, kewaspadaan, perhatian, konsentrasi, pemecahan masalah, pengaruh emosi/tingkah laku dan memori).&lt;br /&gt;Perubahan dalam penglihatan, seperti ketajamannya, diplopia, kehilangan sebagian lapang pandang, foto fobia. &lt;br /&gt;Perubahan pupil (respon terhadap cahaya, simetri), deviasi pada mata. &lt;br /&gt;Terjadi penurunan daya pendengaran, keseimbangan tubuh. &lt;br /&gt;Sering timbul hiccup/cegukan oleh karena kompresi pada nervus vagus menyebabkan kompresi spasmodik diafragma. &lt;br /&gt;Gangguan nervus hipoglosus. Gangguan yang tampak lidah jatuh kesalah satu sisi, disfagia, disatria, sehingga kesulitan menelan. &lt;br /&gt;BLADER&lt;br /&gt;Pada cidera kepala sering terjadi gangguan berupa retensi, inkontinensia uri, ketidakmampuan menahan miksi.&lt;br /&gt;BOWEL&lt;br /&gt;Terjadi penurunan fungsi pencernaan: bising usus lemah, mual, muntah (mungkin proyektil), kembung dan mengalami perubahan selera. Gangguan menelan (disfagia) dan terganggunya proses eliminasi alvi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BONE&lt;br /&gt;Pasien cidera kepala sering datang dalam keadaan parese, paraplegi. Pada kondisi yang lama dapat terjadi kontraktur karena imobilisasi dan dapat pula terjadi spastisitas atau ketidakseimbangan antara otot-otot antagonis yang terjadi karena rusak atau putusnya hubungan antara pusat saraf di otak dengan refleks pada spinal selain itu dapat pula terjadi penurunan tonus otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Diagnostik:&lt;br /&gt;CT Scan: tanpa/dengan kontras) mengidentifikasi adanya hemoragik, menentukan ukuran ventrikuler, pergeseran jaringan otak.&lt;br /&gt;Angiografi serebral: menunjukkan kelainan sirkulasi serebral, seperti pergeseran jaringan otak akibat edema, perdarahan, trauma.&lt;br /&gt;X-Ray: mendeteksi perubahan struktur tulang (fraktur), perubahan struktur garis (perdarahan / edema), fragmen tulang.&lt;br /&gt;Analisa Gas Darah: medeteksi ventilasi atau masalah pernapasan (oksigenasi) jika terjadi peningkatan tekanan intrakranial.&lt;br /&gt;Elektrolit: untuk mengkoreksi keseimbangan elektrolit sebagai akibat peningkatan tekanan intrakranial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas perawatan:&lt;br /&gt;1.memaksimalkan perfusi/fungsi otak&lt;br /&gt;2.mencegah komplikasi&lt;br /&gt;3.pengaturan fungsi secara optimal/mengembalikan ke fungsi normal.&lt;br /&gt;4.mendukung proses pemulihan koping klien/keluarga&lt;br /&gt;5.pemberian informasi tentang proses penyakit, prognosis, rencana pengobatan, dan rehabilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN:&lt;br /&gt;1)Perubahan perfusi jaringan serebral b.d penghentian aliran darah (hemoragi, hematoma); edema cerebral; penurunan TD sistemik/hipoksia (hipovolemia, disritmia jantung)&lt;br /&gt;2)Resiko tinggi pola napas tidak efektif b.d kerusakan neurovaskuler (cedera pada pusat pernapasan otak). Kerusakan persepsi atau kognitif. Obstruksi trakeobronkhial.&lt;br /&gt;3)Perubahan persepsi sensori b. d perubahan transmisi dan/atau integrasi (trauma atau defisit neurologis).&lt;br /&gt;4)Perubahan proses pikir b. d perubahan fisiologis; konflik psikologis.&lt;br /&gt;5)Kerusakan mobilitas fisik b. d kerusakan persepsi atau kognitif. Penurunan kekuatan/tahanan. Terapi pembatasan /kewaspadaan keamanan, misal: tirah baring, imobilisasi.&lt;br /&gt;6)Resiko tinggi terhadap infeksi b.d jaringan trauma, kulit rusak, prosedur invasif. Penurunan kerja silia, stasis cairan tubuh. Kekurangan nutrisi. Respon inflamasi tertekan (penggunaan steroid). Perubahan integritas sistem tertutup (kebocoran CSS)&lt;br /&gt;7)Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. d perubahan kemampuan untuk mencerna nutrien (penurunan tingkat kesadaran). Kelemahan otot yang diperlukan untuk mengunyah, menelan. Status hipermetabolik.&lt;br /&gt;8)Perubahan proses keluarga b. d transisi dan krisis situasional. Ketidak pastian tentang hasil/harapan.&lt;br /&gt;9)Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan b. d kurang pemajanan, tidak mengenal informasi. Kurang mengingat/keterbatasan kognitif.&lt;br /&gt;RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1)Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan penghentian aliran darah (hemoragi, hematoma); edema cerebral; penurunan TD sistemik/hipoksia (hipovolemia, disritmia jantung)&lt;br /&gt;Tujuan: &lt;br /&gt;Mempertahankan tingkat kesadaran biasa/perbaikan, kognisi, dan fungsi motorik/sensorik.&lt;br /&gt;Kriteria hasil: &lt;br /&gt;Tanda vital stabil dan tidak ada tanda-tanda peningkatan TIK&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt;Rasional&lt;br /&gt;Tentukan faktor-faktor yg  menyebabkan koma/penurunan perfusi jaringan otak dan potensial peningkatan TIK.&lt;br /&gt;Pantau /catat status neurologis secara teratur dan bandingkan dengan nilai standar GCS. &lt;br /&gt;Evaluasi keadaan pupil, ukuran, kesamaan antara kiri dan kanan, reaksi terhadap cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantau tanda-tanda vital: TD, nadi, frekuensi nafas, suhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantau intake dan out put, turgor kulit dan membran mukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunkan stimulasi eksternal dan berikan kenyamanan, seperti lingkungan yang tenang.&lt;br /&gt;Bantu pasien untuk menghindari /membatasi batuk, muntah, mengejan.&lt;br /&gt;Tinggikan kepala pasien 15-45 derajad sesuai indikasi/yang dapat ditoleransi.&lt;br /&gt;Batasi pemberian cairan sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan obat sesuai indikasi, misal: diuretik, steroid, antikonvulsan, analgetik, sedatif, antipiretik.&lt;br /&gt;Penurunan tanda/gejala neurologis atau kegagalan dalam pemulihannya setelah serangan awal, menunjukkan perlunya pasien dirawat di perawatan intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkaji tingkat kesadaran dan potensial peningkatan TIK dan bermanfaat dalam menentukan lokasi, perluasan dan perkembangan kerusakan SSP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pupil diatur oleh saraf cranial okulomotor (III) berguna untuk menentukan apakah batang otak masih baik. Ukuran/ kesamaan ditentukan oleh keseimbangan antara persarafan simpatis dan parasimpatis. Respon terhadap cahaya mencerminkan fungsi yang terkombinasi dari saraf kranial optikus (II) dan okulomotor (III).&lt;br /&gt;Peningkatan TD sistemik yang diikuti oleh penurunan TD diastolik (nadi yang membesar) merupakan tanda terjadinya peningkatan TIK, jika diikuti oleh penurunan kesadaran. Hipovolemia/hipertensi dapat mengakibatkan kerusakan/iskhemia cerebral. Demam dapat mencerminkan kerusakan pada hipotalamus. Peningkatan kebutuhan metabolisme dan konsumsi oksigen terjadi (terutama saat demam dan menggigil) yang selanjutnya menyebabkan peningkatan TIK.&lt;br /&gt;Bermanfaat sebagai ndikator dari cairan total tubuh yang terintegrasi dengan perfusi jaringan. Iskemia/trauma serebral dapat mengakibatkan diabetes insipidus. Gangguan ini dapat mengarahkan pada masalah hipotermia atau pelebaran pembuluh darah yang akhirnya akan berpengaruh negatif terhadap tekanan serebral.&lt;br /&gt;Memberikan efek ketenangan, menurunkan reaksi fisiologis tubuh dan meningkatkan istirahat untuk mempertahankan atau menurunkan TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas ini akan meningkatkan tekanan intrathorak dan intraabdomen yang dapat meningkatkan TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan aliran balik vena dari kepala sehingga akan mengurangi kongesti dan oedema atau resiko terjadinya peningkatan TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan cairan diperlukan untuk menurunkan edema serebral, meminimalkan fluktuasi aliran vaskuler TD dan TIK.&lt;br /&gt;Menurunkan hipoksemia, yang mana dapat meningkatkan vasodilatasi dan volume darah serebral yang meningkatkan TIK.&lt;br /&gt;Diuretik digunakan pada fase akut untuk menurunkan air dari sel otak, menurunkan edema otak dan TIK,. Steroid menurunkan inflamasi, yang selanjutnya menurunkan edema jaringan. Antikonvulsan untuk mengatasi dan mencegah terjadinya aktifitas kejang. Analgesik untuk menghilangkan nyeri . Sedatif digunakan untuk mengendalikan kegelisahan, agitasi. Antipiretik menurunkan atau mengendalikan demam yang mempunyai pengaruh meningkatkan metabolisme serebral atau peningkatan kebutuhan terhadap oksigen.&lt;br /&gt;2)Resiko tinggi pola napas tidak efektif berhubungan dengan kerusakan neurovaskuler (cedera pada pusat pernapasan otak). Kerusakan persepsi atau kognitif. Obstruksi trakeobronkhial.&lt;br /&gt;Tujuan: &lt;br /&gt;mempertahankan pola pernapasan efektif.&lt;br /&gt;       Kriteria evaluasi:&lt;br /&gt;bebas sianosis, GDA dalam batas normal&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt;Rasional&lt;br /&gt;Pantau frekuensi, irama, kedalaman pernapasan. Catat ketidakteraturan pernapasan.&lt;br /&gt;Pantau dan catat kompetensi reflek gag/menelan dan kemampuan pasien untuk melindungi jalan napas sendiri. Pasang jalan napas sesuai indikasi.&lt;br /&gt;Angkat kepala tempat tidur sesuai aturannya, posisi miirng sesuai indikasi.&lt;br /&gt;Anjurkan pasien untuk melakukan napas dalam yang efektif bila pasien sadar.&lt;br /&gt;Lakukan penghisapan dengan ekstra hati-hati, jangan lebih dari 10-15 detik. Catat karakter, warna dan kekeruhan dari sekret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auskultasi suara napas, perhatikan daerah hipoventilasi dan adanya suara tambahan yang tidak normal misal: ronkhi, wheezing, krekel.&lt;br /&gt;Pantau analisa gas darah, tekanan oksimetri&lt;br /&gt;Lakukan ronsen thoraks ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan fisioterapi dada jika ada indikasi.&lt;br /&gt;Perubahan dapat menandakan awitan komplikasi pulmonal atau menandakan lokasi/luasnya keterlibatan otak. Pernapasan lambat, periode apnea dapat menandakan perlunya ventilasi mekanis.&lt;br /&gt;Kemampuan memobilisasi atau membersihkan sekresi penting untuk pemeliharaan jalan napas. Kehilangan refleks menelan atau batuk menandakan perlunaya jalan napas buatan atau intubasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan ekspansi paru/ventilasi paru dan menurunkan adanya kemungkinan lidah jatuh yang menyumbat jalan napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencegah/menurunkan atelektasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghisapan biasanya dibutuhkan jika pasien koma atau dalam keadaan imobilisasi dan tidak dapat membersihkan jalan napasnya sendiri. Penghisapan pada trakhea yang lebih dalam harus dilakukan dengan ekstra hati-hati karena hal tersebut dapat menyebabkan atau meningkatkan hipoksia yang menimbulkan vasokonstriksi yang pada akhirnya akan berpengaruh cukup besar pada perfusi jaringan.&lt;br /&gt;Untuk mengidentifikasi adanya masalah paru seperti atelektasis, kongesti, atau obstruksi jalan napas yang membahayakan oksigenasi cerebral dan/atau menandakan terjadinya infeksi paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan kecukupan pernapasan, keseimbangan asam basa dan kebutuhan akan terapi.&lt;br /&gt;Melihat kembali keadaan ventilasi dan tanda-tandakomplikasi yang berkembang misal: atelektasi atau bronkopneumoni.&lt;br /&gt;Memaksimalkan oksigen pada darah arteri dan membantu dalam pencegahan hipoksia. Jika pusat pernapasan tertekan, mungkin diperlukan ventilasi mekanik.&lt;br /&gt;Walaupun merupakan kontraindikasi pada pasien dengan peningkatan TIK fase akut tetapi tindakan ini seringkali berguna pada fase akut rehabilitasi untuk memobilisasi dan membersihkan jalan napas dan menurunkan resiko atelektasis/komplikasi paru lainnya.&lt;br /&gt;3)Resiko tinggi terhadap infeksi b.d jaringan trauma, kulit rusak, prosedur invasif. Penurunan kerja silia, stasis cairan tubuh. Kekurangan nutrisi. Respon inflamasi tertekan (penggunaan steroid). Perubahan integritas sistem tertutup (kebocoran CSS)&lt;br /&gt;Tujuan: &lt;br /&gt;Mempertahankan normotermia, bebas tanda-tanda infeksi.&lt;br /&gt;      Kriteria evaluasi:&lt;br /&gt;Mencapai penyembuhan luka tepat waktu.&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt;Rasional&lt;br /&gt;Berikan perawatan aseptik dan antiseptik, pertahankan tehnik cuci tangan yang baik.&lt;br /&gt;Observasi daerah kulit yang mengalami kerusakan, daerah yang terpasang alat invasi, catat karakteristik dari drainase dan adanya inflamasi.&lt;br /&gt;Pantau suhu tubuh secara teratur, catat adanya demam, menggigil, diaforesis dan perubahan fungsi mental (penurunan kesadaran).&lt;br /&gt;Anjurkan untuk melakukan napas dalam, latihan pengeluaran sekret paru secara terus menerus. Observasi karakteristik sputum.&lt;br /&gt;Berikan antibiotik sesuai indikasi&lt;br /&gt;Cara pertama untuk menghindari terjadinya infeksi nosokomial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deteksi dini perkembangan infeksi memungkinkan untuk melakukan tindakan dengan segera dan pencegahan terhadap komplikasi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat mengindikasikan perkembangan sepsis yang selanjutnya memerlukan evaluasi atau tindakan dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan mobilisasi dan pembersihan sekresi paru untuk menurunkan resiko terjadinya pneumonia, atelektasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi profilatik dapat digunakan pada pasien yang mengalami trauma, kebocoran CSS atau setelah dilakukan pembedahan untuk menurunkan resiko terjadinya infeksi nosokomial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Hafid (1989), Strategi Dasar Penanganan Cidera Otak. PKB Ilmu Bedah XI – Traumatologi , Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doenges M.E. (2000), Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3 . EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sjamsuhidajat, R. Wim de Jong (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi Revisi. EGC, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;klik download materi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-7239059991534728352?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ilmukeperawatan.com' title='asuhan keperawatan cedera kepala'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/7239059991534728352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=7239059991534728352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7239059991534728352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7239059991534728352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/08/asuhan-keperawatan-cedera-kepala.html' title='asuhan keperawatan cedera kepala'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-2449643951809884715</id><published>2008-07-31T08:54:00.001+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>askep hiv - aids</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN HIV-AIDS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Dasar&lt;br /&gt;I.Pengertian&lt;br /&gt;AIDS adalah sindroma yang menunjukkan defisiensi imun seluler pada seseorang tanpa adanya penyebab yang diketahui untuk dapat menerangkan tejadinya defisiensi, tersebut seperti keganasan, obat-obat supresi imun, penyakit infeksi yang sudah dikenal dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.Etiologi&lt;br /&gt;Penyebab adalah golongan virus retro yang disebut human immunodeficiency virus (HIV). HIV pertama kali ditemukan pada tahun 1983 sebagai retrovirus dan disebut HIV-1. Pada tahun 1986 di Afrika ditemukan lagi retrovirus baru yang diberi nama HIV-2. HIV-2 dianggap sebagai virus kurang pathogen dibandingkaan dengan HIV-1. Maka untuk memudahkan keduanya disebut HIV.&lt;br /&gt;Transmisi infeksi HIV dan AIDS terdiri dari lima fase yaitu :&lt;br /&gt;1.Periode jendela. Lamanya 4 minggu sampai 6 bulan setelah infeksi. Tidak ada gejala.&lt;br /&gt;2.Fase infeksi HIV primer akut. Lamanya 1-2 minggu dengan gejala flu likes illness.&lt;br /&gt;3.Infeksi asimtomatik. Lamanya 1-15 atau lebih tahun dengan gejala tidak ada.&lt;br /&gt;4.Supresi imun simtomatik. Diatas 3 tahun dengan gejala demam, keringat malam hari, B menurun, diare, neuropati, lemah, rash, limfadenopati, lesi mulut.&lt;br /&gt;5.AIDS. Lamanya bervariasi antara 1-5 tahun dari kondisi AIDS pertama kali ditegakkan. Didapatkan infeksi oportunis berat dan tumor pada berbagai system tubuh, dan manifestasi neurologist.&lt;br /&gt;AIDS dapat menyerang semua golongan umur, termasuk bayi, pria maupun wanita. Yang termasuk kelompok resiko tinggi adalah :&lt;br /&gt;1.Lelaki homoseksual atau biseks.                    5. Bayi dari ibu/bapak terinfeksi.&lt;br /&gt;2.Orang yang ketagian obat intravena&lt;br /&gt;3.Partner seks dari penderita AIDS&lt;br /&gt;4.Penerima darah atau produk darah (transfusi).&lt;br /&gt;III.Patofisiologi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.Pemeriksaan Diagnostik&lt;br /&gt;1.Tes untuk diagnosa infeksi HIV :&lt;br /&gt;ELISA&lt;br /&gt;Western blot&lt;br /&gt;P24 antigen test&lt;br /&gt;Kultur HIV&lt;br /&gt;2.Tes untuk deteksi gangguan system imun.&lt;br /&gt;Hematokrit.&lt;br /&gt;LED&lt;br /&gt;CD4 limfosit&lt;br /&gt;Rasio CD4/CD limfosit&lt;br /&gt;Serum mikroglobulin B2&lt;br /&gt;Hemoglobulin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuhan Keperawatan&lt;br /&gt;I.Pengkajian.&lt;br /&gt;3.Riwayat : tes HIV positif, riwayat perilaku beresiko tinggi, menggunakan obat-obat.&lt;br /&gt;4.Penampilan umum : pucat, kelaparan.&lt;br /&gt;5.Gejala subyektif : demam kronik, dengan atau tanpa menggigil, keringat malam hari berulang kali, lemah, lelah, anoreksia, BB menurun, nyeri, sulit tidur.&lt;br /&gt;6.Psikososial : kehilangan pekerjaan dan penghasilan, perubahan pola hidup, ungkapkan perasaan takut, cemas, meringis.&lt;br /&gt;7.Status mental : marah atau pasrah, depresi, ide bunuh diri, apati, withdrawl, hilang interest pada lingkungan sekitar, gangguan prooses piker, hilang memori, gangguan atensi dan konsentrasi, halusinasi dan delusi.&lt;br /&gt;8.HEENT : nyeri periorbital, fotophobia, sakit kepala, edem muka, tinitus, ulser pada bibir atau mulut, mulut kering, suara berubah, disfagia, epsitaksis.&lt;br /&gt;9.Neurologis :gangguan refleks pupil, nystagmus, vertigo, ketidakseimbangan , kaku kuduk, kejang, paraplegia.&lt;br /&gt;10.Muskuloskletal : focal motor deifisit, lemah, tidak mampu melakukan ADL.&lt;br /&gt;11.Kardiovaskuler ; takikardi, sianosis, hipotensi, edem perifer, dizziness.&lt;br /&gt;12.Pernapasan : dyspnea, takipnea, sianosis,  SOB, menggunakan otot  Bantu pernapasan, batuk produktif atau non produktif.&lt;br /&gt;13.GI : intake makan dan minum menurun, mual, muntah, BB menurun, diare, inkontinensia, perut kram, hepatosplenomegali, kuning.&lt;br /&gt;14.Gu : lesi atau eksudat pada genital,&lt;br /&gt;15.Integument : kering, gatal, rash atau lesi, turgor jelek, petekie positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.Diagnosa keperawatan&lt;br /&gt;1.Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan imunosupresi, malnutrisi dan pola hidup yang beresiko.&lt;br /&gt;2.Resiko tinggi infeksi (kontak pasien) berhubungan dengan infeksi HIV, adanya infeksi nonopportunisitik yang dapat ditransmisikan.&lt;br /&gt;3.Intolerans aktivitas berhubungan dengan kelemahan, pertukaran oksigen, malnutrisi, kelelahan.&lt;br /&gt;4.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang kurang, meningkatnya kebutuhan metabolic, dan menurunnya absorbsi zat gizi.&lt;br /&gt;5.Diare berhubungan dengan infeksi GI&lt;br /&gt;6.Tidak efektif koping keluarga berhubungan dengan cemas tentang keadaan yang orang dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.Perencanaan keperawatan.&lt;br /&gt;Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;Perencanaan Keperawatan&lt;br /&gt;Tujuan dan criteria hasil&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt;Rasional&lt;br /&gt;Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan imunosupresi, malnutrisi dan pola hidup yang beresiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien akan bebas infeksi oportunistik dan komplikasinya dengan kriteria tak ada tanda-tanda infeksi baru, lab tidak ada infeksi oportunis, tanda vital dalam batas normal, tidak ada luka atau eksudat.&lt;br /&gt;1.Monitor tanda-tanda infeksi baru.&lt;br /&gt;2.gunakan teknik aseptik pada setiap tindakan invasif. Cuci tangan sebelum meberikan tindakan.&lt;br /&gt;3.Anjurkan pasien metoda mencegah terpapar terhadap lingkungan yang patogen.&lt;br /&gt;4.Kumpulkan spesimen untuk tes lab sesuai order.&lt;br /&gt;5.Atur pemberian antiinfeksi sesuai order   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengobatan dini&lt;br /&gt;Mencegah pasien terpapar oleh kuman patogen yang diperoleh di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencegah bertambahnya infeksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meyakinkan diagnosis akurat dan pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertahankan kadar darah yang terapeutik &lt;br /&gt;Resiko tinggi infeksi (kontak pasien) berhubungan dengan infeksi HIV, adanya infeksi nonopportunisitik yang dapat ditransmisikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Infeksi HIV tidak ditransmisikan, tim kesehatan memperhatikan universal precautions dengan kriteriaa kontak pasien dan tim kesehatan tidak terpapar HIV, tidak terinfeksi patogen lain seperti TBC.&lt;br /&gt;1.Anjurkan pasien atau orang penting lainnya metode mencegah transmisi HIV dan kuman patogen lainnya.&lt;br /&gt;2.Gunakan darah dan cairan tubuh precaution bial merawat pasien. Gunakan masker bila perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien dan keluarga mau dan memerlukan informasikan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencegah transimisi infeksi HIV ke orang lain&lt;br /&gt;Intolerans aktivitas berhubungan dengan kelemahan, pertukaran oksigen, malnutrisi, kelelahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasien berpartisipasi dalam kegiatan, dengan kriteria bebas dyspnea dan takikardi selama aktivitas.&lt;br /&gt;1.Monitor respon fisiologis terhadap aktivitas&lt;br /&gt;2.Berikan bantuan perawatan yang pasien sendiri tidak mampu&lt;br /&gt;3.Jadwalkan perawatan pasien sehingga tidak mengganggu isitirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon bervariasi dari hari ke hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi kebutuhan energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstra istirahat perlu jika karena meningkatkan kebutuhan metabolik&lt;br /&gt;Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang kurang, meningkatnya kebutuhan metabolic, dan menurunnya absorbsi zat gizi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasien mempunyai intake kalori dan protein yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya dengan kriteria mual dan muntah dikontrol, pasien makan TKTP, serum albumin dan protein dalam batas n ormal, BB mendekati seperti sebelum sakit.&lt;br /&gt;1.Monitor kemampuan mengunyah dan menelan.&lt;br /&gt;2.Monitor BB, intake dan ouput&lt;br /&gt;3.Atur antiemetik sesuai order&lt;br /&gt;4.Rencanakan diet dengan pasien dan orang penting lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intake menurun dihubungkan dengan nyeri tenggorokan dan mulut&lt;br /&gt;Menentukan data dasar&lt;br /&gt;Mengurangi muntah&lt;br /&gt;Meyakinkan bahwa makanan sesuai dengan keinginan pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diare berhubungan dengan infeksi GI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasien merasa nyaman dan mengnontrol diare, komplikasi minimal dengan kriteria perut lunak, tidak tegang, feses lunak dan warna normal, kram perut hilang, &lt;br /&gt;1.Kaji konsistensi dan frekuensi  feses dan adanya darah.&lt;br /&gt;2.Auskultasi bunyi usus&lt;br /&gt;3.Atur agen antimotilitas dan psilium (Metamucil) sesuai order&lt;br /&gt;4.Berikan ointment A dan D, vaselin atau zinc oside&lt;br /&gt;Mendeteksi adanya darah dalam feses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipermotiliti mumnya dengan diare&lt;br /&gt;Mengurangi motilitas usus,  yang pelan, emperburuk perforasi pada intestinal&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan distensi&lt;br /&gt;Tidak efektif koping keluarga berhubungan dengan cemas tentang keadaan yang orang dicintai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keluarga atau orang penting lain mempertahankan suport sistem dan adaptasi terhadap perubahan akan kebutuhannya dengan kriteria pasien dan keluarga berinteraksi dengan cara yang konstruktif&lt;br /&gt;1.Kaji koping keluarga terhadap sakit pasein dan perawatannya&lt;br /&gt;2.Biarkan keluarga mengungkapkana perasaan secara verbal&lt;br /&gt;3.Ajarkan kepada keluaraga tentang penyakit dan transmisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai suatu hubungan dalam bekerja secara konstruktif dengan keluarga.&lt;br /&gt;Mereka tak menyadari bahwa mereka berbicara secara bebas&lt;br /&gt;Menghilangkan kecemasan tentang transmisi melalui kontak sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grimes, E.D, Grimes, R.M, and Hamelik, M, 1991, Infectious Diseases, Mosby Year Book, Toronto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christine L. Mudge-Grout, 1992, Immunologic Disorders, Mosby Year Book, St. Louis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rampengan dan Laurentz, 1995, Penyakit Infeksi Tropik Pada Anak, cetakan kedua, EGC, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lab/UPF Ilmu Penyakit Dalam, 1994, Pedoman Diagnosis dan Terapi, RSUD Dr. Soetomo Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyke, Merchant Evelyn, 1992, Assesing for Nursing Diagnosis ; A Human Needs Approach,J.B. Lippincott Company, London.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Phipps, Wilma. et al, 1991, Medical Surgical Nursing : Concepts and Clinical Practice, 4th edition, Mosby Year Book, Toronto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doengoes, Marilynn, dkk, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan ; Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, edisi 3, alih bahasa : I Made Kariasa dan Ni Made S, EGC, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;from:&lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-2449643951809884715?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ilmukeperawatan.com' title='askep hiv - aids'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/2449643951809884715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=2449643951809884715' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2449643951809884715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2449643951809884715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/07/askep-hiv-aids.html' title='askep hiv - aids'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-7690193860275184828</id><published>2008-07-27T13:27:00.000+07:00</published><updated>2009-04-07T11:11:14.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS</title><content type='html'>TINJAUN TEORI TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS&lt;br /&gt; PADA AREA LINGKUNGAN KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Pemberian pelayanan kesehatan di bawah pengawasan medis pada orang sakit atau kecelakaan kerja atau orang yang menjadi sakit atau tiba-tiba mengalami kecelakaan kerja ( Departemen Tenaga Kerja AS )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik keperawatan spesialis yang memberi pelayanan kesehatan kepada pekerja atau populasi pekerja yang berfokus pada promosi, proteksi dan perbaikan kesehatan pekerja dalam konteks kesehatan lingkungan kerja ( Asosiasi Perawatan Kesehatan Kerja Amerika )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesialisasi ilmu kesehatan beserta praktiknya yang bertujuan agar pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental ataupun sosial dengan usaha preventif dan kuratif terhadap penyakit, gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta faktor-faktor umum.          ( Nasrul Effendi )    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Pencegahan Gangguan Kesehatan dan Kecelakaan Akibat Kerja&lt;br /&gt;1.Peningkatan Kesehatan&lt;br /&gt;Pendidikan kesehatan kepada pekerja&lt;br /&gt;Peningkatan dan perbaikan gizi&lt;br /&gt;Penyediaan perumahan dan lingkungan kerja yang sehat bagi pekerja&lt;br /&gt;Rekreasi bagi pekerja&lt;br /&gt;Pemeriksaan sebelum kerja&lt;br /&gt;2.Perlindungan khusus &lt;br /&gt;Imunisasi &lt;br /&gt;Higiene dan sanitasi lingkungan kerja yang sehat&lt;br /&gt;Pengenalan dan perlindungan diri terhadap bahaya akibat kerja&lt;br /&gt;Perlindungan terhadap faktor karsinogen dan alergi&lt;br /&gt;3.Diagnosa dini dan pengobatan yang tepat&lt;br /&gt;Mencari tenaga kerja terhadap gangguan penyakut tertentu&lt;br /&gt;General ceck up secara teratur&lt;br /&gt;Penyaringan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Pencegahan kecacatan &lt;br /&gt;Pengobatan yang adekuat  untuk mencegah dan menghentikan proses penyakit&lt;br /&gt;Perawatan yang baik&lt;br /&gt;5.Pemulihan &lt;br /&gt;Latihan dan pendidikan untuk melatih ketrampilan yang ada&lt;br /&gt;Penempatan tenaga cacat secara selektif&lt;br /&gt;Menyediakan tempat kerja yang dilindungi &lt;br /&gt;Terapi kerja di rumah sakit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya-upaya Pencegahan Penyakit Akibat Kerja&lt;br /&gt;1.Substitusi &lt;br /&gt;2.Ventilasi umum&lt;br /&gt;3.Ventilasi keluar setempat &lt;br /&gt;4.Isolasi &lt;br /&gt;5.Pakaian atau alat pelindung &lt;br /&gt;6.Pemeriksaan sebelum kerja &lt;br /&gt;7.Pemeriksaan kesehatan secara berkala&lt;br /&gt;8.Penerangan yang cukup &lt;br /&gt;9.Pendidikan kesehatan &lt;br /&gt;10.Lingkungan kerja yang sehat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;A.Pengkajian &lt;br /&gt;Pengkajian status kesehatan pekerja dan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan perspektif epidemiologi meliputi berbagai dimensi antara lain :&lt;br /&gt;1.Dimensi Biofisikal&lt;br /&gt;2.Dimensi Psikologi &lt;br /&gt;3.Dimensi Fisik&lt;br /&gt;4.Dimensi Sosial&lt;br /&gt;5.Dimensi Tingkah Laku&lt;br /&gt;6.Dimensi Sistem Kesehatan &lt;br /&gt;Perawat komunitas harus memperhatikan kelima dimensi tersebut karena akan sangat mempengaruhi derajat kesehatan masing-masing individu &lt;br /&gt;1.Dimensi Biofisikal &lt;br /&gt;Faktor biologi manusia yang perlu dikaji pada status kesehatan pekerja termasuk di dalamnya adalah kematangan dan usia, warisan genetik dan fungsi fisiologis &lt;br /&gt;2.Dimensi Psikologis&lt;br /&gt;Pada pengkajian dimensi psikologis perawat komunitas mengidentifikasi masalah psikologi pada lingkungan kerja dan mengkaji faktor yang berkontribusi terhadap masalah psikologinya. Masalah psikologi dapat dimanifestasikan dengan adanya penyalahgunaan obat, kekerasan, gangguan kejiwaan, neurosis, dan kelemahan.&lt;br /&gt;Beberapa indikasi adanya masalah psikologi yang perlu dikaji :&lt;br /&gt;Sering tidak masuk kerja&lt;br /&gt;Perubahan mood, perubahan dalam berhubungan dengan orang lain &lt;br /&gt;Peningkatan insidensi kecelakaan &lt;br /&gt;Kelemahan, kelelahan, penurunan energi&lt;br /&gt;Penurunan atau peningkatan berat badan&lt;br /&gt;Peningkatan tekanan darah&lt;br /&gt;Penyakit yang berhubungan dengan stress (gastritis, ulkus peptikum)&lt;br /&gt;3.Dimensi Fisik&lt;br /&gt;Lingkungan fisik merupakan faktor yang turut mempengaruhi derajat kesehatan dalam lingkungan kerja. Kategori lingkungan fisik yang berisiko menyebabkan gangguan kesehatan seperti :&lt;br /&gt;Bahan kimia &lt;br /&gt;Radiasi, suara, getaran, terpapar panas dan dingin&lt;br /&gt;Aliran listrik, api dan lantai&lt;br /&gt;4.Dimensi Sosial&lt;br /&gt;Lingkungan sosial dalam lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi status kesehatan dapat bersifat positif dan negatif. Yang termasuk lingkungan sosial diantaranya : kualitas interaksi sosial diantara pekerja, nilai terhadap pekerjaan dan kesehatan, ada tidaknya diskriminasi, jenis kelamin atau tekanan lain yang dapat mempengaruhi produktifitas pekerja.   &lt;br /&gt;5.Dimensi Tingkah Laku&lt;br /&gt;Faktor gaya hidup yang dipertimbangkan di sini termasuk :&lt;br /&gt;Jenis pekerjaan&lt;br /&gt;Istirahat dan latihan&lt;br /&gt;Penggunaan alat pengaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Pengkajian Kesehatan Lingkungan Kerja&lt;br /&gt;1. Dimensi Biopsikal meliputi :&lt;br /&gt;Umur, jenis kelamin, suku bangsa pekerja&lt;br /&gt;Apakah ada kondisi kecacatan pada populasi pekerja&lt;br /&gt;Berapa angka insidensi dan prevalensi penyakit&lt;br /&gt;Apakah ada faktor predisposisi terjadinya penyakit&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat ketidakhadiran&lt;br /&gt;Apa jenis pekerjaannya&lt;br /&gt;Bagaimana status imunisasinya&lt;br /&gt;Bagaimana hasil skrining testnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Dimensi Psikologi&lt;br /&gt;Bagaimana organisasi hari kerjanya&lt;br /&gt;Bagaimana kualitas keindahan lingkungannya&lt;br /&gt;Bagaimana hubungan antar pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana hubungan pekerja dengan atasan&lt;br /&gt;Bagaimana nilai dan sikap pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana gaya supervisi pimpinan&lt;br /&gt;Bagaimana evaluasi pekerjaan &lt;br /&gt;Bagaimana pembagian kerjanya&lt;br /&gt;Bagaimana kontrol kerjanya&lt;br /&gt;Apakah ada sumber stress dalam lingkungan kerja&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat konflik keluarga&lt;br /&gt;Apakah ada program manajemen stress di lingkungan kerja&lt;br /&gt;3.Dimensi Fisik &lt;br /&gt;Bagaimana sistem transportasi pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana keamanan area parkir&lt;br /&gt;Bagaimana penggunaan pestisida dan racun dalam lingkungan kerja&lt;br /&gt;Apakah ada polusi dalam lingkungan kerja&lt;br /&gt;Bagaimana sistem pemadam kebakaran&lt;br /&gt;Apakah ada potensi terpapar substansi beracun&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat keterpaparan terhadap cuaca&lt;br /&gt;Apakah ada potensi terjadinya jatuh&lt;br /&gt;Apakah ada binatang atau serangga di lingkungan kerja&lt;br /&gt;Apakah ada alargen tumbuhan dan racun di lingkungan kerja&lt;br /&gt;Bagaimana kondisi suhu, penerangan, ventilasi&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat kebisingan&lt;br /&gt;Bagaimana pengolahan makanan dan penyimpanannya &lt;br /&gt;Bagaimana fasilitas toiletnya&lt;br /&gt;Bagaimana fasilitas pembuangan limbah dan pengolahan sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Dimensi Sosial&lt;br /&gt;Bagaimana kondisi ekonomi pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana sistem penggajian pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana sistem pelayanan kesehatan yang ada&lt;br /&gt;Bagaimana pengorganisasian antar pekerja&lt;br /&gt;Apakah ada potensi terjadi kekerasan di lingkungan kerja&lt;br /&gt;Apakah ada konflik dalam organisasi&lt;br /&gt;Bagaimana latar belakang budaya pekerja&lt;br /&gt;Apakah bahasa yang digunakan&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat pendidikan pekerja&lt;br /&gt;5.Dimensi Tingkah laku&lt;br /&gt;Bagaimana pola komunikasi antar pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana kualitas pemberian nutrisi&lt;br /&gt;Bagaimana status nutrisi pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana pengetahuan tentang nutrisi&lt;br /&gt;Apakah ada kebiasaan konsumsi alkohol, merokok, penggunaan obat&lt;br /&gt;Bagaimana pola aktivitas pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana istirahat pekerja&lt;br /&gt;6.Dimensi Sistem Kesehatan&lt;br /&gt;Bagaimana pelayanan kesehatan di lingkungan kerja&lt;br /&gt;Bagaimana kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan &lt;br /&gt;Bagaimana penggunaan fasilitas kesehatan oleh pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana tingkah laku pekerja dalam mencari pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;Bagaimana kemudahan mendapatkan informasi kesehatan&lt;br /&gt;Bagaimana kontrol dan monitoring terhadap pelayanan kesehatan    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Pengkajian Kesehatan Lingkungan Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dimensi Biopsikal meliputi :&lt;br /&gt;Umur, jenis kelamin, suku bangsa pekerja&lt;br /&gt;Apakah ada kondisi kecacatan pada populasi pekerja&lt;br /&gt;Berapa angka insidensi dan prevalensi penyakit&lt;br /&gt;Apakah ada faktor predisposisi terjadinya penyakit&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat ketidakhadiran&lt;br /&gt;Apa jenis pekerjaannya&lt;br /&gt;Bagaimana status imunisasinya&lt;br /&gt;Bagaimana hasil skrining testnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dimensi Psikologi&lt;br /&gt;Bagaimana organisasi hari kerjanya&lt;br /&gt;Bagaimana kualitas keindahan lingkungannya&lt;br /&gt;Bagaimana hubungan antar pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana hubungan pekerja dengan atasan&lt;br /&gt;Bagaimana nilai dan sikap pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana gaya supervisi pimpinan&lt;br /&gt;Bagaimana evaluasi pekerjaan &lt;br /&gt;Bagaimana pembagian kerjanya&lt;br /&gt;Bagaimana kontrol kerjanya&lt;br /&gt;Apakah ada sumber stress dalam lingkungan kerja&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat konflik keluarga&lt;br /&gt;Apakah ada program manajemen stress di lingkungan kerja&lt;br /&gt;3.Dimensi Fisik &lt;br /&gt;Bagaimana sistem transportasi pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana keamanan area parkir&lt;br /&gt;Bagaimana penggunaan pestisida dan racun dalam lingkungan kerja&lt;br /&gt;Apakah ada polusi dalam lingkungan kerja&lt;br /&gt;Bagaimana sistem pemadam kebakaran&lt;br /&gt;Apakah ada potensi terpapar substansi beracun&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat keterpaparan terhadap cuaca&lt;br /&gt;Apakah ada potensi terjadinya jatuh&lt;br /&gt;Apakah ada binatang atau serangga di lingkungan kerja&lt;br /&gt;Apakah ada alargen tumbuhan dan racun di lingkungan kerja&lt;br /&gt;Bagaimana kondisi suhu, penerangan, ventilasi&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat kebisingan&lt;br /&gt;Bagaimana pengolahan makanan dan penyimpanannya &lt;br /&gt;Bagaimana fasilitas toiletnya&lt;br /&gt;Bagaimana fasilitas pembuangan limbah dan pengolahan sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Dimensi Sosial&lt;br /&gt;Bagaimana kondisi ekonomi pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana sistem penggajian pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana sistem pelayanan kesehatan yang ada&lt;br /&gt;Bagaimana pengorganisasian antar pekerja&lt;br /&gt;Apakah ada potensi terjadi kekerasan di lingkungan kerja&lt;br /&gt;Apakah ada konflik dalam organisasi&lt;br /&gt;Bagaimana latar belakang budaya pekerja&lt;br /&gt;Apakah bahasa yang digunakan&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat pendidikan pekerja&lt;br /&gt;5.Dimensi Tingkah laku&lt;br /&gt;Bagaimana pola komunikasi antar pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana kualitas pemberian nutrisi&lt;br /&gt;Bagaimana status nutrisi pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana pengetahuan tentang nutrisi&lt;br /&gt;Apakah ada kebiasaan konsumsi alkohol, merokok, penggunaan obat&lt;br /&gt;Bagaimana pola aktivitas pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana istirahat pekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Dimensi Sistem Kesehatan&lt;br /&gt;Bagaimana pelayanan kesehatan di lingkungan kerja&lt;br /&gt;Bagaimana kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan &lt;br /&gt;Bagaimana penggunaan fasilitas kesehatan oleh pekerja&lt;br /&gt;Bagaimana tingkah laku pekerja dalam mencari pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;Bagaimana kemudahan mendapatkan informasi kesehatan&lt;br /&gt;Bagaimana kontrol dan monitoring terhadap pelayanan kesehatan    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by..&lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com"&gt;ilmukeperawatan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-7690193860275184828?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ilmukeperawatan.com' title='ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/7690193860275184828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=7690193860275184828' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7690193860275184828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/7690193860275184828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/07/asuhan-keperawatan-komunitas.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-5687511573404948900</id><published>2008-07-23T14:36:00.004+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:26.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>askep klien fraktur</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN FRAKTUR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Fraktur cruris adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya, terjadi pada tulang tibia dan fibula. Fraktur terjadi jika tulang dikenao stress yang lebih besar dari yang dapat diabsorbsinya. (Brunner &amp; Suddart, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.JENIS FRAKTUR&lt;br /&gt;a.Fraktur komplet : patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanya mengalami pergeseran.&lt;br /&gt;b.Fraktur tidak komplet: patah hanya pada sebagian dari garis tengah tulang&lt;br /&gt;c.Fraktur tertutup:  fraktur tapi tidak menyebabkan robeknya kulit&lt;br /&gt;d.Fraktur terbuka: fraktur dengan luka pada kulit atau membran mukosa sampai ke patahan tulang.&lt;br /&gt;e.Greenstick: fraktur dimana salah satu sisi tulang patah,sedang sisi lainnya membengkak.&lt;br /&gt;f.Transversal: fraktur sepanjang garis tengah tulang&lt;br /&gt;g.Kominutif: fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa frakmen&lt;br /&gt;h.Depresi: fraktur dengan fragmen patahan terdorong ke dalam&lt;br /&gt;i.Kompresi: Fraktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang belakang)&lt;br /&gt;j.Patologik: fraktur yang terjadi pada daerah tulang  oleh ligamen atau tendo pada daerah perlekatannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.ETIOLOGI&lt;br /&gt;a.Trauma&lt;br /&gt;b.Gerakan pintir  mendadak&lt;br /&gt;c.Kontraksi otot ekstem&lt;br /&gt;d.Keadaan patologis : osteoporosis, neoplasma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.PATYWAYS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma langsung   trauma tidak langsung   kondisi patologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          FRAKTUR&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Diskontinuitas tulang        pergeseran frakmen tulang             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perub jaringan sekitar     kerusakan frakmen tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran frag  Tlg laserasi kulit: spasme otot                tek. Ssm tlg &gt; tinggi dr kapiler&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                       putus vena/arteri       peningk tek kapiler reaksi stres klien&lt;br /&gt;deformitas&lt;br /&gt; perdarahan pelepasan histamin         melepaskan katekolamin&lt;br /&gt;gg. fungsi  &lt;br /&gt;                                                        protein plasma hilang               memobilisai asam lemak&lt;br /&gt;                          kehilangan volume cairan&lt;br /&gt; edema                   bergab dg trombosit&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                                                                                                     emboli&lt;br /&gt;        penekn pem. drh&lt;br /&gt;                                                                                          menyumbat pemb drh&lt;br /&gt;           penurunan perfusi jar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANIFESTASI KLINIS&lt;br /&gt;a.Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya samapi fragmen tulang diimobilisasi, hematoma, dan edema&lt;br /&gt;b.Deformitas karena adanya pergeseran fragmen tulang yang patah&lt;br /&gt;c.Terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena kontraksi otot yang melekat  diatas dan dibawah tempat fraktur&lt;br /&gt;d.Krepitasi akibat gesekan antara fragmen satu dengan lainnya&lt;br /&gt;e.Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.PEMERIKSAAN PENUNJANG&lt;br /&gt;a.Pemeriksaan foto radiologi dari fraktur : menentukan lokasi, luasnya&lt;br /&gt;b.Pemeriksaan jumlah darah lengkap&lt;br /&gt;c.Arteriografi : dilakukan bila kerusakan vaskuler dicurigai&lt;br /&gt;d.Kreatinin : trauma otot meningkatkanbeban kreatinin untuk klirens ginjal&lt;br /&gt;VI.PENATALAKSANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Reduksi fraktur terbuka atau tertutup : tindakan manipulasi fragmen-fragmen tulang yang patah sedapat mungkin  untuk kembali seperti letak semula.&lt;br /&gt;b.Imobilisasi fraktur&lt;br /&gt; Dapat dilakukan dengan fiksasi eksterna atau interna&lt;br /&gt;c.Mempertahankan dan mengembalikan fungsi&lt;br /&gt;Reduksi dan imobilisasi harus dipertahankan sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;Pemberian analgetik untuk mengerangi nyeri&lt;br /&gt;Status neurovaskuler (misal: peredarandarah, nyeri, perabaan gerakan) dipantau&lt;br /&gt;Latihan isometrik dan setting otot diusahakan untuk meminimalakan atrofi disuse dan meningkatkan peredaran darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII.KOMPLIKASI&lt;br /&gt;a.Malunion : tulang patah telahsembuh dalam posisi yang tidak seharusnya.&lt;br /&gt;b.Delayed union : proses penyembuhan yang terus berjlan tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat dari keadaan normal.&lt;br /&gt;c.Non union : tulang yang tidak menyambung kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII.PENGKAJIAN &lt;br /&gt;1.Pengkajian primer&lt;br /&gt;Airway&lt;br /&gt;Adanya sumbatan/obstruksi jalan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan reflek batuk&lt;br /&gt;Breathing&lt;br /&gt;Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas, timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur, suara nafas terdengar ronchi /aspirasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Circulation&lt;br /&gt;TD dapat normal atau meningkat , hipotensi terjadi pada tahap lanjut, takikardi, bunyi jantung normal pada tahap dini, disritmia, kulit dan membran mukosa pucat, dingin, sianosis pada tahap lanjut&lt;br /&gt;2.Pengkajian sekunder&lt;br /&gt;a.Aktivitas/istirahat&lt;br /&gt;kehilangan fungsi pada bagian yangterkena&lt;br /&gt;Keterbatasan mobilitas&lt;br /&gt;b.Sirkulasi&lt;br /&gt;Hipertensi ( kadang terlihat sebagai respon nyeri/ansietas)&lt;br /&gt;Hipotensi ( respon terhadap kehilangan darah)&lt;br /&gt;Tachikardi&lt;br /&gt;Penurunan nadi pada bagiian distal yang cidera&lt;br /&gt;Cailary refil melambat&lt;br /&gt;Pucat pada bagian yang terkena&lt;br /&gt;Masa hematoma pada sisi cedera&lt;br /&gt;c.Neurosensori&lt;br /&gt;Kesemutan&lt;br /&gt;Deformitas, krepitasi, pemendekan&lt;br /&gt;kelemahan&lt;br /&gt;d.Kenyamanan&lt;br /&gt;nyeri tiba-tiba saat cidera&lt;br /&gt;spasme/ kram otot&lt;br /&gt;e.Keamanan&lt;br /&gt;laserasi kulit&lt;br /&gt;perdarahan&lt;br /&gt;perubahan warna&lt;br /&gt;pembengkakan lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX.DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI &lt;br /&gt;a.Kerusakan mobilitas fisik b.d cedera jaringan sekitasr fraktur, kerusakan rangka neuromuskuler&lt;br /&gt;Tujuan : kerusakn mobilitas fisik dapat berkurang setelah dilakukan tindakan keperaawatan&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt;Meningkatkan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin&lt;br /&gt;Mempertahankan posisi fungsinal&lt;br /&gt;Meningkaatkan kekuatan /fungsi yang sakit&lt;br /&gt;Menunjukkan tehnik mampu melakukan aktivitas&lt;br /&gt; Intervensi:&lt;br /&gt;            a. Pertahankan tirah baring dalam posisi yang diprogramkan&lt;br /&gt;b.Tinggikan ekstrimutas yang sakit&lt;br /&gt;c.Instruksikan klien/bantu dalam latian rentanng gerak pada ekstrimitas yang sakit dan tak sakit&lt;br /&gt;d.Beri penyangga pada ekstrimit yang sakit diatas dandibawah fraktur ketika bergerak&lt;br /&gt;e.Jelaskan pandangan dan keterbatasan dalam aktivitas&lt;br /&gt;f.Berikan dorongan ada pasien untuk melakukan AKS dalam lngkup keterbatasan dan beri bantuan sesuai kebutuhan’Awasi teanan daraaah, nadi dengan melakukan aktivitas&lt;br /&gt;g.Ubah psisi secara periodik&lt;br /&gt;h.Kolabirasi fisioterai/okuasi terapi&lt;br /&gt;b.Nyeri b.d spasme tot , pergeseran fragmen tulang&lt;br /&gt; Tujuan ; nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan perawatan&lt;br /&gt; Kriteria hasil:&lt;br /&gt;Klien menyatajkan nyei berkurang&lt;br /&gt;Tampak rileks, mampu berpartisipasi dalam aktivitas/tidur/istirahat dengan tepat&lt;br /&gt;Tekanan darahnormal&lt;br /&gt;Tidak ada eningkatan nadi dan RR&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a.Kaji ulang lokasi, intensitas dan tpe nyeri&lt;br /&gt;b.Pertahankan imobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring&lt;br /&gt;c.Berikan lingkungan yang tenang dan berikan dorongan untuk melakukan aktivitas hiburan&lt;br /&gt;d.Ganti posisi dengan bantuan bila ditoleransi&lt;br /&gt;e.Jelaskanprosedu sebelum memulai&lt;br /&gt;f.Akukan danawasi latihan rentang gerak pasif/aktif&lt;br /&gt;g.Drong  menggunakan tehnik manajemen stress, contoh : relasksasi, latihan nafas dalam, imajinasi visualisasi, sentuhan&lt;br /&gt;h.Observasi tanda-tanda vital&lt;br /&gt;i.Kolaborasi : pemberian analgetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Kerusakan integritas jaringan b.d fraktur terbuka , bedah perbaikan&lt;br /&gt;Tujuan: kerusakan integritas jaringan dapat diatasi setelah tindakan perawatan&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt;Penyembuhan luka sesuai waktu&lt;br /&gt;Tidak ada laserasi, integritas kulit baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a.Kaji ulang integritas luka dan observasi terhadap tanda infeksi atau drainae&lt;br /&gt;b.Monitor suhu tubuh&lt;br /&gt;c.Lakukan perawatan kulit, dengan sering pada patah tulang yang menonjol&lt;br /&gt;d.Lakukan alihposisi dengan sering, pertahankan kesejajaran tubuh&lt;br /&gt;e.Pertahankan sprei tempat tidur tetap kering dan bebas kerutan&lt;br /&gt;f.Masage kulit ssekitar akhir gips dengan alkohol&lt;br /&gt;g.Gunakan tenaat tidur busa atau kasur udara sesuai indikasi&lt;br /&gt;h.Kolaborasi emberian antibiotik.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Tucker,Susan Martin (1993). Standar Perawatan Pasien, Edisi V, Vol 3. Jakarta. EGC&lt;br /&gt;2.Donges Marilynn, E. (1993). Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta. EGC&lt;br /&gt;3.Smeltzer Suzanne, C (1997). Buku Ajar Medikal Bedah, Brunner &amp; Suddart.  Edisi 8. Vol  3. Jakarta. EGC&lt;br /&gt;4.Price Sylvia, A (1994), Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jilid 2 . Edisi 4. Jakarta. EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;download materi &lt;/strong&gt;: &lt;a href="http://www.ilmukeperawatan.com/gratis/fraktur.zip"&gt;askep asuhan keperawatan klien dengan fraktur&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-5687511573404948900?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ilmukeperawatan.com' title='askep klien fraktur'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/5687511573404948900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=5687511573404948900' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/5687511573404948900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/5687511573404948900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/07/askep-klien-fraktur.html' title='askep klien fraktur'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-1143066721415847960</id><published>2008-07-03T15:23:00.003+07:00</published><updated>2009-04-07T11:18:09.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><title type='text'>DAPAT ILMU SEKALIGUS DAPAT INCOME</title><content type='html'>Anda sedang menghadapi tugas askep yang menumpuk ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berada di tempat yang tepat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.asuhankeperawatan.com/?id=rusari"&gt;&lt;br /&gt;www.asuhankeperawatan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs penyedia Askep dengan peluang bisnis online, menghasilkan uang lewat internet ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mahasiswa keperawatan, menyusun askep merupakan tugas sehari-hari. Rasanya tidak ada habis-habisnya tugas tersebut menghampiri anda. Satu belum selesai tugas lain sudah menanti. Kini anda tidak perlu bersusah payah, dengan mendaftarkan diri anda di situs &lt;a href="http://www.asuhankeperawatan.com/?id=rusari"&gt;&lt;br /&gt;www.asuhankeperawatan.com&lt;/a&gt;, anda akan mendapat : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eBook yang berisi puluhan Askep, tidak seperti membeli buku saku askep biasa, anda tidak perlu mengetik materi, cukup copy paste. Cepat dan menghemat tenaga! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan mendapatkan bonus dari saya, untuk itu terus baca penawaran saya sampai akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan memiliki bisnis online, peluang menghasilkan uang lewat internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperkenalkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eBook ASKEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ebook ASKEP merupakan sebuah buku dalam format softcopy/*.doc sebanyak 20 ebook&lt;br /&gt;Kumpulan Asuhan Keperawatan siap pakai, plus 20 eBook Diagnosa Keperawatan NANDA. Kini, anda tidak perlu lagi membuang waktu, tenaga dan banyak biaya untuk mengetik atau rental komputer atau bahkan menyewa jasa pengetikan. Anda hanya perlu melakukan copy paste eBook ini dan mengeditnya sesuai dengan kebutuhan anda. &lt;br /&gt;Anda akan menemukan bagaimana cara menyusun askep dengan mudah dan cepat. Variasi Kumpulan askep dengan Diagnosa Keperawatan dapat menghasilkan lebih banyak lagi Asuhan Keperawatan yang dapat anda ciptakan dengan sekejap, keren kan ? Menurut saya juga begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba pelajari lebih lanjut di &lt;a href="http://www.asuhankeperawatan.com/?id=rusari"&gt;&lt;br /&gt;www.asuhankeperawatan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-1143066721415847960?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/1143066721415847960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=1143066721415847960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/1143066721415847960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/1143066721415847960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/07/dapat-ilmu-sekaligus-dapat-income.html' title='DAPAT ILMU SEKALIGUS DAPAT INCOME'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-2700771482195522290</id><published>2008-07-03T15:03:00.003+07:00</published><updated>2009-04-07T11:19:17.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASI UNTUK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN</title><content type='html'>BAB 1&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;Dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa, keadaan gizi yang baik merupakan salah satu unsur penting. Kekurangan gizi , terutama pada anak-anak akan menghambat proses pembangunan .&lt;br /&gt;Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Lingkungan disini merupakan lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial yang mempengaruhi indifidu setiap hari mulai dari  konsepsi sampai akhir hayatnya.Gizi anak merupakan faktor biologis dalam faktor lingkungan,memegang peranan penting dalam tumbuh kembang.&lt;br /&gt;Menurut SKRT 1992 kematian bayi dan anak balita pada tahun 1992 adalah sekitar 30 % dari seluruh kematian. Dari 30 % kematian ini, 10% atau 1/3 nya terjadi pada neonatus, 7,5 % terjadi pada bayi usia 7 hari. Data tersebut memberikan gambaran bahwasannya golongan bayi dan anak anak benar –benar rentan terhadap penyakit dan gizi kurang yang seringkali menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;Asi dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas anak karena disamping nilai gizinya tinggi juga menganndung zat imunologis yang melindungi anak dari berbagai macam infeksi.&lt;br /&gt;Menurut Departemen Kesehatan RI 1995, pemberian ASI merupakan cara pemberian makanan bayi yang paling baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada saat awal.Tetapi pemberiab asi yang benar antara lain pemberian asi ekslusif hanya ditemui pada 47 % populasi dan menyusui dini pada jam pertama ditemui hanya pada 8 % populasi saja. Fenomena inilah yang pada akhirnya mendorong pemerintah untuk menggalakkan program asi ekslusif.&lt;br /&gt;Dengan melihat hal diatas, maka peneliti ingin melihat perbandingan tumbuh kembang anak usia 1-4 bulan yang mendapat asi ekslusif dan yang mendapat asi non ekslusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Batasan dan Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Permasalahan yang kami teliti kami batasi, pada tumbuh kembang anak usia 1-4 bulan yang mendapat asi eksklusif dan yang tidak mendapat asi eksklusif, kemudian kami bandingkan tumbuh kembangnya.Penilaian  pertumbuhan pada penelitian ini adalah secara antropometri sedangkan penilaian perkembangan pada anak usia 1-4 bulan menggunakan Denver Development Screening Test.&lt;br /&gt;Berdasarkan batasan tersebut diatas, maka penelitian ini dilakukan untuk untuk membandingkan tumbuh kembang bayi yang mendapat asi eksklusif  dan bayi yang mendapat asi non eksklusif.&lt;br /&gt;BAB 2&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Pengertian tumbuh kembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertumbuhan dan perkembangan anak adalah proses yang dinamik dan berlangsung terus menerus mulai dari masa konsepsi sampai dengan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang berbeda yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.(5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan (growth)&lt;br /&gt; Pertumbuhan adalah setiap perubahan atau bertambahnya jumlah dan ukuran tubuh baik fisik (anatomi) maupun struktur. Peertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitas yaitu penambahan jumlah sel dan besar sel tubuh.Anak tidak hanya menjadi besar secara fisik tetapi ukuran dan stuktur pertumbuhan otaknya juga bertambah.Akibat adanya pertumbuhan otak anak mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk belajar, mengingat dan berfikir.(5) Pertumbuhan anak lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan terutama masukan zat gizi dari pada faktor genetik. Pertumbuhan dapat diukut dengan ukuran tinggi atau panjang dan ukuran berat.(6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan (development)&lt;br /&gt; Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill)dalam struktur dan fungsi yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diperkirakan dan diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Perkembangan anak berhubungan dengan perubahan kualitatif yang meliputi beberapa dimensi perkembangan anak yaitu perkembangan mental,motorik, bahasa, sosial, emosi dan pekembangan moral.(5) Dalam proses perkembangan terdapat proses deferensiasi dari sel tubuh, jaringan, organ, sistim organ sehingga masing-masing dapat berfungsi dengan baik. Hail ini dapat dicontohkan dengan kemampuan bermain, berbahasa, termasuk juga perkembangan emosi dan tingkah laku sebagai suatu hasil interaksi dengan lingkungan sekitarnya.(6)&lt;br /&gt; Peristiwa pertumbuhan dan perkembangan berjalan seiring dan saling terkait, berkesinambungan dengan ritme laju tumbuh kembang yang tak selalu tetap. Pada saat dalam kandungan proses tumbuh kembang berlangsung pesat sekali demikian pula pada tahun-tahun pertama kehidupan setelah kelahiran, kemudian menurun dan meningkat kembali pada usia 12- 14 tahun menuju tahap dewasa.(4)&lt;br /&gt;2. Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Faktor post natal yang berperan dalam tumbuh kembang anak adalah faktor bio-fisiko-psiko-sosial. Contoh ari komponen biologis  adalah kesehatan tubuh/organ,keadaan gizi, kekebalan penyakit. Yang termasuk komponen fisik misalnya perumahan, kebersihan lingkungan, fasilitas kesehatan dan pendidikan. Komponen psiko-sosial misalnya kesehatan jiwa,stimulasi mental,pengaruh keluarga dan sekolah, nilai budaya dll.(4)&lt;br /&gt; Wirsiki menyatakan bahwa proses tumbuh kembang dipemgaruhi oleh 2 faktor.&lt;br /&gt;1.Mikro kosmos (keadaan anak itu sendiri )&lt;br /&gt;   Termasuk disini adalah sifat dasar konstitusi anak sejak lahir dan keadaan biologis anak .&lt;br /&gt;2. Makro kosmos (keadaan lingkungan anak)&lt;br /&gt;    Termasuk disini adalah sikap orang tua, teman bermain dan guru serta masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Kesehatan Anak&lt;br /&gt; Kesehatan anakmerupakan suatau hal yang penting karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.Golongan bayi dan anak justru merupakan golongan yang sangat rentan terhadap penyakit infeksi dan gizi kurang.(3)&lt;br /&gt; Pemberian imunisasi aktif pada bayi adalh penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas terhadap penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi misalnya tbc,difteri, pertusis, tetenus, polio, campak, hepatitis b dll. &lt;br /&gt; Imunisasi pasif dapat diperoleh melalui antibodi maternal dan asi yang akan menolong bayi untuk mencegah dan menghadapi infeksi selama bulan-bulan pertama kehidupan.Karena daya imunitas itu akan menurun dan kontak dengan lingkungan akan makin meningkat, kejadian penyakit infeksi akan bertambah secara cepat dan menetap pada tingkat yang tinggi selama tahun kedua dan ketiga kehidupan(.9)&lt;br /&gt; Bayi yang mendapat asi eksklusif mempunyai resiko yang jauh lebih rendah terhadap penyakit diare jika dibandingkan dengan bayi yang mendapat susu formula atau menerima makanan lain selain susu, karena bayi yang mendapat asi akan menerima zat protektif disamping proses penyediaan susu formula atau makanan tambahan tersebut sering kurang higienis.&lt;br /&gt; Bayi atau anak yang sehat pada umumnya akan tumbuh dengan baik,berbeda dengan anak yang sering terkena infeksi, biasanya pertumbuhannya akan terganggu.(9)&lt;br /&gt;4. Pola Konsumsi Bayi 0-4 Bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masa bayi ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang pesatdisertai dengan perubahan dalam kebutuhan zat gizi. Selama periode ini bayi sepenuhnya tegantung pada perawatan dan pemberian makan oleh ibunya. &lt;br /&gt; Asi tanpa makanan lain dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai usia 4 bulan dan sesudahnya hanya berfungsi sebagai sumber protein, vitamin, mineral utama bagi bayi.Untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut maka mulai usia 4 sampai 24 bulan disamping asi juga diberikan makanan pendamping asi.(1)&lt;br /&gt; Dahulu  pemberian makanan tambahan diberikan sedini mungkin tetapi setelah ada laporen tentang bahaya yang ditimbulkannya maka dianjurkan agar makanan tambahan diberikan secara bertahap mulai usia 5 bulan.(3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Asi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1 Komponen Asi&lt;br /&gt; Asi merupakan substansi bahan yang hidupdengan kompleksitas biologi yang luas yang mampu memberikan daya perlindungan baik secara aktif melalui pengauran imunologis.Asi bukan hanya merupakan sumber nutrisi bagi bayi, tetapi juga mengandung inunoglobulin a (Ig a) yang memainkan peran penting dalam fungsi proteksi. Asi juga mengandung kadar lisozim yang tinggi yang sangat menguntungkan untuk menghancurkan bakteri didalam rongga usus.(7)&lt;br /&gt; Kolustrum yaitu asi yang bewarna kekuningan yang keluar pertama kali setelah bayi lahir mengandung protein yang terdiri dari lactalbumin, lactalglobin,casein, minyak, mineral, vitamin A dan Ig a. Kandungan Ig a dalam kolustrum jauh lebih besar dibandingkan dengan yang terkandung dalam asi. Kolustrum menjamin bayi baru lahir dapat beradaptasi dan berhasil melewati masa trasnsisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.2 Manfaat Asi&lt;br /&gt; Asi merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung semua bahan yang diperlukan oleh bayi untuk masa 0-4 bulan,&lt;br /&gt;Menurut depkes RI 1994 manfaat asi adalah :&lt;br /&gt;Mudah dicerna&lt;br /&gt;Mengandung zat berkualitas tinggi untuk kecerdasan dan pertumbuhan&lt;br /&gt;Mengandung zat kekebalan&lt;br /&gt;Aman dan bersih&lt;br /&gt;Suhu tepat&lt;br /&gt;Menghindarkan bayi dari alergi dan diare&lt;br /&gt;Asi praktis dan ekonomis, dapat diberikan dimana saja dan kapan saja. Disamping itu asi juga bebas dari kesalahan dalam penyediaan dan penyajian.(7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.3 Pola Menyusui&lt;br /&gt; Pola menyuu\sui dalam hal ini meliputi cara pemberian,sikap dan tingkah laku ibu dalam menyusukan bayinya. Sebaiknya bayi disusui secara call feeding maksudnya setiap saat bayi menginginkannya. Yang juga penting adalah ibu harus berada dalam keadaan tenang dan bebas dari ketegangan fisik maupun mental. Cara menyusui sebaiknya pada kedua buah payudara secara bergantian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Pengukuran Tumbuh Kembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1 Pengukuran Pertumbuhan cara Antropometri&lt;br /&gt; Antropometri selama ini dikenal sebagai indikator sederhana dalam penilaian status gizi perorangan maupun masyarakat. Jenis antropometri yang digunakan adalah berat badab, tinggi badab/panjang badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada dan lapisan lemak bawah kulit&lt;br /&gt;Dalam penilaian untuk menentukan status gizi balita, antropometri disajikan dalam bentuk indeks yang dikaitkan dengan variabel lain. Indeks yang digunakan adalah indeks berat badan menurut tinggi  badan.&lt;br /&gt;Klasifikasi berat badan menurut tinggi badan berdasarkan who menggunakan baku indks NCHS (terlampir)(10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2 Pengukuran Perkembangan Menurut DDST&lt;br /&gt; DDST adalah salah satu dari metode skining terhadap kelainan perkrmbangan anak.Tes ini bukanlah merupakan tes untuk diagnosa atau tes IQ. DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skining yang baik. Tes ini dapat dilakukan dengan cepat ( sekitar 15-20 menit ) dan menunjukkan validitas yang tinggi. &lt;br /&gt; Dalam DDST semua tugas perkembangan disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang meliputi&lt;br /&gt;1.Personal sosial &lt;br /&gt;Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya&lt;br /&gt;2. Gerakan motor halus&lt;br /&gt;Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot –otot kecil dan memerlukan koordinasi yang cermat.&lt;br /&gt;3. Bahasa&lt;br /&gt;Yaitu kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan&lt;br /&gt;4. gerakan motor kasar&lt;br /&gt;Yaitu aspek yang berhubungan dengan sikap tubuh.&lt;br /&gt; Untuk menentukan perkembangan berdasarkan DDST maka hasil tes diklasifikasikan dalam&lt;br /&gt;Abnormal&lt;br /&gt;Bila terdapat 2 atau lebih keterlambatan pada 2 sektor atau lebih&lt;br /&gt;Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan ditambah dengan 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan&lt;br /&gt;Pada sektor yang sama tersebu tidak ada yang lulus&lt;br /&gt;Meragukan&lt;br /&gt;Bila pada 1 sektor terdapat 2 keterlambatan&lt;br /&gt;Tidak dapat dites&lt;br /&gt;a. Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi meragukan&lt;br /&gt;Normal&lt;br /&gt;a. Semua yang tak tercantum dalam kriteria tersebut diatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka konsep Penelitian&lt;br /&gt;Bayi 1-4 bl&lt;br /&gt;                          Asi eksklusif                                              Asi non eksklusif &lt;br /&gt;                                  Stimulasi                                              Keadaan kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuh kembang&lt;br /&gt;Pertumbuhan BB/umur&lt;br /&gt;Perkembangan (DDST)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Kerangka konsep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian asi secara eksklusif dan noneksklusif merupakan upaya pemenuhan gizi anak yang memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Pada bayi yang lahir cukup bulan dan punya berat badan lahir yang cukup seharusnya mempunyai pertumbuhanyang sesuai dengan standart pertumbuhan menurut WHO/NCHS. Untuk mengetahui apakah berat badan bayi yang mendapat asi eksklusif dan non eksklusif itu sesuai atau tidak dengan standart diatas maka perlu diketahui berat badan lahir dan berat badan saat dilakukan penelitin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan kesehatan anak berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Anak yang  sehat pada umumnya akan tumbuh dengan baik. Berbeda dengan anak yang sering sakit biasanya pertumbuhannya akan terganggu. Kesehatan anak ini dipengaruhi oleh frequensi sakit, beat atau ringannya penyakit dan lama masa sakit yang dialami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stimulasi merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang banyak mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. Kualitas stimulasi ini dipengaruhi oleh ibu atau pengasuh anak, lama waktu  stimulasi, alat atau permainan yang digunakan dan cara stimulasi.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akre, j ,Pemberian Makanan untuk Bayi, Dasar-dasar Fisiologis WHO, 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hurlock, Elizabeth, Perkembangan Anak,  Jilid I , Penerbit Airlangga, 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhilal, Krisdina, dkk, Angka kecukupan Gizi yang Dianjurkan, Aksara Widya Karya Nasional, Jakarta, 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satoto, Tumbuh Kembang Anak dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Proceeding  of Seminar cum Workshop on Safe Motherhood and Child Survival Growth and Development, Surabaya, 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samsudin, Cara Penilaian Keadaan Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Anak, 1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soetjiningsih, Tumbuh Kembang Anak, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta, 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suradi, Rusina, Manfaat Pemberian ASI Ekslusif Bagi Tumbuh Kembang Anak dalam Seminar Sehari ASI Ekslusif, Jakarta, 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarwotjo, Ig &amp; Soekiman, Status Gizi Anak, Majalah Gizi Indonesia vol.IX No.2, 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbelaka, WAFC, Peranan ASI dalam Pembangunan Manusia Indonesia Seutuhnya, Media Hospitalia vol.54, 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO, A Growth Chart fot International Use in Maternal and Child Health Care, Geneva, 1980.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO / FAO, Energy and Protein Requirement, Report of Joint WHO / FAO, WHO Technical Report Series No. 52.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.rusari.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;download materi askep&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-2700771482195522290?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/2700771482195522290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=2700771482195522290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2700771482195522290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2700771482195522290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/07/asi-untuk-pertumbuhan-dan-perkembangan.html' title='ASI UNTUK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-4786845901494962757</id><published>2008-06-20T15:27:00.002+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:49.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>askep pneumothorax</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN PNEUMOTHORAKS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Konsep Dasar&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Pneumotoraks adalah adanya udara di dalam rongga pleural antara pleura parietal dan viseral.&lt;br /&gt;Klasifikasi&lt;br /&gt;Berdasarkan terjadinya yaitu artificial, traumatic dan spontan.&lt;br /&gt;Berdasarkan lokasinya, yaitu Pneumotoraks parietalis, mediastinalis dan basalis&lt;br /&gt;Berdasarkan derajat kolaps, yaitu Pneumotoraks totalis dan partialis.&lt;br /&gt;Berdasarkan jenis fistel.&lt;br /&gt;Pneumotoraks terbuka. Pneumotoraks dimana ada hubungan terbuka antara rongga pleura dan bronchus yang merupakan dunia luar. Dalam keadaan ini tekanan intra pleura sama dengan tekanan barometer (luar). Tekanan intra pleura disekitar nol (0) sesuai dengan gerakan pernapasan. Pada waktu inspirasi tekanannya negatif dan pada waktu ekspirasi positif (+ 2 ekspirasi dan - 2 inspirasi).&lt;br /&gt;Pneumotoraks tertutup. Rongga pleura tertutup tidak ada hubungan dengan dunia luar. Udara yang dulunya ada di rongga pleura kemungkinan positif oleh karena diresorbsi dan tidak adanya hubungan lagi dengan dunia luar, maka tekanan udara di rongga pleura menjadi negatif. Tetapi paru belum mau berkembang penuh. Sehingga masih ada rongga pleura yang tampak meskipun tekanannya sudah negatif (- 4 ekspirasi dan - 12 inspirasi).&lt;br /&gt;Pneumotoraks ventil. Merupakan pneumotoraks yang mempunyai tekanan positif berhubung adanya fistel di pleura viseralis yang bersifat ventil. Udara melalui bronchus terus ke percabangannya dan menuju ke arah pleura yang terbuka. Pada waktu inspirasi udara masuk ke rongga pleura dimana pada permulaan masih negatif. Pada waktu ekspirasi udara didalam rongga pleura yang masuk itu tidak mau keluar melalui lubang yang terbuka tadi bahkan udara ekspirasi yang mestinya dihembuskan keluar dapat masuk ke dalam rongga pleura, apabila ada obstruksi di bronchus bagian proksimal dari fistel tersebut. Sehingga tekanan pleura makin lama makin meningkat sehubungan dengan berulangnya pernapasan. Udara masuk rongga pleura pada waktu ekspirasi oleh karena udara ekspirasi mempunyai tekanan lebih tinggi dari rongga pleura, lebih-lebih kalau penderita batuk-batuk, tekanan udara di bronchus lebih kuat lagi dari ekspirasi biasa.&lt;br /&gt;Etiologi dan patofisiologi&lt;br /&gt;Normal tekanan negatif pada ruang pleura adalah -10 s/d -12 mmHg. Fungsinya membantu pengembangan paru selama ventilasi. Pada waktu inspirasi tekanan intra pleura lebih negatif daripada tekanan intra bronchial, maka paru akan berkembang mengikuti dinding thoraks sehingga udara dari luar dimana tekanannya nol (0) akan masuk bronchus sampai ke alveoli.&lt;br /&gt;Pada waktu ekspirasi dinding dada menekan rongga dada sehingga tekanan intra pleura akan lebih tinggi dari tekanan di alveolus ataupun di bronchus sehingga udara ditekan keluar melalui bronchus.&lt;br /&gt;Tekanan intra bronchial meningkat apabila ada tahanan jalan napas. Tekanan intra bronchial akan lebih meningkat lagi pada waktu batuk,bersin, atau mengejan, pada keadaan ini glottis tertutup. Apabila di bagian perifer dari bronchus atau alveolus ada bagian yang lemah maka akan pecah atau terobek..&lt;br /&gt;Pneumotoraks terjadi disebabkan adanya kebocoran dibagian paru yang berisi udara melalui robekan atau pecahnya pleura. Robekan ini akan berhubungan dengan bronchus.&lt;br /&gt;Pelebaran dari alveoli dan pecahnya septa-septa alveoli yang kemudian membentuk suatu bula di dekat suatu daerah proses non spesifik atau granulomatous fibrosis adalah salah satu sebab yang sering terjadi pneumotoraks, dimana bula tersebut berhubungan dengan adanya obstruksi emfisema.&lt;br /&gt;Penyebab tersering adalah valve mekanisme di distal dari bronchial yang ada keradangan atau jaringan parut. Secara singkat penyebab terjadinya pneumotorak menurut pendapat “MACKLIN“ adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Alveoli disanggah oleh kapiler yang lemah dan mudah robek, udara masuk ke arah jaringan peribronchovaskuler apabila alveoli itu menjadi lebar dan tekanan didalam alveoli meningkat. Apabila gerakan napas yang kuat, infeksi, dan obstruksi endobronchial merupakan fakltor presipitasi yang memudahkan terjadinya robekan.&lt;br /&gt;Selanjutnya udara yang terbebas dari alveoli dapat menggoyakan jaringan fibrosis di peribronchovaskuler kearah hilus, masuk mediastinum dan menyebabkan pneumotoraks atau pneumomediastinum.&lt;br /&gt;Gejala klinis&lt;br /&gt;Keluhan : timbulnya mendadak, biasanya setelah mengangkat barang berat, habis batuk keras, kencing yang mengejan, penderita menjadi sesak yang makin lama makin berat.&lt;br /&gt;Keluhan utama : sesak, napas berat, bias disertai batuk-batuk. Nyeri dada dirasakan pada sisi sakit, terasanya berat (kemeng), terasa tertekan, terasa lebih nyeri pada gerakan respirasi. Sesak ringsn sampai berat, napas tertinggal, senggal pendek-pendek. Tanpa atau dengan cyanosis. Tampak sakit ringan sampai berat, lemah sampai shock, berkeringat dingin.&lt;br /&gt;Berat ringannya keadaan penderita tergantung dari keadaan pneumotoraksnya :&lt;br /&gt;Tertutup dan terbuka biasanya tidak berat, ventil ringan tekanan positif tinggi biasanya berat dan selain itu tergantung juga keadaan paru yang lain dan ada atau tidaknya obstruksi jalan napas.&lt;br /&gt;Komplikasi&lt;br /&gt;Atelektasis, ARDs, infeksi, edema pulmonary, emboli paru, efusi pleura, empyema, emfisema, penebalan pleura.&lt;br /&gt;Pemeriksaan diagnostic&lt;br /&gt;X Foto dada :&lt;br /&gt;Pada foto dada PA terlihat pinggir paru yang kolaps berupa garis.&lt;br /&gt;Mediastinal shift dapat dilihat pada foto PA atau fluoroskopi pada saat penderita inspirasi atau ekspirasi.&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Pada ICS 5 atau 6 dilakukan pemasangan WSD dengan memakai trokar.&lt;br /&gt;WSD dilepas bila paru sudah mengembang dengan baik, tidak ada komplikasi dan setelah selang plastic atau diklem 24 jam untuk membuktikan bahwa pneumothoraks sudah sembuh.&lt;br /&gt;Bila penderita sesak dapat diberikan oksigen konsentrasi tinggi.&lt;br /&gt;Untuk megnobati nyeri dapat diberikan analgetika seperti Antalgin 3 X 1 tablet atau analgetik kuat.&lt;br /&gt;Fisioterapi dapat diberikan karena dapat mencegah retensi sputum.&lt;br /&gt;Apabila pengembangan paru agak lambat, bias dilakukan penghisapan dengan tekanan 25-50 cm air.&lt;br /&gt;Pada pneumothoraks berulang dapat dilakukan perlekatan kedua pleura dengan memakai bahan yang dapat menimbulkan iritasi atau bahan sclerosing agent.&lt;br /&gt;Asuhan Keperawatan&lt;br /&gt;Pengkajian keperawatan&lt;br /&gt;Riwayat keperawatan&lt;br /&gt;Klien terdapat penyakit paru, bila ditemukan adanya iritan pada paru yang meningkat maka mungkin terdapat riwayat merokok. Penyakit yang sering ditemukan adalah pneumotoraks, hemotoraks, pleural effusion atau empiema. Klien bisa juga ditemukan adanya riwayat trauma dada yang mendadak yang memerlukan tindakan pembedahan.&lt;br /&gt;Pemeriksaan&lt;br /&gt;Adanya respirasi ireguler, takhipnea, pergeseran mediastinum, ekspansi dada asimetris. Adanya ronchi atau rales, suara nafas yang menurun, perkursi dada redup menunjukan adanya pleural effusion, sering ditemui sianosis perifer atau sentral, takikardia, hipotensi,dan nyeri dada pleural.&lt;br /&gt;Faktor perkembangan/psikososial&lt;br /&gt;Klien mengalami kecemasan, ketakutan terhadap nyeri, prosedur atau kematian, karena penyakit atau tindakan. Persepsi dan pengalaman lampau klien terhadap tindakan ini atau hospitalisasi akan mempengaruhi keadan psikososial klien.&lt;br /&gt;Pengetahuan klien dan keluarga&lt;br /&gt;Pengkajian diarahkan pada pengertian klien tentang tindakan WSD, tanda atau gejala yang menimbulkan kondisi ini, tingkat pengetahuan, kesiapan dan kemauan untuk belajar.&lt;br /&gt;Diagnosa dan Perencanaan Keperawatan&lt;br /&gt;Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan kekolapsan paru, pergeseran mediastinum.&lt;br /&gt;Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan insersi WSD&lt;br /&gt;Defisit volume cairan berhubungan dengan hilangnya cairan dalam waktu cepat&lt;br /&gt;Gangguan mobilitas fisik berhubngan dengan ketidak nyamanan sekunder akibat pemasangan WSD.&lt;br /&gt;Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan informasi terhadap prosedur tindakan WSD.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lebih lanjut dapat anda dapatkan di &lt;a href="http://rusari.com"&gt;&lt;strong&gt;www.rusari.com&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-4786845901494962757?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.rusari.com' title='askep pneumothorax'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/4786845901494962757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=4786845901494962757' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4786845901494962757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4786845901494962757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/06/askep-pneumothorax.html' title='askep pneumothorax'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-2987910829089324902</id><published>2008-06-12T12:25:00.003+07:00</published><updated>2009-04-07T11:10:37.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN pada klien HNP</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;PADA KLEIN DENGAN HNP (HERNIA NUKLEUS PULPOSUS)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Landasan teori&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;HNP adalah Suatu nyeri yang disebabkan oleh proses patologik dikolumna vertebralis pada diskus intervertebralis (diskogenik) (Harsono, 1996)&lt;br /&gt;HNP adalah keadaan dimana nukleus pulposus keluar menonjol untuk kemudia menekan ke arah kanalis spinalis melalui anulus fibrosis yang robek.&lt;br /&gt;Etiologi&lt;br /&gt;HNP terjadi karena proses degenratif diskus intervetebralis&lt;br /&gt;Insiden&lt;br /&gt;Angka kejadi dan kesakitan banyak terjadi pada usia pertengahan. Pada umumnya HNP didahului oelh aktiivtas yang berlebihan, misalnya mengangkat beban berat (terutama mendadak) mendorong barang berat. Laki—laki lebih banyak dari pada wanita&lt;br /&gt;gejala&lt;br /&gt;Gejala utama yang muncul adalah rasa nyeri di punggung bawah disertai otot-otot sekitar lesi dan nyeri tekan .&lt;br /&gt;HNP terbagi atas :&lt;br /&gt;HNP sentral&lt;br /&gt;HNP sentral akan menimbulkan paraparesis flasid, parestesia, dan retensi urine&lt;br /&gt;HNP lateral&lt;br /&gt;Rasa nyeri terletak pada punggung bawah, ditengah-tengah abtra pantat dan betis, belakang tumit dan telapak kaki.Ditempat itu juga akan terasa nyeri tekan. Kekuatan ekstensi jari ke V kaki berkurang dan refleks achiler negatif. Pada HNP lateral L 4-5 rasa nyeri dan tekan didapatkan di punggung bawah, bagian lateral pantat, tungkai bawah bagian lateral, dan di dorsum pedis. Kekuatan ekstensi ibu jari kaki berkurang dan refleks patela negatif. Sensibilitas [ada dermatom yang sdesuai dengan radiks yang terkena menurun. Pada percobaan lasegue atau test mengnagkat tungkai yang lurus (straigh leg raising) yaitu mengangkat tungkai secara lurus dengan fleksi di sendi panggul, akan dirasakan nyeri disepanjang bagian belakang (tanda lasefue positif). Valsava dab nafsinger akan memberikan hasil posistif .&lt;br /&gt;patofisiologi&lt;br /&gt;Pada umumnya HNP didahului oeleh aktiivta syang berat dengan keluahan utamanya adalah nyeri di punggung bawah disertai nyeri otot sekitar lesi dan nyeri tekan . Hal ini desebabkan oleh spasme otot-otot tersebut dan spasme menyebabkan mengurangnya lordosis lumbal dan terjadi skoliosis.&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Terapi konservatif&lt;br /&gt;Tirah baring&lt;br /&gt;Penderita hrus tetap berbaring di tempat tidur selama beberapa hari dengan sikap yang baik adalah sikap dalam posisi setengah duduk dimana tungkai dalam sikap fleksi pada sendi panggul dan lutut. tertentu. Tempat tidur tidak boleh memakai pegas/per dengan demikina tempat tidur harus dari papan yang larus dan diutu[ dengan lembar busa tipis. Tirah baring bermanfaat untuk nyeri punggung bawah mekanik akut. Lama tirah baring tergantung pada berat ringannya gangguan yang dirasakan penderita. Pada HNP memerlukan waktu yang lebih lama. Setelah berbaring dianggp cukup maka dilakukan latihan / dipasang korset untuk mencegah terjadinya kontraktur dan mengembalikan lagi fungsi-fungsi otot.&lt;br /&gt;Medikamentosa&lt;br /&gt;1. Symtomatik&lt;br /&gt;Analgetik (salisilat, parasetamol), kortikosteroid (prednison, prednisolon), anti-inflamasi non-steroid (AINS) seperti piroksikan, antidepresan trisiklik ( amitriptilin), obat penenang minor (diasepam, klordiasepoksid).&lt;br /&gt;2. Kausal&lt;br /&gt;Kolagenese&lt;br /&gt;Fisioterapi&lt;br /&gt;Biasanya dalam bentuk diatermy (pemanasan dengan jangkauan permukaan yang lebih dalam) untuk relaksasi otot dan mengurnagi lordosis.&lt;br /&gt;Terapi operatif&lt;br /&gt;Terapi operatif dikerjakan apabila dengan tindakan konservatif tidak memberikan hasil yang nyata, kambuh berulang atau terjadi defisit neurologik&lt;br /&gt;Rehabilitasi&lt;br /&gt;Mengupayakan penderita segera bekerja seperti semula&lt;br /&gt;Agar tidak menggantungkan diri pada orang lain dalam melakkan kegiatan sehari-hari (the activity of daily living)&lt;br /&gt;Klien tidak mengalami komplikasi pneumonia, infeksi saluran kencing dan sebagainya).&lt;br /&gt;konsep keperawatan&lt;br /&gt;Pengkajian &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.rusari.com/download_asuhan_keperawatan.html"&gt;selengkapnya &gt;&gt;&gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-2987910829089324902?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.rusari.com/download_asuhan_keperawatan.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN pada klien HNP'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/2987910829089324902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=2987910829089324902' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2987910829089324902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2987910829089324902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/06/asuhan-keperawatan-pada-klien-hnp.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN pada klien HNP'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-8726338149319156339</id><published>2008-06-11T16:47:00.003+07:00</published><updated>2009-08-20T07:28:53.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Askep'/><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN HEMORRHOIDS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASUHAN KEPERAWATAN HEMORRHOIDS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian  :&lt;br /&gt;Terjadi pelebaran ( dilatasi ) vena pada anus maupun rectal ( fleksus haemorrhoidalis superior dan media : haemorrhoid interna dan fleksus haemorrhoidalis inferior : haemorrhoid eksterna ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden terjadi pada usia 20 - 50 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor resiko tinggi adalah :&lt;br /&gt;1.Kehamilan.&lt;br /&gt;2.Konstipasi yang lama.&lt;br /&gt;3.Hipertensi portal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pathofisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)Dilatasi vena anorectal dan mengembang akibat peningkatan tekanan intra abdominal dan terbendungnya aliran darah vena daerah anorectal.&lt;br /&gt;b)Ketegangan  vena yang terjadi pada jaringan lunak akan menyebabkan prolaps, ini dapat menyebabkan thrombus atau peradangan, serta terjadi perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi klinik :&lt;br /&gt;1.Bengkak (bendungan) di dalam atau diluar  rectum.&lt;br /&gt;2.Nyeri.&lt;br /&gt;3.Gatal daerah rectum.&lt;br /&gt;4.Gangguan mukosa rectum.&lt;br /&gt;5.Perdarahan pada saat b.a.b.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnostik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--&lt;br /&gt;google_ad_client = "pub-0585506194204927";&lt;br /&gt;/* 250x250, dibuat 09/04/20 */&lt;br /&gt;google_language="en";&lt;br /&gt;google_ad_slot = "5601316764";&lt;br /&gt;google_ad_width = 250;&lt;br /&gt;google_ad_height = 250;&lt;br /&gt;//--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&lt;br /&gt;src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;a)Riwayat&lt;br /&gt;b)Mengkaji nyeri, gatal, atau kemungkinan perdarahan.&lt;br /&gt;c)Pertanyaan kebiasaan buang air besar ; konstipasi, mengejan saat defekasi.&lt;br /&gt;d)Pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;e)Inspeksi untuk haemorrhoid eksternal ada prolaps atau internal haemorrhoid.&lt;br /&gt;f)Pemeriksaan rectal toucer ( colok dubur )&lt;br /&gt;g)Proctosigmoidoscopy, untuk menentukan lokasi dan keadaan dari haemorrhoid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan klinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)Tujuan untuk memberikan rasa nyaman dan menurunkan gejala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)Intervensi non pharmakologis&lt;br /&gt;c)Memberikan posisi recumben untuk mengurangi penekanan, edema dan prolaps.&lt;br /&gt;d)Memberikan makanan yang mengandung serat untuk memudahkan b.a.b tidak mengedan.&lt;br /&gt;e)Meningkatkan pemasukkan cairan sehingga tinja jadi lunak.&lt;br /&gt;f)Melakukan kompres dingin pada saat nyeri di daerah anus, dan lakukan rendam bokong (sitz baths) secara kontinyu untuk memberi rasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)Intervensi pharmakologis&lt;br /&gt;d)Menggunakan obat pelembut tinja untuk memudahkan b.a.b.&lt;br /&gt;e)Laksative  bila terjadi konstipasi&lt;br /&gt;f)Gunakan obat luar (oles), cream dan suppositoria untuk mengurangi nyeri sedang maupun berat atau gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d)Prosedur khusus medikal-surgikal.&lt;br /&gt;e)Hemorrhoidectomy  : pembedahan pada hemorrhoids.&lt;br /&gt;f)Sclerosing pada hemorrhoid : injeksi pada jaringan sub mukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPILKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)Perdarahan yang menyebabkan anemia.&lt;br /&gt;2)Strangulasi (perlengketan).&lt;br /&gt;3)Trombosis pada hemorrhoid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prognosis : berulang kembali 50 % setelah pengobatan  sclerosing. Yang lebih baik adalah dilakukan ligasi dan hemorroidectomy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEBIH LENGKAP DAPAT ANDA DAPATKAN DI &lt;a href="http://rusari.com"&gt;WWW.RUSARI.COM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-8726338149319156339?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://rusari.com' title='ASUHAN KEPERAWATAN HEMORRHOIDS'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/8726338149319156339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=8726338149319156339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8726338149319156339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8726338149319156339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/06/asuhan-keperawatan-hemorrhoids.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN HEMORRHOIDS'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-2933869579748928171</id><published>2008-05-24T11:06:00.001+07:00</published><updated>2009-04-07T11:11:19.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><title type='text'>Memperbaiki harddisk yang bad Sector</title><content type='html'>Memperbaiki harddisk yang bad Sector&lt;br /&gt;Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian&lt;br /&gt;yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :&lt;br /&gt;Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.&lt;br /&gt;Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.&lt;br /&gt;Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan&lt;br /&gt;berlebih.&lt;br /&gt;Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.&lt;br /&gt;Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.&lt;br /&gt;Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah&lt;br /&gt;hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja.&lt;br /&gt;Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector.&lt;br /&gt;Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan&lt;br /&gt;oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.&lt;br /&gt;Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat&lt;br /&gt;digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai&lt;br /&gt;media storage.&lt;br /&gt;Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan&lt;br /&gt;cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter&lt;br /&gt;masih mungkin dilow level.&lt;br /&gt;Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di&lt;br /&gt;cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan&lt;br /&gt;harddisk diperbaiki.&lt;br /&gt;Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2,&lt;br /&gt;dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector&lt;br /&gt;Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.&lt;br /&gt;Tahapan 1&lt;br /&gt;Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi&lt;br /&gt;platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL&lt;br /&gt;FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti&lt;br /&gt;generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti&lt;br /&gt;file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.&lt;br /&gt;Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam&lt;br /&gt;harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan&lt;br /&gt;pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.&lt;br /&gt;Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti&lt;br /&gt;kondisi pertama kali digunakan.&lt;br /&gt;Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk&lt;br /&gt;Tahapan 2&lt;br /&gt;Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :&lt;br /&gt;a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja,&lt;br /&gt;baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk ,&lt;br /&gt;tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk&lt;br /&gt;sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).&lt;br /&gt;b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan&lt;br /&gt;pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector.&lt;br /&gt;Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk.&lt;br /&gt;Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx,&lt;br /&gt;artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector.&lt;br /&gt;Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB&lt;br /&gt;dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :&lt;br /&gt;Kondisi Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan&lt;br /&gt;Baik 0-20% 20%&lt;br /&gt;Bad sector 21% Dibuang&lt;br /&gt;Baik 22-89% 67%&lt;br /&gt;Bad sector 91% Dibuang&lt;br /&gt;Baik 91-100% 9%&lt;br /&gt;c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya,&lt;br /&gt;dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi.&lt;br /&gt;Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi.&lt;br /&gt;Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended.&lt;br /&gt;Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB)&lt;br /&gt;dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah&lt;br /&gt;sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.&lt;br /&gt;Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda,&lt;br /&gt;dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector&lt;br /&gt;pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi&lt;br /&gt;untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang.&lt;br /&gt;Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik,&lt;br /&gt;hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan&lt;br /&gt;dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.&lt;br /&gt;d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang,&lt;br /&gt;lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C.&lt;br /&gt;Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang&lt;br /&gt;(asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F),&lt;br /&gt;maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan,&lt;br /&gt;misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat&lt;br /&gt;pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal&lt;br /&gt;dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena&lt;br /&gt;bad sector.&lt;br /&gt;Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir,&lt;br /&gt;misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya&lt;br /&gt;yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan&lt;br /&gt;mengacaukan sistem partisi harddisk.&lt;br /&gt;e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi.&lt;br /&gt;Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah&lt;br /&gt;membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah:&lt;br /&gt;Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah&lt;br /&gt;partisi letter drive yang akan digunakan.&lt;br /&gt;F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option&lt;br /&gt;4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini&lt;br /&gt;adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang&lt;br /&gt;masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.&lt;br /&gt;G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector.&lt;br /&gt;Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E&lt;br /&gt;(81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.&lt;br /&gt;Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas.&lt;br /&gt;Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi&lt;br /&gt;dengan program FDISK.&lt;br /&gt;Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF.&lt;br /&gt;Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan&lt;br /&gt;LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.&lt;br /&gt;Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya&lt;br /&gt;belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar.&lt;br /&gt;Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian&lt;br /&gt;tempat dimana terjadi bad sector.&lt;br /&gt;artikel diambil dari:&lt;br /&gt;obengware.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-2933869579748928171?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/2933869579748928171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=2933869579748928171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2933869579748928171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/2933869579748928171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/05/memperbaiki-harddisk-yang-bad-sector.html' title='Memperbaiki harddisk yang bad Sector'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-4118983444700364020</id><published>2008-05-22T13:18:00.003+07:00</published><updated>2009-04-07T11:14:24.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara mencari Uang Di Internet'/><title type='text'>Are You Scared to Start a Home Based Business?</title><content type='html'>Are You Scared to Start a Home Based Business?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Michele Miller&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright 2005 Simplistic Solutions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Every year more and more people are working from home, starting their own businesses. Men and women, even teenagers are starting their own home business ventures. In the last ten years work-at-home businesses have tripled, according to statistics. I think it's probably more than that actually. Just look at how many people make a living selling things on EBay!™&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's no wonder really why so many people want to work at home and there are a vast amount of good reasons why.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The costs of traveling, including vehicle maintenance, the cost of gas, child-care, and dry-cleaning, are just a few good reasons why it's cheaper to stay home and work, right?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not having to answer to a boss or a supervisor is another great reason too. Being able to set your own hours and work when you want to work is a definite plus as well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some people can't see how they are going to do it though. I mean, how are you going to give up work and replace that income and not worry about how you are going to pay the bills? It's impossible, right? -- Wrong! -- It's not impossible, and it will take some hard work at first, and some extra working hours, but you can do it if you want to badly enough.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Choose a business that will allow you to work in your spare-time and keep your job, and you have eliminated the risks. This is not possible in all circumstances, but for the small business person, it’s the ideal way to go. If this is not possible, make sure you set aside enough income to live on while you get your business established.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There’s going to be some sacrifice in the short term, such as working extra hours in the week building your business. But those kind of sacrifices will still allow you to sleep at night and not put you in the poor house, thereby increasing your chances of success!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A lot of people do some "side work, or extra work" at first to gain customers or to save up some extra cash to start a business or pay for inventory. I know one mechanic who did some evening and weekend work so he could save enough money to buy his own tools and work out of his garage at home, for himself. Now that garage has grown into two workshops in his back yard and he employs another mechanic to help him out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have two friends who do the home parties. One lady sells Mary Kay and the other lady sells candles. Both are quite successful. The lady who sells the candles has only been doing so for just over eighteen months and her income exceeds $50,000 per year. Once you have the vision of working from home, you will find a way to make it happen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You need DISCIPLINE AND MOTIVATION. That’s as important as your business idea. You need to be a go-getter kind of person to have your own business. You need to be willing to get things off the ground yourself, and often willing to work for no financial return at first, or very little financial return. It helps to have vision; you have to sow the seeds to see the flowers. Overnight success is quite rare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can help yourself stay motivated by making a “to do list”, and “working your business” every day in some small or big way. It doesn’t really matter as long as you have a “plan” and keep chipping away at it until it happens. You hear people say all the time that you need to set your goals, well that's great advice, and a “to do list” will enable you to cross off things as you work through them, giving you a feeling of accomplishment as well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you really have the dream of working for yourself out of your home, it is possible, you just have to be determined to find a way to do it. Millions of people are realizing this dream, - you can make it happen for you too!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About the author:&lt;br /&gt;Michele Miller is a home-based business owner and also the author of an ebook about starting a profitable medical transcription business at home. http://www.medical-transcription-at-home.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-4118983444700364020?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/4118983444700364020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=4118983444700364020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4118983444700364020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/4118983444700364020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/05/are-you-scared-to-start-home-based.html' title='Are You Scared to Start a Home Based Business?'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-932418826982940146</id><published>2008-05-22T13:14:00.004+07:00</published><updated>2009-04-07T11:11:50.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><title type='text'>TIPS MUDAH MELIHAT CODE HTML</title><content type='html'>TIPS MUDAH MELIHAT CODE HTML&lt;br /&gt;PADA WEBSITE YANG TAMPIL PADA BROWSER&lt;br /&gt;Anda dapat mengenali atau mencari informasi apasaja kode-kode yang digunakan oleh webpage orang lain yang ditampilkan di browser internet yang kadangkala tidak muncul tampilannya gara gara kode yang dimasukkan salah, tetapi kita tetap bisa mendapatkan atau melihat kode-kode mereka yaitu melalui langkah-langkah :&lt;br /&gt;klik pada tab view pada bar diatas browser menu&lt;br /&gt;klik pada source dan bammmm kelihatan semua kode designnya dengan notepad secara otomatis&lt;br /&gt;sederhana bukan….dengan ini anda akan tahu seperti apa mereka membuat design webpagenya dan link yang bertuliskan. anda dapat meniru codenya bila tampilan anda seperti website yang anda lihat tadi, kemudian anda edit, paling mudah dengan menggunakan adobe dreamweaver …..! ingat edit sehingga tidak dianggap menjiplak design orang….selamat mencoba…….):&lt;br /&gt;(blueboxstar.blogspot.com)&lt;br /&gt;lihat artikel kesehatan dan download artikel kesehatan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indonurs.webng.com"&gt;INDONURS&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-932418826982940146?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/932418826982940146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=932418826982940146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/932418826982940146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/932418826982940146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/05/tips-mudah-melihat-code-html.html' title='TIPS MUDAH MELIHAT CODE HTML'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-8942098857115202168</id><published>2008-05-19T10:44:00.003+07:00</published><updated>2009-04-07T11:11:39.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><title type='text'>tips meningkatkan kunjungan ke blog</title><content type='html'>tips meningkatkan kunjungan ke blog anda.&lt;br /&gt;1. isi blog berkualitas.bila tidak berkualitas pengunjung blog tidak akan kembali lagi.&lt;br /&gt;2. hal bermanfaat&lt;br /&gt;3. Form Berlangganan Via Email, sehingga mereka dapat tetap terupdate postingan yang terbaru.&lt;br /&gt;4. Bila Anda mengisikan banner pastikan hanya secukupnya saja, dan letakkan pada posisi yang tidak mencolok.&lt;br /&gt;5. Bangun Newsletter&lt;br /&gt;6. Berikan fasilitas tanya jawab.&lt;br /&gt;7. Cetak di kartu nama anda.&lt;br /&gt;8. Pastikan muncul di banyak kata kunci hasil pencarian search engine.&lt;br /&gt;9. Beri tautan dengan semua web anda yang lain sehingga memberi banyak pintu menuju ke blog anda.&lt;br /&gt;10. Daftar dan pasang Mybloglog&lt;br /&gt;11. Banyak-banyaklah memberikan comment diblog orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-8942098857115202168?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/8942098857115202168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=8942098857115202168' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8942098857115202168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8942098857115202168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/05/tips-meningkatkan-kunjungan-ke-blog.html' title='tips meningkatkan kunjungan ke blog'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-8109767193116518364</id><published>2008-05-18T15:25:00.001+07:00</published><updated>2009-04-07T11:14:24.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara mencari Uang Di Internet'/><title type='text'>kiat memulai usaha</title><content type='html'>KIAT – KIAT MEMULAI USAHA SENDIRI&lt;br /&gt;1. START WITH A DREAM&lt;br /&gt;Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan.A dream is where it all started: Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosa dalam produk, Cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ataupun tidak mungkin’.&lt;br /&gt;2. LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES&lt;br /&gt;Cintailah Produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan mmbuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa masa sulit. Enthusiaatism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.&lt;br /&gt;3. LEARN THE BASICS OF BUSINESS.&lt;br /&gt;Pelajarilah fundamental business. BEYOND THE *BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY*: Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuaan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar – dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah –Guru- yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-8109767193116518364?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/8109767193116518364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=8109767193116518364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8109767193116518364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/8109767193116518364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/05/kiat-memulai-usaha.html' title='kiat memulai usaha'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-434283024074358780.post-3248063556839102002</id><published>2008-05-10T15:01:00.001+07:00</published><updated>2009-04-07T11:14:24.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara mencari Uang Di Internet'/><title type='text'>TIPS MENINGKATKAN PENJUALAN</title><content type='html'>TIPS MENINGKATKAN PENJUALAN&lt;br /&gt;Apa saja yang harus Anda perhatikan untuk meningkatkan penjualan Anda, berikut ini kami beberkan 10 cara ;1. Perlihatkan kepada calon kastemer Anda bahwa Anda begitu antusias terhadap produk dan bisnis Anda. Jika Anda Antusias, maka mereka pun akan antusias, karena antusias itu bersifat menular.2. Akhiri E-mail penjualan Anda dengan kata-kata close yang mantap. Seperti bonus tambahan, harga diskon, pengingat praktis, dan deadline order, dsb.3. Tenteramkan kastemer Anda yang melakukan komplain. Berikan jaminan refund dari uang mereka, atau berikan mereka diskon, berikan mereka bonus, berikan mereka solusinya atas masalah tsb, dsb.4. Buat sedemikian rupa agar kastemer Anda merasa tertarik terhadap bisnis Anda sehingga mereka akan menceritakan hal itu kepada rekan-rekan bisnis yang lain. Berikan mereka sesuatu yang gratis juga menarik sebagai bonus, atau sejenisnya.5. Tumbuhkan keyakinan ekstra pada prospek Anda sehingga mereka kelak akan membeli dari Anda. Gunakan referensi yang baik dari orang-orang yang telah menjadi kastemer Anda, sehingga mereka bisa melihat siapa saja yang telah menjadi kastemer Anda, berikan juga jaminan atau garansi kepada mereka, dan sebagainya.6. Buat pada situs web Anda opt-in list sehingga pengunjung situs Anda dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan e-books, software, kontes, atau sesuatu yang gratis yang dapat ditukar dengan alamat e-mail mereka, karena secara psikologi mereka lebih suka mendapat sesuatu yang bagus gratis walaupun mereka sanggup membelinya.7. Jangan lupa prinsip aturan 80-20, artinya 80% dari isi situs Anda harus berisi informasi atau hal-hal yang disukai secara umum bagi para pengunjung sedangkan sisanya 20 % atau kurang berisi profil perusahaan Anda serta produk atau jasa yang Anda pasarkan.8. Upayakan apabila kastemer Anda membeli sesuatu dari Anda, mereka mendapatkan sebagian atau sedikit dari apa yang mereka pesan hal itu bisa dalam bentuk sesuatu yang mereka bisa dapatkan secara online.9. Tulis sebuah artikel ke sebuah penerbit dari suatu newsletter online, Dan hendaklah hal itu dalam bentuk artikel yang bersifat informasi jangan bersifat iklan.10. Perlihatkan kepada prospek Anda bahwa Anda adalah seorang yang pakar di bidangnya, karena hal tsb dapat meyakinkan mereka. Anda dapat menerbitkan sebuah artikel, menulis sebuah ebook, dan sejenisnya.Demikian 10 cara ampuh yang bila Anda terapkan, anda akan melihat nilai penjualan Anda meningkat, dan sekaligus Anda dapat mempertahankan kastemer Anda secara tetap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/434283024074358780-3248063556839102002?l=askep-ebook.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-ebook.blogspot.com/feeds/3248063556839102002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=434283024074358780&amp;postID=3248063556839102002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/3248063556839102002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/434283024074358780/posts/default/3248063556839102002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-ebook.blogspot.com/2008/05/tips-meningkatkan-penjualan_2051.html' title='TIPS MENINGKATKAN PENJUALAN'/><author><name>askep-ebook.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07115178075220108203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PulPiLwfO-o/SdWDGxCwjzI/AAAAAAAAACY/0sqwjcVjnss/S220/14052007092500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
